Urbanisasi Pembangunan Berkelanjutan di Kota dan di Desa

Urbanisasi
Urbanisasi

Perkembangan ekonomi dan kemajuan teknologi telah mendorong terjadinya mobilitas penduduk yang tinggi, terutama dari daerah pedesaan menuju kawasan perkotaan dalam mencari peluang hidup yang lebih baik.

Maraknya pembangunan di kota-kota besar di Indonesia dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Sebagai dampaknya, kota-kota tersebut akan menjadi magnet bagi penduduk untuk berdatangan mencari pekerjaan dan bertempat tinggal. Hal ini sering disebut dengan urbanisasi.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Namun urbanisasi ini menimbulkan berbagai macam masalah karena tidak ada pengendalian di dalamnya. Masalah inilah yang dihadapi Negara Indonesia saat ini yaitu pertumbuhan konsentrasi penduduk yang tinggi.

Lebih buruk lagi, hal ini tidak diikuti dengan kecepatan yang sebanding dengan perkembangan industrialisasi. Masalah ini akhirnya menimbulkan fenomena yaitu urbanisasi berlebih.

Urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota, telah menjadi fenomena global yang mempengaruhi dinamika pembangunan di kedua wilayah tersebut.

Di Indonesia, urbanisasi berkembang pesat dengan sekitar 56% penduduk tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Fenomena ini membawa dampak signifikan terhadap kualitas lingkungan dan sosial, baik di perkotaan maupun pedesaan.

Baca juga: Urbanisasi dan Tantangan Pangan di KalTim: Dampak Pindahnya Ibukota ke IKN Nusantara

Dampak Urbanisasi di Perkotaan

Peningkatan jumlah penduduk di kota akibat urbanisasi seringkali melebihi kapasitas infrastruktur yang tersedia, menyebabkan berbagai permasalahan seperti:

1. Permukiman Kumuh: Banyak pendatang yang tidak mampu membeli atau menyewa tempat tinggal layak, sehingga mendirikan pemukiman di area ilegal seperti bantaran sungai atau jalur hijau. Hal ini berkontribusi pada munculnya permukiman kumuh yang rentan terhadap bencana dan minim fasilitas dasar.

2. Polusi dan Degradasi Lingkungan: Konversi lahan hijau menjadi area perumahan dan industri meningkatkan emisi gas rumah kaca, polusi udara, dan penurunan kualitas air. Degradasi ekosistem ini berdampak pada penurunan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

3. Masalah Sosial: Urbanisasi juga memicu peningkatan pengangguran, kemacetan lalu lintas, dan kriminalitas di kota besar. Over Populasi dan urban sprawl memperburuk kondisi ini, menuntut penanganan yang komprehensif.

Baca Juga: PHK Massal di Indonesia: Apakah Pemerintah Sudah Melakukan yang Terbaik?

Dampak Urbanisasi di Pedesaan

Sementara itu, desa-desa menghadapi tantangan akibat migrasi penduduk ke kota, seperti:

1. Kekurangan Tenaga Kerja Produktif: Sebagian besar yang berurbanisasi adalah kaum muda, menyebabkan desa kehilangan sumber daya manusia yang produktif. Hal ini menghambat pembangunan desa dan menurunkan produktivitas sektor pertanian.

2. Stagnasi Pembangunan: Dengan berkurangnya penduduk, terutama yang berpendidikan, desa mengalami kesulitan dalam mengembangkan infrastruktur dan layanan dasar, memperlambat laju pembangunan.

Strategi Pembangunan Berkelanjutan

Untuk mengatasi dampak negatif urbanisasi dan mendorong pembangunan berkelanjutan, diperlukan pendekatan terpadu yang mencakup:

1. Pemerataan Pembangunan: Meningkatkan pembangunan di pedesaan dengan menyediakan infrastruktur dasar, fasilitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang memadai. Hal ini dapat mengurangi dorongan migrasi ke kota dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

2. Pengelolaan Lingkungan: Di perkotaan, diperlukan kebijakan yang mendukung pengembangan ruang terbuka hijau, pengelolaan limbah yang efektif, dan pengendalian polusi untuk menjaga kualitas lingkungan.

3. Pemberdayaan Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan, baik di kota maupun desa, untuk memastikan kebutuhan dan aspirasi mereka terpenuhi.

4. Desentralisasi Industri: Mendorong investasi dan pengembangan industri di daerah pedesaan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi tekanan urbanisasi di kota besar.

5. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Menyediakan pelatihan dan pendidikan yang relevan bagi penduduk desa untuk meningkatkan keterampilan mereka, sehingga dapat berkontribusi lebih efektif dalam pembangunan lokal.

Baca Juga: Deflasi Mempengaruhi Daya Beli Masyarakat dan Berdampak untuk Semua Kalangan

Dengan implementasi strategi-strategi tersebut, diharapkan urbanisasi dapat dikelola secara efektif, sehingga mendukung pembangunan berkelanjutan yang seimbang antara perkotaan dan pedesaan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan tujuan ini.

Penulis: Khairunnisa Faadiyah Yasin 
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Malang

Editor: Anita Said
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Daftar Pustaka

Hidayanti, I. (2021). Urbanisasi dan Dampak Sosial di Kota Besar Indonesia. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial213(4).

Ischak, I. (2001). Urbanisasi dan Dampaknya terhadap Lingkungan. Humaniora13(3), 275-283.

Rahadian, A. H. (2016, February). Strategi pembangunan berkelanjutan. In Prosiding Seminar STIAMI (Vol. 3, No. 1, pp. 46-56).

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses