Dampak dari Kecerdasan Buatan (AI)

AI
Ilustrasi: istockphoto

Seiring dengan perkembangan zaman yang terus maju, penggunaan teknologi semakin berkembang. Teknologi yang terus bekembang pesat selalu membuat inovasi baru disetiap eranya. Salah satu contohnya yaitu dengan adanya AI.

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, telah menjadi salah satu inovasi teknologi yang sangat menonjol. Kecerdasan buatan ini telah membantu dalam memecahkan masalah yang sulit dan kompleks, memberikan solusi cerdas dalam berbagai bidang, dan bahkan telah menjadi salah satu pendorong utama revolusi industri keempat, yang dikenal sebagai Industri 4.0.

Meskipun AI telah membawa banyak manfaat dan kemudahan, ada juga dampak baik serta buruk yang perlu diperhatikan.

Artikel ini membahas dampak-dampak dari kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai konteks, termasuk potensi risiko etika, keamanan data, dan penggantian pekerjaan manusia.

Selain itu, analisis ini akan fokus pada bagaimana penerapan kecerdasan buatan menimbulkan tantangan terhadap privasi pribadi dan kemungkinan dampak sosial akibat akses yang tidak setara terhadap teknologi. Sumber daya dan peraturan yang tepat perlu diterapkan untuk mengelola dampak ini secara efektif.

Penerapan kecerdasan buatan (AI) memiliki dampak baik dan buruk pada risiko etika dan keamanan data. Regulasi dan etika dalam penggunaan teknologi AI dapat membantu memastikan bahwa teknologi AI digunakan untuk kepentingan yang baik dan tidak merugikan masyarakat.

Dampak negatif dari penggunaan AI yaitu dapat memanipulasi untuk mempengaruhi opini publik atau menyebarkan informasi palsu, membuat keputusan otomatis yang dapat menciptakan bias dan diskriminasi.

Kemampuan AI dalam bidang pekerjaan dapat membantu dalam otomatisasi tugas-tugas rutin yang biasa dilakukan oleh manusia. Hal ini menghadirkan tantangan dalam penyesuaian tenaga kerja dengan perubahan teknologi. Penggunaan mesin cerdas dan robot dapat digunakan dalam berbagai sektor ekonomi, seperti manufaktur, logistik, layanan pelanggan, keuangan, transportasi, dan banyak lagi.

Sebagai contoh, pabrik otomotif dapat menggunakan robot untuk merakit mobil, gudang dapat menggunakan otomatisasi untuk mengelola persediaan, dan chatbot AI dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan pelanggan.

Penggunaan kecerdasaan buatan dalam pengumpulan dan analisis data menimbulkan tantangan privasi. AI memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data yang tidak terbatas, dan menghubungkan data pribadi dari berbagai sumber, termasuk media sosial, perangkat pintar, dan sistem penjualan.

Peretasan data pribadi merupakan dampak paling nyata dari pelanggaran privasi, data seperti alamat, nomor telepon, informasi finansial, penipuan atau pemerasan dan riwayat medis sekalipun dapat digunakan untuk tujuan yang tidak sah.

Selain itu, penggunaan AI yang berlebihan dapat membuat manusia menjadi bergantung kepada AI. Ketergantungan manusia terhadap AI dapat memiliki dampak negatif yang luas. Salah satu aspek yang paling jelas adalah hilangnya keterampilan manusia dalam beberapa tugas atau pengetahuan.

Sebagai contoh, dengan bantuan dari chat-gpt, banyak orang mungkin merasa malas untuk belajar, karena dengan menggunakan chat-gpt sudah dapat menjawab setiap persoalan yang ditanyakan.

Artikel ini bertujuan untuk membantu mengurangi dampak buruk kecerdasan buatan (AI) dan mencegah potensi risiko yang mungkin timbul serta meningkatkan pemahaman tentang tantangan yang dihadapi dengan mengetahui dampak-dampak dari kecerdasan buatan dalam berbagai aspek, dan mendorong upaya kolektif untuk memecahkan masalah tersebut guna memastikan pengembangan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Penulis:
1. Assyam Aditya A. S. (2103035016)
2. Nazhif Akmal Dzikri (2103035002)

Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI