Komunikasi yang Baik dalam Kehidupan Berorganisasi

Komunikasi Baik Kehidupan Berorganisasi

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti sudah mengenal komunikasi dan selalu melakukannya. Tak jarang komunikasi dilibatkan dalam organisasi, baik dalam koordinasi antar pengurus maupun anggota, atau saat menyelesaikan permasalahan – permasalahan yang pasti ada dalam suatu organisasi.

Menjadi seorang pemimpin suatu organisasi, diperlukan skill untuk paham terhadap masalah komunikasi yang sering terjadi di keorganisasian, baik antara anggota dengan atasan, maupun sesama anggota. Hal ini dapat menjadi hambatan dalam melakukan pekerjaan dan membuat anggota merasa kurang nyaman. Sehingga, tugas seorang pemimpin yaitu memecahkan masalah dan mencari solusi sebagai bentuk menyelesaikan permasalahan komunikasi itu.

Seperti yang kita ketahui, komunikasi adalah tindakan memungkinkan orang untuk menerima dan memberikan informasi dan pesan sesuai kebutuhan. Tindakan ini dapat dilakukan dalam berbagai konteks: interpersonal, kelompok, massa, dan lingkungan organisasi. Tindakan komunikasi, disadari atau tidak, telah dilakukan manusia selama berabad-abad. Maka dari itu, komunikasi berhubungan erat yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Baiknya komunikasi menjadi faktor pendukung dalam mencapai tujuan. Kita mengenal instansi pemerintah, organisasi swasta, dan lebih sering lagi perusahaan, serta komunikasi yang berlangsung dalam konteks organisasi/lembaga.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Manajemen Komunikasi Keluarga: Pentingnya Membangun Komunikasi yang Efektif pada Keluarga dengan Anak Usia Dini

Ilmu komunikasi mengetahui proses organisasi komunikasi, proses pengiriman atau pertukaran pesan yang terjadi  dalam suatu organisasi. Agar suatu organisasi dapat berfungsi dengan baik, maka setiap bagian dari organisasi tersebut harus dapat mengkomunikasikan maksud, fungsi, dan tujuannya dengan baik. Setiap organisasi berusaha untuk maju semaksimal mungkin untuk  mencapai tujuannya.

Sangat penting bahwa komunikasi organisasi dalam  organisasi berkembang dan meningkat untuk mencapai tujuan organisasi. Pencapaian tujuan organisasi memerlukan motivasi kerja bagi seluruh anggota karena mempengaruhi kualitas hasil dan pencapaian tujuan organisasi. Namun, pencapaian tujuan bisnis sering kali terkendala oleh masalah yang muncul dalam organisasi terkait dengan motivasi kerja.

Komunikasi organisasi biasanya membahas mengenai struktur & fungsi organisasi, interaksi antara individu menggunakan individu & grup, atau interaksi grup ke grup. Komunikasi organisasi didefinisikan sebagai genre pesan pada jaringan, dan sifat dan saling ketergantungannya meliputi genre komunikasi vertikal & horizontal. Oleh lantaran itu, komunikasi organisasi berarti mengirim & mendapat pesan organisasi, baik formal juga informal, pada organisasi. Komunikasi organisasi jua bisa didefinisikan menjadi tampilan & interpretasi pesan antar unit pada organisasi hierarkis yang saling berhubungan.

Dalam komunikasi organisasi terdapat 3 bentuk antara lain komunikasi vertikal, horizontal, dan diagonal. Bentuk komunikasi vertikal merupakan bentuk komunikasi yang berlangsung dari atas ke bawah dan  sebaliknya. Ini berarti bahwa komunikasi antara pemimpin dengan anggota dan komunikasi anggota dengan pemimpin berinteraksi satu sama lain. Bentuk komunikasi dalam organisasi ini bersifat horizontal dan berlangsung antara rekan kerja dan orang lain. Komunikasi horizontal sering dilakukan dalam situasi informal.

Fungsi komunikasi horizontal biasanya dilakukan secara tatap muka melalui media elektronik seperti telepon, atau  melalui pesan tertulis. Kemudian bentuk komunikasi diagonal dalam organisasi ini sering disebut sebagai komunikasi lintas budaya. Proses komunikasi ini berlangsung dari  orang ke orang. Dalam arti bahwa satu pihak  tidak berada di jalur struktur  lainnya. Fitur komunikasi diagonal ini  digunakan oleh dua pihak pada tingkat yang  berbeda tetapi tidak memiliki otoritas langsung  atas pihak lain.

Baca Juga: Dampak WFH (Work From Home) pada Manajemen Komunikasi Keluarga saat Pandemi COVID-19

Dalam setiap aktivitas komunikasinya, dipastikan akan menemui berbagai kendala. Hambatan dalam kegiatan komunikasi memang mempengaruhi efektivitas proses komunikasi. Kendalanya relatif kompleks, sesuai dengan yang melibatkan kompleksitas komponen media, karena melawan media. Oleh karena itu, pemimpin perlu memahami setiap hambatan komunikasi untuk memprediksi hambatan  tersebut.

Hal-hal yang dapat menyebabkan permasalahan antara lain perbedaan kepribadian antar pengurus atau anggota organisasi. Semua pengurus maupun anggota organisasi tentunya memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Tidak hanya ada pengurus atau anggota dengan kepribadian ekstrovert, tetapi juga ada pengurus atau anggota dengan kepribadian introvert.

Selain itu, terdapat pengurus atau anggota yang sensitif terhadap keramaian, sementara terdapat juga yang suka menghidupkan suasana. Tidak semua pengurus atau anggota yang terbuka dengan perasaan dan pengalaman di suatu organisasi. Kurang terbukanya tersebut dapat dikarenakan merasa tidak mendapat kesempatan untuk berpendapat. Kurang mengenal antar pengurus atau anggota juga dapat menjadi faktor permasalahan. Dan yang terakhir yaitu perbedaan persepsi atau informasi yang didapatkan satu sama lain berbeda dan kurang jelas.

Pada tingkat individu, hubungan yang harmonis antara pengurus, anggota, atau atasan dengan yang lain biasanya disebut sebagai hubungan antar personal. Hubungan interpersonal cenderung lebih baik ketika kedua belah pihak melakukan hal berikut: langsung, hangat, ekspresif, pengungkapan diri, dan relevansi apa yang terjadi di lingkungan pribadi. Selalu saling pengertian positif dan tulus dengan memberikan jawaban pemahaman tertentu, dan selalu bersyukur positif tanpa syarat  dalam percakapan yang tidak menghakimi dan ramah yang tulus satu sama lain melalui penerimaan lisan dan non-verbal Ini adalah debat yang jujur ​, cermat, dan konstruktif tentang mengapa sulit untuk sepakat.

Bagian menurut kegagalan perencanaan yang sempurna merupakan membimbing orang menurut posisi yang diberikan oleh atasan sedemikian rupa sebagai akibatnya dalam akhirnya komunikasi horizontal dan vertikal pada organisasi gagal. Untuk meringankan syarat ini, disarankan untuk merencanakan penempatan orang-orang dalam organisasi  berdasarkan keterampilan yang diakui oleh orang-orang dalam organisasi.

Baca Juga: Manajemen Komunikasi pada Keluarga dengan Status Sosial Rendah

Kegagalan untuk membersihkan hubungan organisasi menyebabkan kecemburuan, perdebatan, kecemasan, inefisiensi, dan pengabaian tanggung jawab daripada kegagalan organisasi lain. Untuk itu, diperlukan individu yang dapat berperan sebagai jembatan untuk menyelesaikan situasi beku komunikasi horizontal dan vertikal antara rekan kerja.

Dari paparan di atas disimpulkan bahwa komunikasi yang baik menjadi jembatan dalam berorganisasi antara anggota dengan pemimpin maupun sebaliknya. Apabila komunikasi kurang baik menyebabkan permasalahan-permasalahan yang perlu diselesaikan oleh pemimpin.

Faiza Hanna Safitri
Mahasiswa Universitas Sebeleas Maret

Editor: Diana Pratiwi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI