Kesehatan yang baik tidak terbentuk dalam satu waktu, melainkan melalui proses yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Kesadaran akan pentingnya kesehatan perlu ditanamkan sejak masa kehamilan, dilanjutkan pada masa kanak-kanak, remaja, hingga usia lanjut.
Konsep inilah yang dikenal sebagai pendekatan life course, yaitu pendekatan kesehatan yang memandang setiap tahap kehidupan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kesehatan seseorang di masa depan.
Pendekatan tersebut menjadi dasar pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) II mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Pekalongan di Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang pada bulan Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil identifikasi masalah kesehatan masyarakat yang dilakukan pada PBL I. Berdasarkan hasil pengkajian, masih ditemukan kebutuhan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait gizi, kesehatan reproduksi, perilaku hidup sehat, serta kesehatan pada kelompok usia lanjut.
Sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mahasiswa melaksanakan serangkaian kegiatan edukasi yang menyasar berbagai kelompok usia. Kegiatan pertama dilaksanakan pada 8 Mei 2026 melalui program “Ibu Sehat Bayi Kuat” yang ditujukan kepada ibu hamil di Desa Tambahrejo.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, kebutuhan zat gizi esensial, serta pencegahan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Tidak hanya ibu hamil, anggota keluarga terutama suami juga dilibatkan sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan janin.

Selanjutnya, pada 11 Mei 2026, mahasiswa melaksanakan program “Isi Piringku, Sehat Badanku” di TK Bhineka. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep gizi seimbang kepada anak-anak usia dini melalui video edukatif, poster, dan permainan interaktif.
Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak diajak mengenal berbagai jenis makanan sehat dan memahami pentingnya pola makan bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Perhatian terhadap kesehatan juga diberikan kepada kelompok remaja melalui program “Teen Talk: Healthy and Safety” yang dilaksanakan pada 12 Mei 2026 di SMK NU Bandar.
Kegiatan ini membahas berbagai isu kesehatan yang relevan dengan kehidupan remaja, seperti kesehatan reproduksi, keselamatan berlalu lintas, serta pencegahan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang berlangsung menunjukkan tingginya minat peserta terhadap informasi kesehatan yang disampaikan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan program “Golden Smile Gathering” pada 16 Mei 2026 yang ditujukan kepada kelompok lansia di Dukuh Cinde, Desa Tambahrejo.
Melalui kegiatan stretching ringan bersama dan edukasi mengenai pemanfaatan minuman herbal sehat, para lansia diajak untuk tetap aktif menjaga kesehatan fisik dan menerapkan pola hidup sehat.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap sesi kegiatan serta berbagai pertanyaan yang diajukan terkait manfaat bahan herbal bagi kesehatan.

Pelaksanaan keempat kegiatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan akan lebih efektif apabila dilakukan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok usia.
Setiap fase kehidupan memiliki tantangan kesehatan yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan yang berbeda pula. Melalui pendekatan life course, intervensi kesehatan tidak hanya berfokus pada satu kelompok masyarakat, tetapi mencakup seluruh tahapan kehidupan secara terintegrasi.
Kegiatan ini juga membuktikan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dukungan perangkat desa, kader kesehatan, tenaga pendidik, keluarga, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Kolaborasi tersebut menjadi modal berharga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat.
Pada akhirnya, upaya membangun masyarakat sehat tidak cukup hanya dilakukan ketika seseorang sakit. Investasi kesehatan perlu dimulai sejak masa kehamilan, diperkuat pada masa kanak-kanak dan remaja, serta dipertahankan hingga usia lanjut.
Melalui edukasi kesehatan berbasis life course, Desa Tambahrejo menunjukkan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi fondasi bagi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas di masa depan.
Penulis
– Andintya Agustin
– Dewinda Ratu El Fatika
– Novia Riski Ramadina
– Nayla Az Zahra
– Deska Ayunda Cahyarani
– Atut Indah Chosyiyah
– Aulia Shidiq Nugroho
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pekalongan
Dosen Pengampu: Ristiawati, S.KM., M.Kes
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












