Waspada Bahaya Merokok!

Merokok merupakan kegiatan yang membahayakan bagi kesehatan tubuh. Rokok mempunyai zat adiksi yang tergolong besar dan di dalamnya terdapat kandungan kurang lebih 4000 elemen, dimana 200 elmen di dalamnya dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Orang yang memiliki kebiasaan merokok biasanya sangat sulit untuk berhenti. Kebanyakan perokok muda dengan usia sekitar 14-17 tahun mereka hanya ikut-ikutan saja, mereka hanya mengikuti tren tanpa mengetahui apa dampak dari merokok itu sendiri.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendidikan kesehatan bahaya merokok terhadap perilaku mengurangi konsumsi rokok.

Bacaan Lainnya
DONASI

Diharapkan perokok dapat mengetahui apa bahaya dari rokok sehingga mereka mau untuk mengurangi konsumsi rokoknya.

Baca juga: Dampak Merokok Aktif pada Remaja

Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pre-post design dilakukan pada 30 responden.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan kategori cukup baik sebanyak 36.7%, tidak baik 63.3%. Setelah diberikan pendidikan kesehatan jumlahnya menurun yaitu dari kategori cukup baik sebanyak 90.0%, tidak baik 10.0% dan secara statistik bermakna (Z = -4,797; p=0,000).

Disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan bahaya merokok terhadap perilaku mengurangi konsumsi rokok.

Untuk menindak lanjuti hasil penelitian ini, dihrapkan pihak dari tenaga kesehatan sebagai pemegang peranan penting dalam memberikan informsi tentang rokok.

Persepsi Masyarakat Terhadap Iklan Rokok?

Merokok merupakan kebiasaan buruk yang dilakukan sejak zaman ditemukannya tembakau. Pada awalnya merokok hanya bertujuan untuk menghangatkan tubuh namun, lama kelamaan kebiasaan itu menjadi berubah tujuannya yaitu sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan atau dapat dikatakan kecanduan.

Tanpa ada tembakau seakan-akan tak ada kenikmatan tersendiri. Hal ini berlanjut hingga zaman revolusi industri di Inggris hingga bermunculan pabrik-pabrik rokok sampai menyebar ke seluruh dunia.

Mayoritas perokok di seluruh dunia ini±47% adalah populasi pria sedangkan 12% adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur.

Baca juga: Pentingnya Pola Hidup Sehat bagi Remaja

Berbagai alasan orang merokok beraneka ragam. Di kalangan masyarakat ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang untuk merokok. Misalnya, faktor gengsi agar disebut “jagoan”, dan ada juga orang yang mengatakan merokok boleh mencetuskan inspirasi dan keupayaan berfikir, malahan ada pantun menarik yang digunakan sebagai pembenaran atas kebiasaan merokok yaitu “ada ayam jago di atas genteng, tidak merokok tidak ganteng” ada juga yang mengatakan kalau “merokok mati tidak merokok juga mati.”

Merokok merupakan salah satu masalah yang sulit dipecahkan. Apalagi sudah menjadi masalah nasional, dan bahkan internasional.

Hal ini menjadi sulit, karena berkaitan dengan banyak faktor yang saling memicu, sehingga seolah-olah sudah menjadi lingkaran setan.

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.

Baca juga: Kanker Paru: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pencegahan dan Pengobatan

Merokok dapat menyebabkan sebagai berikut:

Rokok secara luas telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.

Adapun penyebab utama kematian para perokok itu adalah

Selain kanker juga menyebabkan gangguan stres di ruang perkantoran 3. Betapapun diungkapkan berbagai kalangan peneliti tentang berbagai bahaya rokok untuk kesehatan, tetapi para perokok seakan-akan tidak peduli terhadap hasil berbagai penelitian itu.

Penelitian terbaru yang melibatkan 34.439 orang dan dipublikasikan oleh British Medical Journal menunjukkan, merokok membuat seseorang tidak panjang umur.

Jika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, usia para perokok rata-rata lebih pendek 10 tahun dan menghabiskan uang jutaan dolar.

Apakah seorang perokok berat dapat menghentikan kebiasaannya?

Menghentikan perilaku merokok bukanlah usaha mudah, terlebih lagi bagi perokok di Indonesia. Hasil survei yang dilakukan oleh LM3 (Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok), dari 375 responden yang dinyatakan 66,2 persen perokok pernah mencoba berhenti merokok, tetapi mereka gagal.

Kegagalan ini ada berbagai macam; 42,9 persen tidak tahu caranya; 25,7 persen sulit berkonsentrasi dan 2,9 persen terikat oleh sponsor rokok.

Sementara itu, ada yang berhasil berhenti merokok disebabkan kesadaran sendiri (76 persen), sakit (16 persen), dan tuntutan profesi (8 persen).

Penulis: Nabila Aisyah Mairani
Mahasiswa Prodi Keperawatan Universitas Binawan

Dosen pengampu : Apriani Riyanti, S.PD., M.PD

Daftar pustaka

http://repository.ui.ac.id/dokumen/lihat/102.pdf

https://journal.trunojoyo.ac.id/simulacra/article/view/4985

http://112.78.40.115/e-journal/index.php/ilmukeperawatan/article/view/121

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI