Memahami Ancaman Ransomware: Menghadapi Era Digital yang Penuh Tantangan

Ransomware
Ilustrasi: istockphoto

Pada saat ini, era digital telah menjadi ciri khas bagi kita. Di era digital, kita diberikan akses ke dunia yang lebih terhubung, cepat, dan dinamis. Di balik kemajuan teknologi yang pesat, muncul pula ancaman serius yang menuntut perhatian kita: ransomware.

Dalam opini ini, kita akan membahas apa itu ransomware dan tidak hanya dampak dari serangan ransomware, tetapi juga langkah-langkah yang dapat diambil oleh individu dan organisasi untuk melindungi diri dari ancaman yang merusak ini.

Cara kerja ransomware dalam menjerat korbannya dimulai dengan menginfeksi korban melalui berbagai metode, termasuk surel phishing, situs web yang terinfeksi, atau eksploitasi kelemahan keamanan perangkat lunak.

Setelah berhasil masuk, ransomware akan mengenkripsi data. Jika ransomware berhasil mengenkripsi data, itulah inti dari serangan ransomware. Ransomware menggunakan algoritma enkripsi yang kuat untuk mengunci data pada perangkat, membuatnya tidak dapat diakses tanpa kunci atau kata sandi yang benar.

Apabila berhasil mengenkripsi data korban, pelaku akan menampilkan pesan tebusan yang seringkali berisi ancaman, cara pembayaran tebusan, besaran pembayaran, batas waktu pembayaran, dan ancaman untuk menghapus data jika tebusan tidak dibayar dalam waktu tertentu.

Sebaliknya, terkadang penyerang juga memberikan janji bahwa setelah pembayaran, korban akan menerima kunci dekripsi untuk mengembalikan akses ke data mereka.

Biasanya, pelaku meminta tebusan dalam bentuk mata uang kripto seperti Bitcoin atau mata uang digital lainnya, karena menggunakan mata uang kripto dapat memperumit proses pelacakan pelakunya.

Serangan ransomware juga dapat memiliki dampak yang merusak dan melibatkan berbagai dimensi kehidupan, baik pada tingkat individu, organisasi, maupun masyarakat secara keseluruhan.

Kerugian data berharga, kerusakan finansial, gangguan operasional, dan ketidakpastian keamanan merupakan beberapa dampak utama yang dapat terjadi akibat serangan ini. Berikut adalah beberapa dampak yang umumnya dihasilkan oleh serangan ransomware:

1. Kehilangan Data Pribadi

Enkripsi data yang disebabkan oleh ransomware dapat mengakibatkan kehilangan data pribadi, termasuk dokumen pribadi, file bisnis, atau informasi sensitif lainnya.

Adapun dalam beberapa kasus, apabila data yang sudah dienkripsi oleh ransomware ada kemungkinan data tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya, terutama jika tebusan tidak dibayar.

2. Kerugian Kepercayaan Pelanggan

Organisasi yang menjadi korban serangan ransomware dapat mengalami kerugian kepercayaan dari pelanggan dan mitra bisnis. Pelanggan juga mungkin akan kehilangan kepercayaan atau keyakinan terhadap kemampuan organisasi untuk melindungi data mereka, yang dapat mempengaruhi hubungan jangka panjang.

3. Gangguan Operasional

Serangan ransomware juga dapat mengakibatkan gangguan operasional yang serius. Dikarenakan bisnis atau organisasi yang menjadi korban mungkin harus menangguhkan operasi normal mereka, menghentikan layanan, atau bahkan menutup sementara waktu untuk memulihkan sistem dan data yang terkena dampak.

4. Dampak Psikologi

Serangan ransomware juga bisa berdampak pada psikologi seseorang. Stres, kecemasan, dan kekhawatiran tentang keamanan data dapat memengaruhi kesejahteraan mental bagi seseorang yang terlibat.

Melindungi diri dari ancaman serangan ransomware memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup langkah-langkah teknis, kebijakan keamanan, serta peningkatan kesadaran pengguna. Penting adanya salinan cadangan yang teratur, pembaruan keamanan, dan implementasi firewall yang kuat.

Langkah-langkah pencegahan atau perlindungan yang bisa kita lakukan apabila terkena serangan ransomware adalah menjaga keamanan sistem dengan tindakan-tindakan tersebut.

Prinsip yang harus digunakan dalam menghadapi serangan ransomware adalah prinsip Zero Trust, yang artinya menekankan pentingnya memverifikasi identitas dan hak akses setiap pengguna atau perangkat.

Sementara itu, pendidikan kesadaran keamanan membantu mengurangi risiko serangan phishing dan rekayasa sosial. Penggunaan filter surel dan konten juga dapat menjadi barikade yang efektif terhadap serangan phishing.

Menerapkan semua langkah-langkah tersebut, individu dan organisasi dapat meningkatkan ketangguhan mereka terhadap serangan ransomware. Kesadaran dan praktik keamanan yang baik dapat membentuk lapisan pertahanan yang kuat dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Penulis: Dicky Akbar Syah Putra
Mahasiswa S1 Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI