Kucing Muntah Rumput: Normal atau Bahaya?

kucing muntah rumput apakah bahaya
Kucing Muntah Rumput: Normal atau Bahaya? (Gambar: istockphoto.com)

Untuk sebagian besar pemilik kucing, melihat kucing memakan rumput dan kemudian memuntahkannya bisa menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran. Perilaku ini bukan hanya dilakukan oleh kucing yang sering berkeliaran di luar rumah, tetapi juga oleh kucing rumahan yang menemukan tanaman di dalam rumah.

Walaupun tampak aneh mengingat kucing adalah hewan karnivora, perilaku tersebut merupakan hal yang umum ditemukan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kucing makan rumput dan muntah, ini bukan tanda bahwa kucing tersebut sakit. Banyak faktor yang mendasari hal ini, seperti insting, kebiasaan, dan reaksi tubuh.

Namun, pemilik kucing juga harus hati-hati dan menjaga batas normal. Kucing yang muntah berlebihan dan diikuti gejala lain bisa saja menandakan masalah kesehatan yang lebih serius.

Alasan Kucing Mengonsumsi Rumput

Hasil penelitian Hart dkk. (2021) mendapati bahwa kebiasaan kucing yang kerap mengonsumsi tanaman, seperti rumput adalah hal yang sangat wajar.

Sebagian besar kucing tampak dalam kondisi normal sebelum mengonsumsinya, dengan kata lain, perilaku ini tidak menjadi tanda bahwa kucing mengalami penyakit. Kebiasaan ini lebih kepada insting kucing yang bertujuan untuk menjaga saluran pencernaannya.

Kucing makan rumput sebenarnya bukan kebiasaan baru. Perilaku ini sudah ada sejak nenek moyang mereka hidup di alam liar. Secara alami, kucing memiliki kecenderungan untuk menyingkirkan benda-benda yang sulit dicerna dari saluran pencernaan, seperti bulu yang tertelan saat grooming.

Rumput dapat merangsang refleks muntah sehingga membantu proses pengeluaran tersebut, sehingga banyak ahli menganggapnya sebagai mekanisme pembersihan diri yang alami.

Selain karena naluri, kucing juga bisa makan rumput karena kandungan serat kasarnya dapat merangsang pergerakan usus. Pada beberapa kucing, ini membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang ada di perut.

Ada juga yang melakukan ini karena hanya tertarik dengan tekstur atau rasa dari rumput tertentu. Meskipun tidak semua kucing menunjukkan perilaku ini, memakan rumput pada kucing tetap dianggap wajar asalkan tidak berlebihan.

Baca Juga: Mitos atau Fakta: Memelihara Kucing Menyebabkan Kemandulan

Mekanisme Muntah Setelah Mengonsumsi Rumput

Saat kucing memakan rumput, serat kasar dalam rumput akan merangsang lapisan lambung dan memicu refleks muntah.

Reaksi ini terjadi karena kucing tidak memiliki enzim untuk memecah selulosa sehingga rumput sulit dicerna dan tubuh menganggapnya sebagai zat yang perlu dikeluarkan. Reaksi ini biasanya menyebabkan kucing muntah rumput relatif cepat setelah memakannya.

Muntah yang terjadi sesudah makan rumput biasanya berfungsi sebagai proses pembersihan bagi tubuh. Rumput dapat membantu mengeluarkan rambut yang tertelan, parasit, atau sisa makanan yang sulit dicerna di lambung, seperti tulang dan bulu.

Kebanyakan kucing tampak merasa lebih baik sesudah hal ini terjadi. Selama hal ini terjadi sesekali dan tidak disertai perubahan perilaku, kondisi ini masih dianggap normal.

Batas Normal Perilaku Kucing yang Mengonsumsi Rumput

Secara umum, perilaku kucing yang sesekali memakan rumput masih dianggap normal. Banyak kucing hanya memakan sedikit rumput, lalu melanjutkan aktivitasnya seperti biasa tanpa menunjukkan tanda ketidaknyamanan.

Selama frekuensinya tidak terlalu sering dan kucing tetap aktif, makan dengan baik, serta tidak mengalami muntah berulang, perilaku ini tidak perlu dikhawatirkan.

Kucing yang memakan rumput dalam batas wajar biasanya hanya melakukannya satu atau dua kali dalam beberapa minggu.

Muntah setelah makan rumput juga masih tergolong normal jika hanya terjadi sesekali dan tidak disertai gejala lain. Perilaku ini umumnya muncul karena naluri alami mereka untuk meredakan rasa tidak nyaman di saluran pencernaannya.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Kucing Peliharaan dan Cara Merawatnya

Meskipun makan rumput dapat dianggap normal, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan oleh pemilik kucing. Kucing bisa saja mengalami gangguan pencernaan atau masalah kesehatan lain jika perilaku ini disertai gejala tertentu. Berikut tanda-tanda yang sebaiknya tidak diabaikan:

1. Muntah yang tidak berhenti disertai cairan aneh

Muntah terus-menerus, berbuih, berdarah, berwarna kuning pekat, atau berbau menyengat dapat menandakan iritasi lambung dan bukan lagi perilaku normal.

2. Diare atau perubahan pola buang air

Gangguan pencernaan, seperti lebih sering buang air besar, pertanda bahwa ada gangguan pada pencernaan kucing.

3. Nafsu makan menurun dan tampak lemas

Jika kucing tampak tidak bersemangat, tidur terlalu banyak, atau menolak makan, segera lakukan pemeriksaan.

4. Mengonsumsi tanaman yang tidak aman

Beberapa tanaman hias berbahaya bagi kucing, misalnya lily dan dieffenbachia serta tanaman yang terkontaminasi zat kimia. Jika kucing muntah setelah mengonsumsi tanaman tersebut, dapat dicurigai kucing teracuni.

Kesimpulan

Sangat normal bagi kucing untuk memakan rumput dan kemudian muntah, karena hal ini membantu mereka membersihkan sistem pencernaannya. Hal ini hanya dianggap abnormal jika terjadi dan disertai gejala lain, seperti lesu, kehilangan nafsu makan, atau diare.

Perubahan perilaku dapat menandakan ada yang tidak beres, dan hal ini perlu diwaspadai. Pemilik harus dapat membedakan antara perilaku normal dan yang memerlukan penanganan, sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat.

Penulis: Frel Zinzerdova Manullang
Mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Udayana (UNUD)

Dosen Pengampu: Eirenne Pridari Sinsya Dewi, S.S., M.Ed.

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Daftar Sumber

Halodoc. (2021, 25 Mei). Inilah Beberapa Jenis Tanaman Beracun untuk Kucing. Diakses pada 26 November 2025, dari https://www.halodoc.com/artikel/inilah-beberapa-jenis-tanaman-beracun-untuk-kucing?srsltid=AfmBOopXIb2BQdrhqrHETZ0_9iCEy7f3dk8UCmD8PpZy4bOW0_GlWIH2

Hanafiah, J. (2022, 19 April). Mengapa kucing suka makan rumput? Diakses pada 24 November 2025, dari https://mongabay.co.id/2022/04/19/mengapa-kucing-suka-makan-rumput/amp/

Hart, B. L., Hart, L. A., Thigpen, A. P., & Willits, N. H. (2021). Characteristics of Plant Eating in Domestic Cats. Animals 2021, 11, 1853.

Jenihansen, R. (2025, 11 Agustus). Menjawab Secara Ilmiah: Mengapa Kucing dan Anjing Makan Rumput? Diakses pada 24 November 2025, dari https://nationalgeographic.grid.id/read/134283218/menjawab-secara-ilmiah-mengapa-kucing-dan-anjing-makan-rumput

Lovejoy, J. (2023, 3 November). Why Do Cats Eat Grass? Diakses pada 25 November 2025, dari https://www.petmd.com/cat/general-health/why-do-cats-eat-grass

Priyambodo, U. (2019, 12 Agustus). Mengapa Kucing Makan Rumput dan Kemudian Memuntahkannya Kembali? Diakses pada 24 November 2025, dari https://kumparan.com/kumparansains/mengapa-kucing-makan-rumput-dan-kemudian-memuntahkannya-kembali-1reMX2Vyt8e/full

Royal Canin. (2018, 20 September). Gejala masalah pencernaan pada kucing Anda. Diakses pada 26 November 2025, dari https://www.royalcanin.com/id/cats/health-and-wellbeing/the-symptoms-of-digestive-problems-in-your-cat

VOI.ID. (2022, 29 Juni). Kenapa Kucing Kadang Makan Rumput? Menurut Studi: Untuk Mengatasi Hairball dan Parasit. Diakses pada 24 November 2025, dari https://voi.id/amp/184580/kenapa-kucing-kadang-makan-rumput-menurut-studi-untuk-mengatasi-hairball-dan-parasit

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses