Ketika Limbah Rumah Tangga Menjadi Racun Tersembunyi bagi Sumber Air Bersih

Limbah Rumah Tangga
Ilustrasi Limbah Rumah Tangga (Sumber: Media Sosial dari freepik.com)

Air bersih merupakan suatu hal yang penting untuk menunjang kebutuhan makhluk hidup terutama manusia. Manusia sangat membutuhkan air bersih untuk kegiatan sehari-hari seperti minum, mandi, mencuci bahkan memasak. Tidak hanya untuk kehidupan manusia, air bersih juga berperan sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan.

Namun pada saat ini, jumlah air bersih tidak sejalan dengan kebutuhan air bersih yang terus meningkat. Menurut laporan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), ketersediaan air bersih dibeberapa wilayah Pulau Jawa dan Bali sudah berkurang hingga mencapai titik kritis.

Sementara itu, ketersediaan air bersih di wilayah Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat diperkirakan akan menghadapi kekurangan atau kritis pada tahun 2045. Penyebabnya melibatkan beberapa faktor salah satunya adalah limbah rumah tangga.

Tanpa kita sadari limbah rumah tangga saat ini telah menjadi racun bagi sumber air bersih, karena limbah rumah tangga mengandung zat yang dapat mencemari dan mengganggu kualitas air.

Limbah rumah tangga terdiri dari beberapa macam limbah diantaranya adalah limbah organik, limbah anorganik dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Limbah organik terdiri dari limbah sisa makanan seperti buah, sayur, nasi dan yang lainnya. Limbah anorganik terdiri dari plastik, kaca dan gabus. Sementara itu limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) terdiri dari baterai, pestisida, obat-obatan dan juga limbah  bahan kimia lainnya.

Apabila sumber air bersih sudah bercampur dengan limbah rumah tangga maka dapat dikatakan bahwa sumber air tersebut sudah tercemar. Pencemaran air oleh limbah rumah tangga dapat menyebabkan penurunan kualitas air  dan menyebabkan air tidak aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

Pencemaran air oleh limbah rumah tangga juga menyebabkan terganggunya kehidupan akuatik, seperti ikan dan organisme air lainnya. Selain itu, pencemaran air oleh limbah juga akan mengurangi ketersediaan air bersih, mengganggu siklus air serta mengurangi keberlanjutan sumber daya air.

Semua dampak yang ditimbulkan dari pencemaran sumber air tentu saja berpengaruh pada kehidupan manusia. Dampak yang paling terlihat adalah penurunan kesehatan manusia.

Hal ini dikarenakan sumber air yang telah tercemar tersebut mengandung berbagai zat yang berbahaya seperti pestisida, logam berat, bahan kimia serta bakteri patogen. Penyakit yang ditimbulkan juga bervariasi seperti diare, infeksi, keracunan bahkan dapat menyebabkan kanker.

Dari berbagai masalah yang ditimbulkan tersebut, kita dapat mengetahui bahwa pengelolaan limbah yang baik itu sangat penting, bukan hanya untuk kehidupan manusia akan tetapi demi keberlanjutan lingkungan dan makhluk hidup lainnya.

Pengelolaan sampah yang baik dapat dimulai dengan cara memilah sampah  dan menerapkan prinsip 3R. Prinsip 3R merupakan prinsip yang bisa digunakan untuk pengelolaan sampah rumah tangga yang terdiri dari mengurangi sampah (reduce), menggunakan ulang sampah (reuse), serta daur ulang sampah (recycle). Dengan menerapkan cara tersebut kita dapat membantu untuk mengurangi permasalahan pencemaran air akibat limbah rumah tangga.

Namun kenyataannya, masih banyak masyarakat yang kurang kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. Masyarakat kita cenderung malas untuk memilah limbah rumah tangga.

Hal ini bisa saja disebabkan kurangnya pengetahuan mereka tentang tata kelola sampah yang baik dan juga dampak yang akan ditimbulkan dari limbah yang mereka hasilkan. Oleh karena itu, disini peran pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan lembaga pendidikan dimainkan.

Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pemerintah, LSM dan lembaga pendidikan dapat melakukan kampanye edukasi kepada masyarakat tentang cara pengelolaan limbah yang baik, dampak negatif pencemaran serta manfaat dari pengelolaan sampah yang baik. Hal ini bisa melalui seminar, brosur, lokakarya, dan media sosial.

Setelah melakukan kampanye edukasi, Pemerintah juga bisa membuat peraturan atau program tentang pemilahan limbah rumah tangga dan penyediaan fasilitas pengelolaan limbah yang mudah diakses bagi masyarakat serta pemberian sanksi dan regulasi terhadap pelanggar peraturan tersebut.

Selain langkah-langkah tersebut, kita juga bisa mengembangkan inovasi untuk membantu mengurangi pencemaran air akibat limbah rumah tangga. Inovasi tersebut dapat berupa penggunaan sistem pengolahan air bersih, penggunaan teknologi pemilahan limbah rumah tangga, penggunaan teknologi hijau dalam pertanian dan juga penggunaan teknologi ramah lingkungan lainnya.

Air bersih telah membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainya. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sumber air bersih dengan pengolahan limbah yang baik dan benar.

Disini peran aktif individu, Pemerintah, dan Lembaga Swadaya Masyarakat sangat dibutuhkan. Hal ini dilakukan agar limbah rumah tangga tidak menjadi racun bagi keberlanjutan sumber air bersih.

 

Penulis: Mutiara Friztiya Davanti
Mahasiswa Teknik Lingkungan, Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI