Upaya Revolusi Terhadap Program Revolusi Mental

Revolusi mental merupakan salah satu program prioritas dari Kabinet Kerja Jokowi-JK yang dimuat dalam rangkaian Nawacita. Revolusi mental dibuat dengan tujuan agar Bangsa Indonesia bisa mendalami dan lebih mengenal lagi karakter orisinil yang seharusnya dimiliki oleh setiap Warga Negara Indonesia.

Secara garis besar, revolusi mental yang digelorakan ini adalah upaya untuk menyempurnakan karakter bangsa dan budi pekerti yang luhur, bagaimana caranya? Salah satu caranya adalah melalui pendidikan, inilah yang menjadi fokus utama Jokowi. Karena seluruh permasalahan di negara ini bersumber pada mental yang menyimpang dan tidak lagi merujuk pada norma-norma ke Indonesiaan yang ber-budaya.

Lalu kalau kita berbicara implementasi revolusi mental dalam sektor pendidikan, bagaimana caranya? Melihat persoalan tersebut, maka pemerintah menerapkan model kurikulum yang tidak hanya berbasis intelektualitas, namun juga moralitas. Tapi, apakah dalam pelaksanaannya tujuan program tersebut sudah bisa dikatakan tercapai? Apakah pelaksanaan dari program revolusi mental sudah berjalan lancar? Banyak pihak yang menilai tentang belum maksimalnya pelaksanaan program revolusi mental, dengan opini bahwa program revolusi mental tidak dipimpin langsung oleh Jokowi, tetapi diserahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Dalam pelaksanaan program revolusi mental di dunia pendidikan, masih terdapat beberapa kendala, misalnya dari sisi guru, hanya sedikit dari mereka yang punya kemampuan mumpuni untuk menyisipkan ajaran revolusi mental di setiap mata pelajaran yang diampu, sehingga terlihat hanya menjadi beban bagi guru BK atau Pendidikan Agama & Budi Pekerti saja. Sedangkan dalam sisi sekolah, masih belum tercukupi fasilitas bagi ekspresi siswa untuk menyalurkan hobi, minat dan bakat, di tengah tuntutan kurikulum yang mengharuskan tiap pembelajaran mengembangkan pola pikir dan karakter siswa secara mandiri.

Dan banyak pula dijumpai beberapa kasus mengenai tindak tanduk tidak sopan yang dilakukan murid kepada gurunya, sehingga banyak pihak yang bertanya, kemana revolusi mental yang dulu menggema ke seluruh penjuru Negara Indonesia?

Menyikapi berbagai kendala tersebut, perbaikan harus dilakukan oleh semua pihak, mulai dari guru yang harus benar-benar memahami konsep dari revolusi mental, sehingga bisa mengimplementasikan nilai-nilainya dalam setiap mata pelajaran, serta pemerintah yang harus lebih giat melengkapi sarana dan prasarana di sekolah sehingga penerapan kurikulum dan semua kegiatan pembelajaran yang berbasis pendidikan karakter bisa dilaksanankan dengan lancar dan berdampak pada tercapainya cita-cita revolusi mental. Karena revolusi mental sejatinya merupakan program jangka panjang yang tentunya membutuhkan proses yang panjang pula untuk menuai hasilnya, oleh karena itu diperlukan usaha yang konsisten dan berkelanjutan, agar di masa depan, bibit-bibit hasil didikan revolusi mental bisa membawa Indonesia kearah yang lebih bermartabat.

Bagus Abshoru
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Semarang

Baca juga:
Siapkah Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0?
Upaya Revolusi Terhadap Program Revolusi Mental
Pentingnya Pendidikan Kepramukaan untuk Masa Depan

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

3 Komentar

Komentar ditutup.