Proyek Bendungan Raksasa Picu Kontroversi: Antara Kebutuhan Air dan Hilangnya Lahan Masyarakat

Wadas
Foto: MNC Media.

Proyek pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia, telah memicu kontroversi yang berkepanjangan.

Bendungan ini diklaim sebagai proyek strategis nasional yang akan menyediakan air untuk irigasi, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan penyediaan air bersih. Namun, proyek ini juga menuai kritik karena akan mengakibatkan hilangnya lahan dan tempat tinggal bagi masyarakat di Desa Wadas.

Kebutuhan Air

Pembangunan Bendungan Bener bertujuan untuk mengatasi krisis air di Jawa Tengah. Di musim kemarau, banyak daerah di Jawa Tengah mengalami kekeringan yang parah.

Bacaan Lainnya
DONASI

Hal ini menyebabkan gagal panen, krisis air bersih, dan berbagai masalah lainnya. Bendungan Bener diharapkan dapat menampung air hujan dan mendistribusikannya ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Hilangnya Lahan Masyarakat Wadas

Masyarakat Desa Wadas menentang pembangunan Bendungan Bener karena proyek ini akan mengakibatkan hilangnya lahan dan tempat tinggal mereka.

Desa Wadas merupakan desa kecil yang dikelilingi oleh pegunungan dan hutan. Masyarakat di desa ini hidup dari bertani dan berkebun. Pembangunan bendungan akan menenggelamkan sebagian besar desa dan memaksa masyarakat untuk pindah ke tempat lain.

Kontroversi dan Kritik

Proses penggusuran masyarakat Desa Wadas telah diwarnai dengan berbagai kontroversi dan kritik. Masyarakat Wadas merasa bahwa mereka tidak dilibatkan secara memadai dalam proses pengambilan keputusan terkait proyek bendungan.

Mereka juga merasa bahwa ganti rugi yang ditawarkan oleh pemerintah tidak adil dan tidak cukup untuk mengkompensasi hilangnya lahan dan tempat tinggal mereka.

Baca Juga: Mahasiswa FIKOM UC bersama WADAS Beri Wadah untuk Mengenal UU Cipta Kerja melalui Perspektif Ilmu Hukum dan Ilmu Komunikasi

Penanganan Pemerintah

Pemerintah Indonesia telah berusaha untuk menyelesaikan kontroversi terkait proyek Bendungan Bener. Pemerintah telah menawarkan ganti rugi kepada masyarakat Wadas dan berjanji untuk membangun kembali desa mereka di tempat lain.

Namun, masyarakat Wadas tetap menolak tawaran tersebut dan bersikeras untuk mempertahankan tanah dan rumah mereka.

Masa Depan Proyek Bendungan Bener

Masa depan proyek Bendungan Bener masih belum jelas. Pemerintah masih berusaha untuk menyelesaikan kontroversi dengan masyarakat Wadas. Jika kontroversi ini tidak dapat diselesaikan, proyek bendungan mungkin akan ditunda atau bahkan dibatalkan.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Proyek Bendungan Bener memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Dampak sosialnya termasuk hilangnya lahan dan tempat tinggal bagi masyarakat Wadas, serta relokasi masyarakat ke tempat lain. Dampak ekonominya termasuk hilangnya mata pencaharian masyarakat Wadas, serta potensi kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Rempang Eco City: Ladang Investasi atau Luka bagi Negeri?

Kesimpulan

Proyek Bendungan Bener merupakan proyek yang kompleks dengan berbagai dampak sosial dan ekonomi. Penting untuk mempertimbangkan semua aspek proyek ini sebelum mengambil keputusan terkait kelanjutan proyek.

Penulis: Rizky Hidayat
Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Inbound Administrasi Publik FISIP Universitas Sriwijaya

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.