Pemberian Cashback dari Aplikasi Uang Elektronik yang Menarik Bagi Generasi Milenial

cashback

Oleh: Diva Audrey Renata
Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya
Aktif di HIMAPRODI Ekonomi Syariah dan PMII Rayon FEBI Komisariat UIN Sunan Ampel Surabaya

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Di era globalisasi saat ini teknologi sudah berkembang pesat. Teknologi yang terus berkembang menghasilkan banyak sekali teknologi yang lebih canggih. Perkembangan tersebut yang menyebabkan adanya revolusi digital. Sekarang hampir semua teknologi analog berubah menjadi teknologi digital. Di zaman sekarang hampir semua individu menggunakan teknologi, terutama pada teknologi-teknologi digital. Teknologi yang paling sering digunakan adalah teknologi smartphone dan teknologi internet. Penggunaan smartphone oleh masyarakat sekarang dapat kita temukan dimana-mana, Indonesia menjadi negara ke-4 penggunaan aktif smartphone di dunia.

Perkembangan teknologi membuat teknologi semakin canggih dan serba digital. Teknologi digital tersebut manambah ketertarikan milenial dan juga dapat mengubah kebiasaan milenial. Kebanyakan milenial lebih menyukai sesuatu yang lebih praktis, itu adalah salah satu kelebihan dari teknologi digital. Salah satu teknologi digital yang mulai sering digunakan oleh kebanyakan masyarakat adalah pembayaran digital. Pembayaran digital adalah cara pembayaran dengan menggunakan media elektronik atau disebut juga dengan online services. Hanya dengan sebuah smartphone, komputer, atau laptop kita bisa melakukan transaksi pembayaran dimana pun dan kapan pun. Adanya teknologi digital di bidang keuangan sangat berdampak pada kehidupan manusia. Akibat adanya teknologi pembayaran digital tersebut sekarang ada kelompok masyarakat yang biasa disebut dengan cashless society, yaitu masyarakat tanpa uang tunai.

Pada era modern, pertumbuhan teknologi digital sangat berkembang. Masyarakat sudah mulai terbiasa dengan penggunaan metode pembayaran digital. Para pelaku industri finansial menggunakan teknologi tersebut untuk menciptakan produk dan jasa finansial yang dibutuhkan masyarakat, perpaduan tersebut yang menciptakan adanya inovasi teknologi finansial (fintech). Menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan, 2017), Fintech adalah perpaduan antara teknologi dan fitur-fitur jasa keuangan yang mengubah model bisnis yang telah ada. Di Indonesia perusahaan yang melayani teknologi finansial sudah sangat meluas. Teknologi finansial dibagi menjadi beberapa kategori, namun perusahaan terbanyak dan penggunaan yang meningkat dalam waktu belakangan ini adalah kategori pembayaran (payments), perusahaan yang melayani kategori tersebut diantaranya, Go-Pay milik Go-Jek, OVO  milik Lippo Grup, T-Cash milik Telkomsel, dan masih banyak lagi.

Selain memudahkan proses transaksi uang elektronik serta pembayaran digital menawarkan beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh penggunanya, seperti misalnya pemberian cashback. Penawaran yang bisa menguntungkan membuat anak anak milenial atau mahasiswa lebih tertarik menggunakan uang elektronik dan pembayara digital. Rata-rata penggunaan metode pembayaran digital digunakan oleh generasi Y adan generasi Z. Generasi Y atau yang biasa kita kenal dengan generasi milenial merupakan kalangan yang lahir pada tahun 1981-1994, generasi ini merupakan generasi yang sudah tumbuh dewasa dan memasuki usia bekerja, sehingga memiliki kemampuan finansial yang cukup. Generasi milenial merupakan kalangan yang hidup di era yang sangat berkembang dengan teknologi berbasis komputer (computerized). Sementara itu generasi Z merupakan kalangan yang lahir pada tahun 1995-2010, generasi Z merupakan generasi peralihan dari generasi Y.

Berbicara tentang pembayaran digital pastinya sudah tidak asing lagi dengan pembelanjaan online. Pada waktu belakangan ini, berbelanja di pasar online atau e-commerce mendapat perhatian yang lebih banyak dari pada berbelanja di tempatnya langsung. Perubahan tersebut terjadi bukan karena daya beli belanja offline yang turun, tapi karena berubahnya selera masyarakat yang lebih menyukai belanja online. Pertumbuhan e-commerce dapat kita lihat dari jumlah transaksi saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 yang mencapai Rp 4 triliun hanya dalam tiga hari. Kemudian di luar negeri, Amazon, perusahaan e-commerce multinasional terbesar di dunia ini mengumumkan rekor penjualannya pada program Holiday Shopping Weekend 2017 yang dilakukan sejak hari Thanks Giving hingga Cyber Monday.

Apakah Uang Elektronik dan Pembayaran Digital Memiliki Dampak?

Masyarakat dapat melakukan transaksi dengan meningkatkan efisiensi waktu. Masyarakat dapat mempersingkat waktu melakukan transaksi, diantaranya adalah tidak perlu mengantri. Transaksi yang lebih mudah, diantaranya dengan fitur-fitur yang mudah dipahami. Meningkatkan kepraktisan masyarakat untuk melakukan transaksi kapan pun dan dimana pun. Transaksi menggunakan pembayaran digital, seperti m-banking dapat terjamin keamanannya. Dengan menggunakan uang asli dan adanya sistem atau teknik SSL (Secure Socket Layer) dan HTTPS (Secure HTTP). Penggunaan metode pembayaran digital dapat memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih dibandingkan dengan uang tunai, kenyamanan tersebut dapat dirasakan saat membawa uang tunai dengan nominal yang cukup besar. Masyarakat tidak perlu membawa uang tunai, cukup dengan membawa smartphone. Dengan membawa uang tunai dapat menimbulkan risiko pencurian atau kehilangan uang.

Untuk mendorong upaya mengurangi penggunaan uang tunai, Bank Indonesia mencenangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan uang tunai. Perkembangan gerakan tersebut membentuk sebuah komunitas yang dikenal dengan cashless society. Metode pembayaran digital tentunya memerlukan akses untuk penggunaannya. Selain perlunya smartphone sebagai medianya, metode tersebut juga memerlukan akses internet. Tanpa adanya internet masyarakat tidak dapat mengakses akun online mereka. Sebagian besar penggunaan metode pembayaran digital digunakan oleh kalangan yang tinggal di daerah perkotaan, karena masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan rata-rata memiliki smartphone dan juga akses internet yang cukup kencang. Sehingga masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan sulit dan kurang bisa beradaptasi pada metode pembayaran digital. Risiko terjadinya hack, dapat terjadi apabila pengguna pembayaran digital tidak berhati-hati dalam mengelola akun digital (user ID danpassword), maka dapat disalahgunakan oleh oknum penjahat digital.

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI