Pengagan, daun kaki kuda atau antanan (Centella asiatica) merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di Perkebunan, ladang, sebagai tanaman sayur yang penyebarannya yang sangat luas. Serta, tanaman ini berasal dari daerah Asia tropic seperti Indonesia.
Pegagan biasanya dimanfaatkan sebagai obat, lalapan maupun dibuat jus. Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit (misalnya kelainan penyembuhan luka), gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah.
Tanaman pegagan banyak ditemukan di daerah Temanggung, tetapi masyarakat belum mengetahui manfaat dari tanaman pegagan terutama untuk mengobati hipertensi. Kebanyakan penderita hipertensi memilih membeli obat di apotik atau warung terdekat. Tanaman pegagan dianggap sebagai rumput yang menganggu.
Pegagan adalah tanaman herbal yang panjangnya 10-80 cm dan manjalar di atas permukaan tanah. Pegagan juga bisa digunakan sebagai peluruh air seni atau penurun tekanan darah secara tradisional (Nurrahmanto et al., 2021).
Kandungan yang ada di dalam daun pegagan yang digunakan untuk mengatasi resiko perfusi cerebral tidak efektif yaitu quarsentin, flanavoid, triterpenoid dan glikosida. Quarsentin juga berfungsi untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Fungsi flanavoid yaitu sebagai pigmen warna, fungsi patologi, dan aktivasi farmakologi. Triterpenoid bermanfaat untuk meningkatkan revitalisasi pembuluh darah yang berguna untuk melancarkan pembuluh darah menuju otak. Glikosida yang ada di dalam daun dan tangkai daun memiliki efek anti inflamasi dan antikeloid (Sutardi, 2017).
Baca juga: Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) terhadap Kulit Berjerawat
Kulit merupakan salah satu bagian organ paling luar yang melapisi seluruh permukaan tubuh makhluk hidup dan juga berfungsi untuk melindungi dari pengaruh luar. Kulit sangat memerlukan perlindungan dan untuk menjaga kesehatannya terutama pada kulit wajah.
Yang ada dasarnya setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda-beda dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebiasaan gaya hidup dan juga hormon. Ada banyak jenis kulit yang harus diberikan perawatan khusus yaitu kulit kering, berminyak, normal, berjerawat, dan juga kombinasi.
Salah satu permasalahan yang paling banyak dijumpai pada kulit dikalangan remaja adalah gangguan jerawat. Jerawat merupakan kondisi dimana kulit sedang dalam keadaan yang tidak normal yang ditandai dengan kulit yang meradang dan adanya infeksi pada kelenjar minyak manusia.
Di mana penyebab umum tumbuhnya jerawat pada kulit manusia yaitu adanya perubahan hormonal, genetik, siklus menstruasi, stress, aktifitas kelenjar sebasea yang hiperaktif, kebersihan, makanan, hingga penggunaan kosmetik yang bisa merangsang kelenjar minyak di kulit.
Jerawat disebabkan oleh penyumbatan pori-pori kulit sehingga sekresi minyak pada kulit menjadi terhambat dan kemudian membesar hingga mengering dan terbentuknya jerawat. Kulit juga membutuhkan asupan nutrisi agar kesehatannya tetap terjaga.
Adapun penyebab lainnya yang sering adalah infeksi bakteri mendominasi terjadinya permasalahan jerawat selain karena flora normal pada bagian kulit.
Propionibacterium acne dan Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang umum menginfeksi jerawat atau pada bagian kulit, Sampai saat ini, belum ada penanganan jerawat yang paling tepat. Pemberian antibiotik terbukti lebih efektif untuk mengatasi jerawat, namun resistensi antibiotik yang semakin meluas menjadi masalah penting diseluruh dunia.
Untuk mencegah adanya jerawat, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar tidak ingin terkena jerawat yaitu:
- Jangan menyentuh wajah secara berlebihan karena dengan menyentuh secara berlebihan dengan tangan yang kotor atau tidak bersih dapat menyebabkan penumpukan bakteri dan kotoran dikulit, yang dapat memicu jerawat, jadi cobalah untuk tidak menyentuh wajah kecuali Ketika ingin membersihkannya.
- Jangan memencet atau memerah jerawat karena dapat menyebabkan peradangan yang lebih parah, meninggalkan bekas luka, atau bahkan menyebarkan infeksi ke area lain di wajah.
- Hindari penggunaan produk berbasis minyak karena dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat, pilihlah produk yang bersifat non-komedogenik yang dirancang khusus untuk tidak menyumbat pori-pori.
- Jangan tidur dengan menggunakan makeup karena dapat menyumbat pori-poridan meningkatkan resiko terjadinya jerawat.
- Hindari paparan sinar matahari yang berlebihan karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan menyebabkan peningkatan produksi minyak, yang dapat menyebabkan jerawat.
- Hindari stress yang berlebihan karena stress dapat memicu perubahan hormonaldalam tubuh, yang dapat meningkatkan risiko terkena jerawat, cari cara agar tidak stress seperti olahraga, meditasi, atau melakukan hobi yang menyenangkan, dan
- Jangan menggunakan produk perawatan kulit yang terlalu keras atau iritan seperti alcohol dapat mengiritasi kulit dan dapat memicu jerawat, Jadi pilihlah produk yang cocok.
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin menggunakan produk dengan kandungan centella asiatica yaitu:
- Pada tipe kulit yang berminyak, perlu menghindari produk centella asiatica yang berbentuk krim yang sifatnya berat untuk kulit.
- Pada tipe kulit sensitive, bisa memakai centella asiatica dalam bentuk pelembab atau serum, karena kulit dapat menyerap kedua produk ini dengan lebih baik dibandingkan produk lain yang harus dibersihkan, misalnya masker, sementara bila kulit anda sering tampak kemerahan atau mengalami breakout, ada baiknya menggunakan centella asiatica dengan rutin untuk mempercepat pemulihan.
- Tingkat kekentalam produk, agar manfaat kandungannya lebih maksimal, bisa gunakan produk perawatan wajah berbahan Centella asiatica secara berurutan berdasarkan tekstur dan kekentalan. Produk dengan tekstur yang lebih cair bisa dipakai terlebih dahulu. Untuk produk yang lebih kental, bisa menggunakannya di akhir atau sebelum tabir surya.
Ada beberapa mekanisme kerja pegagan yaitu yang pertama stimulasi produksi kolagen, Di mana senyawa-senyawa aktif yang ada didalam pegagan diyakini dapat merangsang produksi kolagen, protein strukturalutama dalam jaringan ikat, Ini bermanfaat untuk memperbaiki kerusakan jaringan, termasuk luka.
Lalu yang kedua ada efek anti inflamasi, di mana daun pegagan ini memiliki sifat anti-inflamasi yang telah ditunjukkan dalam penelitian, dan dapat membantu mengurangi peradangan pada berbagai kondisi, seperti arthritis dan penyakit kulit inflamasi.
Yang ketiga ada efek antioksidan, Dimana senyawa-senyawa dalam pegagan juga memiliki aktivitas antioksidan, tang dapat membantu melawan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dalam tubuh, Ini dapat membantu melindungi sel-sel dari stress oksidatif dan penuaan.
Yang keempat ada perbaikan peredaran darah, yang Dimana pegagan ini telah diteliti karena potensinya dalam meningkatkan peredaran darah, dan bermanfaat dalam mengurangi pembengkakan dan mempercepat penyembuhan luka.
Yang kelima ada efek neuroprotektif, Di mana beberapa penelitian menunjukkan bahwa pegagan mungkin memiliki efek neuroprotektif, yang berarti dapat membantu melindungi sel-sel saraf dari kerusakan dan meningkatkan fungsi kognitif.
Dan yang terakhir ada efek anti-mikroba Dimana senyawa-senyawa dalam pegagan ini juga telah menunjukkan aktivitas anti-mikroba, yang dapat membantu melawan infeksi kulit dan luka.
Penulis: Nabila Dwi Rajani Siswanto
Mahasiswa S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Padang
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












