Kaum Muda Milenial Tetap Produktif dan Kontributif di masa Pandemi

milenial
Foto: Pixabay.com

Sejak bulan februari Indonesia dilanda permasalahan Covid-19, persebaran virus ini begitu pesat jumlah korban terus melonjak setiap harinya. Sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan yang cukup memberatkan masyarakat Indonesia yaitu tentang pembatasan sosial, seluruh kegiatan yang awalnya bisa dilakukan secara normal di luar rumah saat ini masyarakat dibatasi dengan peraturan yang ketat, seluruh kegiatan hanya bisa dilakukan di dalam rumah, bekerja di dalam rumah, serta bagi para pelajar di tuntut untuk belajar di rumah. Hal ini menjadi permasalahan tersendiri bagi sekolah dan pendidik dalam memberikan pengajaran yang semula menggunakan pembelajaran tatap muka dialihkan dengan pembelajaran daring atau pembelajaran online.

Permasalahan ini menyebabkan Guru-guru mengalami kebingungan, tentu saja hal ini disebabkan karena infrastruktur pendidikan di Indonesia dibuat dengan paradigma pembelajaran konvensional tatap muka, maka kebingungan yang terjadi bagi para pendidik dan siswa. Tidak semua sekolah bisa melaksanakan pembelajaran secara online, karena beberapa sekolah memiliki kekurangan fasilitas baik dari sekolah itu sendiri dan fasilitas siswa nya. Hal ini yang menyebabkan para pelajar atau kaum muda menyimpulkan bahwa sekolah benar-banar diliburkan, karena tidak ada lagi kontrol dari Sekolah dan guru.

Selama kegiatan belajar di rumah mereka hanya mengisi kegiatan sehari – hari dengan bermalas-malasan di rumah, kegiatan setiap hari hanya digunakan dengan rebahan, menghabiskan kouta internet karena digunakan untuk main game dan masih ada beberapa yang memaksa untuk tetap seperti biasa keluar rumah seperti biasa, jalan-jalan ke mall, dan tempat wisata tanpa melaksanakan anjuran protokol kesehatan dari pemerintah. Bahkan karena faktor kekosongan tersebut, anak muda membuka konten-konten yang berbau pornografi hal ini disebabkan ketika kegiatan seseorang tidak bisa produktif, pikiran menjadi kosong maka setan akan mudah merasuki dengan kesendirian seseorang memaksa seseorang untuk membuka konten yang berbau pornografi.

Ada banyak pakar yang mendefinisikan tentang apa itu produktivitas. Menurut Hasibuan (1996), produktivitas adalah perbandingan antara hasil (output) dengan masukan (input). Jika produktivitas naik, kemungkinan karena adanya peningkatan efisiensi (waktu, bahan, dan tenaga) serta sistem kerja, teknik produksi, dan keterampilan dari tenaga kerjanya. Sedangkan Riyanto (1986) berpendapat bahwa produktivitas adalah suatu perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan semua sumber daya yang diperlukan (input). Artinya, lebih menitikberatkan pada perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran tenaga kerja per satuan waktu.

Mengingat kaum muda melenial adalah generasi bangsa, yang disebut juga generasi Y yaitu bagi mereka yang lahir pada 1980 – 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya,  meskipun seluruh kegiatan dilakukan di rumah kegiatan tidak bisa berjalan normal mereka akan tetap bisa menjalankan aktifitasnya, karena pada dasarnya sifat kaum muda melenial adalah generasi internet yang dapat menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar mobile, sehingga tuntutan untuk tetap di rumah saja tidak menjadi permasalahan bagi mereka, sebagai kaum muda melinial tentu semangat untuk tetap berinovasi tidak akan pernah luntur, seperti yang dilakukan anak muda Kota Surabaya tak pernah surut untuk terus berkreasi di tengah masa pandemi. Mereka memaksimalkan teknologi untuk bisa membungkus gagasannya dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona.

Seperti yang dilakukan Generasi Unlimited (Gen-U) dari berbagai sekolah di Kota Pahlawan. Anak-anak muda ini berkumpul di forum online untuk berkolaborasi dalam menciptakan produk digital yang bisa membantu masyarakat di Surabaya. Mereka menciptakan berbagai konten video serta alat peraga digital lainnya yang bisa membantu membuka kesadaran warga untuk patuh dan menekan sebaran Covid-19.

Selain itu agar kaum muda melenial bisa tetap produktif meskipun kegiatan tidak berjalan seperti biasanya, cara yang bisa dilakukan yaitu memanfaatkan waktu dengan mengasah kemampuan sesuai dengan hobi kita, dengan cara ini segala kebosanan akan terobati, melakukan hobi tentu menjadi hiburan tersendiri dan berdampak positif pada suasana hati, menambah kekreatifan karena kreativitas dapat meningkat jika terus diasah. Kaum muda  melinial juga bisa menyusun jadwal kegiatan sehari-hari yang lebih produktif, mungkin tidak semua orang terbiasa dengan solusi ini tetapi dengan adanya solusi ini kegiatan kita menjadi lebih produktif dan waktu tidak terbuang sia-sia.

Anda juga bisa mencari refrensi tentang bisnis online, di tengah pandemi saat ini orang-orang pada takut untuk keluar rumah sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka memanfaatkan media online hanya sekedar untuk memesan kebutuhannya, hal ini menjadi kesempatan besar bagi kaum muda melenial agar kegiatan kita lebih produktif dan dapat menghasilkan uang, kouta internet tidak terbuang sia-sia karena digunakan untuk bermain game online.

Ada banyak kegiatan yang dapat diikuti oleh kaum muda melenial untuk mengasah kemampuannya dan kekeritisannya dalam menyelesaikan masalah. Salah satu kegiatan yang bisa diikuti untuk mengisi kegiatan sehari-hari selama pandemi yaitu kegiatan diskusi online yang diadakan oleh lembaga-lembaga tertentu. Selain itu kaum muda milenial juga bisa mengikuti pelatihan atau seminar online, mungkin bisa mencari informasi bisnis online dengan mengikuti pelatihan online dan seminar, dengan cara seperti itu kaum muda milenial sudah bisa ikut berkontribusi dalam memutus persebaran Covid 19, karena melaksanakan anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan tetap produktif meski di rumah.

Wahed Dussawal
Ketua Umum Lembaga Dakwah Kampus STKIP Al Hikmah Surabaya

Editor : Muflih Gunawan

Baca juga:
Pancasila di Era Milenial
Pemberian Cashback dari Aplikasi Uang Elektronik yang Menarik Bagi Generasi Milenial
Sesat Jalan Pikir Stafsus Presiden, Milenial rasa Kolonial?

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI