Sebagai bentuk nyata sinergi antara dunia akademis dan sektor industri, Nawra Fazilatus, seorang mahasiswi program studi Psikologi Universitas Brawijaya, berhasil merampungkan rangkaian proyek strategis selama melaksanakan program magang di Departemen HCGA (Human Capital and General Affairs) PT Sugity Creatives.
Dalam program yang berlangsung intensif ini, Nawra diberikan kepercayaan penuh untuk mengelola instrumen krusial dalam operasional Human Resources (HR), dengan fokus utama pada manajemen pelatihan (training) bulanan bagi karyawan baru serta penguatan administrasi kepersonaliaan.
Akurasi Administrasi dan Manajemen Logistik Pelatihan

Pengalaman profesional Nawra diawali dengan tanggung jawab melakukan fiksasi data partisipan sebelum pelaksanaan kick-off training. Langkah ini menuntut ketelitian tinggi guna memastikan seluruh data peserta terverifikasi dengan akurat, termasuk melakukan pemisahan kategorisasi antara karyawan baru korporat serta mahasiswa praktikan yang terdaftar dalam program Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang industri.
Baca juga: Era Digital, Bengkel Manufaktur Lokal: Peluang Emas atau Tantangan Baru?
Setelah tahap fiksasi data selesai, Nawra mengelola penyusunan serta penyiapan seluruh pemenuhan administrasi wajib. Dokumen-dokumen tersebut mencakup lembar presensi harian pelatihan, distribusi buku panduan resmi (handbook) untuk operasional karyawan baru, hingga pengadaan lembar logbook aktivitas khusus bagi peserta PKL.
Selain aspek administratif, ia juga terlibat langsung dalam manajemen logistik kepersonaliaan melalui pendistribusian seragam kerja resmi PT Sugity Creatives—sebuah proses simbolis yang menandai resminya integrasi identitas karyawan ke dalam organisasi.
Pembaruan Evaluasi Kompetensi Peserta dan Pengawasan Modul
Berbekal latar belakang keilmuan Psikologi, Nawra mengimplementasikan metode pengukuran efektivitas pelatihan secara komprehensif melalui distribusi instrumen pretest dan posttest. Tidak hanya bertindak sebagai fasilitator ujian, Nawra juga memperoleh kepercayaan dari manajemen Human Capital.
Di situ, ia melakukan pembaruan (update) komparatif terhadap seluruh soal dan bobot indikator penilaian pada pretest maupun posttest tersebut agar senantiasa relevan dengan dinamika serta standar mutu industri terkini.
Selama rangkaian pelatihan berlangsung, Nawra bertanggung jawab penuh atas pengawasan dan mitigasi jalannya seluruh sesi kelas guna memastikan proses transfer pengetahuan berjalan kondusif hingga hari terakhir. Adapun kurikulum pelatihan intensif yang dikawal oleh Nawra mencakup ragam kompetensi lintas sektoral, antara lain:
-
Company Profile & BASIC MAP
-
Panduan Karyawan Baru
-
Safety, Fire & Environment (K3 dan Pengelolaan Lingkungan)
-
Financial Planning (Perencanaan Keuangan), dan sebagainya.
Pada tahap pasca-pelatihan, ia melakukan rekapitulasi serta analisis kuantitatif terhadap perbandingan nilai pretest dan posttest. Hasil rekapitulasi data perkembangan kompetensi ini diserahkan kepada tim HC PT Sugity Creatives sebagai indikator objektif keberhasilan program sekaligus bahan evaluasi kebijakan pelatihan mendatang.
Eksplorasi Praktik Lanjutan HR dan Internalisasi Budaya Kerja Jepang
Selain fokus pada pengelolaan training, program magang ini memberikan kesempatan luas bagi Nawra untuk mendalami fungsi operasional HR secara menyeluruh (End-to-End HR Process).
Ia terlibat aktif dalam pelaksanaan asesmen dan penilaian performa kerja guna menentukan predikat Best Employee, berpartisipasi dalam alur taktis proses rekrutmen dan seleksi kandidat, hingga mempelajari sistem pengelolaan proyeksi kebutuhan tenaga kerja (manpower planning).
Sisi tata kelola keuangan kepersonaliaan juga diperdalam melalui tanggung jawab melakukan rekapitulasi berkala atas alokasi uang saku bagi seluruh anggota magang di perusahaan.
Melalui interaksi profesional yang konstan di PT Sugity Creatives, Nawra menginternalisasi budaya kerja adaptif khas perusahaan Jepang (Japanese Corporate Culture). Ia mempelajari implementasi kedisiplinan tinggi, tata cara komunikasi korporat yang terstruktur, serta penanaman budaya Safety (K3) yang ketat sebagai pilar utama operasional manufaktur otomotif.
Pengalaman komprehensif ini tidak hanya mematangkan kompetensi teknis (hard skills) Nawra di bidang Human Resource Management, melainkan juga membentuk kesiapan mental dan profesionalismenya sebagai calon praktisi Psikologi Industri dan Organisasi yang siap berkontribusi di kancah industri nasional maupun global.
Penulis: Nawra Fazilatus
Mahasiswa Program Studi Psikologi, Universitas Brawijaya
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













