Melampaui Batas Darat: Memperdalam Integritas Ekonomi Indonesia-PNG

perbatasan indonesia papua nugini
Peta Indonesia dan Papua Nugini (Gambar: OG Indonesia)

Sebagai dua negara berbagi perbatasan darat terpanjang di kawasan, hubungan Indonesia dan Papua Nugini (PNG) sering kali terjebak dalam narasi sempit yang hanya berputar pada isu keamanan perbatasan.

Sementara stabilitas kawasan perbatasan adalah hal yang krusial, fokus yang berlebihan pada pendekatan keamanan justru mengaburkan potensi kolaborasi ekonomi yang jauh lebih strategis dan berjangka panjang.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Sudah waktunya bagi dua negara untuk melampaui batas tersebut dan membangun narasi baru yang berpusat pada integrasi ekonomi.

Potensi yang Terkungkup di Perbatasan

Data dari Bank Dunia (2022) menunjukan gambaran yang kontras sekaligus komplementer. PDB Indonesia mendekati USD 1,3 triliun sementara PDB PNG sekitar USD 31 miliar.

Namun PNG memiliki PDB per kapita (nominal) yang lebih tinggi,sekitar USD 2,900 dibandingkan dengan indonesia yang sekitar usd 4,800 (IMF,2023).

Celah ini, alih-alih menjadi penghalang, justru menciptakan peluang untuk sinergi. Indonesia dapat menjadi pemasok utama barang manufaktur, makanan, dan jasa konstruksi yang terjangkau bagi pasar PNG yang kaya akan sumber daya alam, seperti emas, tembaga, kayu, dan potensi pertanian, dapat menjadi mitra pasokan yang vital.

Sayangnya, potensi itu belum tergarap optimal. Menurut badan pusat statistik (BPS, 2023), nilai perdagangan Indonesia-PNG hanya berkisar pada USD 500 juta-an, jauh di bawah potensi sesungguhnya dan tidak mencerminkan statusnya sebagai negara tetangga langsung.

Bandingkan dengan perdagangan Indonesia-Australia yang telah menembus angka USD 8 miliar.

Rendahnya angka perdagangan ini adalah buah dari minimnya konektivitas dan infrastruktur pendukung di perbatasan, yang selama ini hanya dilihat sebagai garis pemisah, bukan gerbang ekonomi.

Titik Mulai: Dari Energi hingga Konektivitas

Langka strategis untuk memutus siklus ini adalah dengan beralih dari proyek-proyek insidental ke integrasi yang sistematis. Beberapa bidang yang dapat menjadi pionir adalah:

Konektivitas dan Infrastruktur

Pembangunan dan peningkatan jalan perbatasan, seperti ruas Merauke-Sota harus di prioritaskan. Ini bukan hanya untuk patroli, tetapi untuk memastikan urus barang dan jasa lancar.

Konektivitas udara langsung antara Jayapura-Port Moresby juga perlu dihidupkan kembali untuk mendorong mobilitas pebisnis yang dan turis.

Energi dan Sumber Daya Alam

Indonesia dengan pengalaman PT Freeport Indonesia. Dapat menawarkan expertise dalam pengelolaan tambang yang berkelanjutan kerja sama di sektor energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya atau mikrohidro untuk masyarakat perbatasan kedua negara, juga merupakan peluang emas.

Laporan International Renewable Energy Agency (IRENA, 2023) menyebutkan kedua negara memiliki potensi negeri terbarukan terbesar, namun belum tergarap optimal.

Pertanian dan Ketahanan Pangan

Lahan subur di Papua dan PNG dapat menjadi lumbung pangan bersama. Indonesia dapat menjadi lumbung pangan bersama.

Indonesia dapat mengirimkan teknologi pertanian dan bibit unggul, sementara PNG dapat membuka akses pasar.

Kerja sama ini akan meningkatkan ketahanan pangan regional, sebuah isu yang semakin kritis di tengah krisis iklim.

Tantangan dan Jalan Kedepan

Tantangan tentu ada mulai dari birokrasi yang berbelit, perbedaan regulasi, hingga isu keamanan tradisional.

Namun tantangan ini bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan alasan untuk memperkuat koordinasi.

Pemerintah kedua negara perlu segera mempercepat implementasi perjanjian perdagangan yang sudah ada seperti Indonesia-PNG Border Trade Agreement, dengan menyederhanakan prosedur dan pembangunan pos-pos perdagangan terpadu di perbatasan.

Pelibatan swasta dari kedua negara melalui forum bisnis Indonesia-PNG adalah kunci untuk mengidentifikasi peluang yang market-driven.

Pada akhirnya, memperdalam integrasi ekonomi dengan PNG bukan hanya soal mengejar angka perdagangan.

Ini adalah strategi geopolitik yang cerdas. Dengan menjadikan PNG mitra sejahtera, stabilitas kawasan perbatasan akan tercipta dengan sendirinya, didukung oleh kemakmuran bersama.

Momentum Presiden Joko widodo dan PM James Marape untuk memperkuat hubungan bilateral harus kita tangkap dan wujudkan menjadi aksi nyata.

Saatnya kita membayangkan perbatasan bukan sebagai garis terdepan harus dijaga, tetapi sebagai jembatan terdepan menuju kemakmuran bersama di jantung pasifik.

 

Penulis: Desiana Demena
Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, Universitas Cenderawasih

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Referensi

World Bank. (2022). GDP (current US$) – Indonesia, Papua New Guinea. World Bank Data. Diambil dari https://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.MKTP.CD

International Monetary Fund. (2023). World Economic Outlook Database: October 2023. IMF.org. Diambil dari https://www.imf.org/en/Publications/WEO/weo-database/2023/October

Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia Ekspor-Impor 2023. Jakarta: BPS. (Atau: Data interaktif dapat diakses di https://www.bps.go.id/subject/8/ekspor-impor.html)

Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. (2023). Indonesia country brief. DFAT.gov.au. Diambil dari https://www.dfat.gov.au/geo/indonesia/indonesia-country-brief

International Renewable Energy Agency (IRENA). (2023). Renewable Energy Outlook for ASEAN: Towards a Regional Energy Transition (2nd Ed.). Abu Dhabi: IRENA. (Atau, jika tersedia: Laporan khusus tentang Pasifik. Cari di https://www.irena.org/Publications)

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (2020, Oktober 5). Indonesia dan Papua Nugini Perkuat Kerja Sama Perdagangan Perbatasan [Siaran Pers]. Kemlu.go.id. Diambil dari https://kemlu.go.id/portal/id/read/368/berita/indonesia-dan-papua-nugini-perkuat-kerja-sama-perdagangan-perbatasan

The Jakarta Post. (2023, Februari 17). Jokowi, PNG PM Marape agree to strengthen border cooperation. Diambil dari https://www.thejakartapost.com/indonesia/2023/02/17/jokowi-png-pm-marape-agree-to-strengthen-border-cooperation.html

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses