Efektivitas Program Pelatihan dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan: A Hybrid Systematic Literature Review and Bibliometric Analysis

Efektivitas Program Pelatihan Karyawan

 Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan dan tren penelitian terkait efektivitas program pelatihan dalam meningkatkan kinerja karyawan melalui pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari berbagai basis data internasional dengan total 2.331 artikel yang diidentifikasi. Setelah melalui proses penyaringan dan penilaian kelayakan, sebanyak 486 studi dinyatakan memenuhi kriteria dan dimasukkan dalam tinjauan akhir. Proses seleksi dilakukan menggunakan metode PRISMA untuk memastikan relevansi dan validitas sumber yang dianalisis. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi dari tahun ke tahun, dengan puncak tertinggi pada tahun 2023. Hal ini menandakan meningkatnya perhatian peneliti terhadap isu pengembangan sumber daya manusia, khususnya efektivitas pelatihan dan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan. Analisis kata kunci menunjukkan bahwa topik employee performance, job performance, organizational performance, motivation, dan program evaluation menjadi fokus utama dalam literatur yang dikaji. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menggambarkan bahwa efektivitas program pelatihan memiliki peran penting dalam peningkatan kinerja individu dan organisasi, serta terus menjadi topik yang relevan dan berkembang dalam bidang manajemen sumber daya manusia.

Kata kunci: bibliometrik, efektivitas pelatihan, kinerja karyawan, motivasi, manajemen sumber daya manusia

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Abstract 

This study aims to analyze the development and research trends related to the effectiveness of training programs in improving employee performance through a bibliometric approach. Data were collected from various international databases, identifying a total of 2,331 articles. After a systematic screening and eligibility assessment process, 486 studies were included in the final review. The selection process followed the PRISMA methodology to ensure the relevance and validity of the included sources. The results show a significant increase in the number of publications over the years, with the highest peak observed in 2023. This indicates growing scholarly attention toward human resource development, particularly regarding training effectiveness and its impact on employee performance. Keyword analysis revealed that employee performance, job performance, organizational performance, motivation, and program evaluation are the primary focus areas within the reviewed literature.This study highlights that the effectiveness of training programs plays a crucial role in enhancing both individual and organizational performance and continues to be a relevant and evolving topic in the field of human resource management.

 Keywords: bibliometric analysis, training effectiveness, employee performance, motivation, human resource management

 

Pendahuluan

Lingkungan bisnis global yang semakin kompetitif dan dinamis, sebuah perusahaan dituntut untuk terus beradaptasi dan berinovasi guna mempertahankan keberlangsungan operasionalnya. Pelatihan dan pengembangan karyawan muncul sebagai komponen strategis yang tidak hanya berperan dalam meningkatkan efektivitas organisasi, tetapi juga dalam membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Purba & Faeni, 2025). Program pelatihan yang terstruktur menjadi instrumen krusial untuk meningkatkan keterampilan, kapabilitas, dan produktivitas sumber daya manusia, yang pada akhirnya menjadi penopang utama daya saing organisasi di pasar global (Putri & Sopiah, 2022).

Investasi besar dalam program pelatihan dapat menjamin peningkatan kinerja karyawan. Efektivitas pelatihan merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh multi-faktor, antara lain desain pelatihan berbasis kebutuhan, model instruksional dan evaluasi, kepemimpinan dan budaya organisasi, serta integrasi teknologi (Zalukhu et al., 2025).  Keselarasan antara inisiatif pelatihan dengan kebutuhan individu karyawan dan strategi organisasi secara lebih luas menjadi prasyarat fundamental untuk mencapai outcome yang diharapkan (Purba & Faeni, 2025). Meskipun demikian, tantangan dalam implementasinya tetap ada, seperti variasi kontekstual yang mempengaruhi hasil pelatihan serta kebutuhan investasi dan adaptasi yang signifikan untuk mengintegrasikan metode dan teknologi baru.

Penelitian empiris telah mengkaji topik ini, literatur yang ada masih terfragmentasi, dengan temuan-temuan yang tersebar di berbagai konteks dan metodologi. Keterbatasan pendekatan literature review tradisional dalam memberikan pemetaan makro dan tren perkembangan ilmu pengetahuan menciptakan celah metodologis yang perlu diatasi. Untuk menjawab tantangan ini, Peneliti mengadopsi pendekatan hybrid yang mengkombinasikan Systematic Literature Review (SLR) dan Analisis Bibliometrik. Penerapan pedoman PRISMA dan teknik bibliometrik dalam pendekatan ini untuk melihat signifikansi studi untuk melihat keterbaruan penelitian.  Temuan dari studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi manajer HR, perancang pelatihan, pemimpin organisasi, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan program pelatihan yang adaptif, strategis, dan berkelanjutan (Purba & Faeni, 2025). Dengan memahami faktor-faktor penentu efektivitas pelatihan secara mendalam, organisasi dapat merumuskan strategi yang lebih tepat untuk mencapai tujuan bisnis sekaligus menciptakan tenaga kerja yang terampil.

Baca juga: Menciptakan Lingkungan Kerja Optimal: Kenyamanan dan Fasilitas sebagai Pilar Kinerja Karyawan

Tınjauan Pustaka

A. Pelatihan Karyawan dalam Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia

Pelatihan karyawan merupakan komponen fundamental dalam manajemen sumber daya manusia yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta kinerja karyawan guna mencapai tujuan organisasi. Literatur mengenai pelatihan karyawan menegaskan peran krusialnya dalam meningkatkan kinerja individu maupun organisasi. Menurut (Goldstein, 1980).  pelatihan merupakan suatu proses sistematis yang melibatkan akuisisi keterampilan, konsep, dan sikap yang mengarah pada peningkatan kinerja dalam lingkungan kerja. Definisi ini menyoroti sifat multidimensi dari pelatihan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan, tetapi juga pada peningkatan sikap dan perilaku karyawan.

Pelatihan dipandang sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan, kebijaksanaan, dan keterampilan tenaga kerja yang penting dalam menghadapi perubahan internal maupun eksternal (Chidambaram, 2012).Tujuan utama pelatihan adalah untuk meningkatkan kemampuan saat ini sekaligus mempersiapkan karyawan menghadapi tanggung jawab yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas individu dan kinerja organisasi ( Hidayah, 2025) Selain itu, pelatihan juga berfungsi sebagai sarana untuk mengubah sikap, mengembangkan keterampilan, serta menumbuhkan pola pikir yang visioner di kalangan karyawan (Chidambaram, 2012).

Beberapa faktor utama yang mempengaruhi efektivitas pelatihan antara lain desain pelatihan berbasis kebutuhan, model instruksional dan evaluasi, kepemimpinan, budaya organisasi, serta integrasi teknologi (Zalukhu et al., 2025). Integrasi teknologi digital dan peran kepemimpinan dianggap sangat penting dalam menciptakan program pelatihan yang adaptif, strategis, dan berkelanjutan.

B. Pentingnya Pelatihan dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan

1. Peningkatan Keterampilan dan Pengetahuan

Program pelatihan berperan penting dalam membekali karyawan dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas secara efektif. Penelitian menunjukkan bahwa pelatihan yang terstruktur dan relevan secara signifikan meningkatkan kemampuan karyawan, sehingga berdampak positif terhadap kinerja mereka (Wardhani, 2023).

2. Motivasi dan Kepuasan Kerja

Pelatihan berkontribusi terhadap peningkatan motivasi dan kepuasan kerja. Karyawan yang mendapatkan pelatihan secara rutin merasa lebih dihargai, kompeten, dan terlibat dalam pekerjaan mereka. Rasa dihargai dan keterlibatan ini berpengaruh positif terhadap kinerja secara keseluruhan (setiawan, 2025)

3. Kinerja Organisasi

Peningkatan kinerja individu berkontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja organisasi. Pelatihan membantu menyelaraskan kompetensi karyawan dengan tujuan organisasi, sehingga meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara keseluruhan (Pratiwi, 2025).

C. Dasar Teoretis dalam Perancangan Program Pelatihan

1. Pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Resource Development)

Program pelatihan merupakan komponen fundamental dalam pengembangan sumber daya manusia, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja individu dan organisasi melalui peningkatan keterampilan serta pengetahuan karyawan (Putri & Sopiah, 2022). Pelatihan harus disusun agar selaras secara strategis dengan tujuan organisasi, sehingga isi dan tujuan program mampu menjawab kebutuhan spesifik organisasi. Program pelatihan yang efektif memerlukan perencanaan yang matang, termasuk identifikasi kebutuhan pelatihan, penetapan tujuan yang jelas, serta pemilihan materi dan metode yang sesuai (Miguel, 2009).

 2. Model dan Metode Evaluasi Pelatihan

Model kirkpatrick, model ini banyak digunakan untuk mengevaluasi program pelatihan dengan menilai empat level, yaitu reaction (kepuasan peserta), learning (pencapaian pengetahuan), behavior (penerapan keterampilan), dan results (dampak terhadap kinerja organisasi). Beberapa organisasi menggunakan ROI untuk mengukur dampak finansial dari program pelatihan, meskipun pendekatan ini masih diperdebatkan karena kompleksitas dan potensi ketidakandalannya (Meyer, 2003).  Evaluasi yang berkelanjutan selama pelatihan (formative) dan setelah pelatihan selesai (summative) sangat penting untuk menilai efektivitas program serta melakukan perbaikan yang diperlukan (Matton, 1992).

3. Pendekatan Alternatif dalam Evaluasi Pelatihan

Studi eksploratif di organisasi layanan kesehatan Italia menunjukkan bahwa pendekatan operasional dan strategis sama-sama dapat digunakan untuk mengukur kinerja pelatihan, menegaskan pentingnya keselarasan pelatihan dengan tujuan strategis organisasi (Cifalino, 2009). Penelitian mengenai program pelatihan pendukung perawatan preventif menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kepercayaan diri peserta, menekankan pentingnya penyesuaian konten dan metode evaluasi pelatihan (Taguchi, 2019).

Meskipun Model Kirkpatrick tetap menjadi landasan utama dalam evaluasi program pelatihan, penting untuk mempertimbangkan perspektif dan metodologi alternatif. Misalnya, integrasi pendekatan Strategic Performance Measurement (SPM) dapat memberikan evaluasi yang lebih komprehensif dengan mengaitkan hasil pelatihan pada tujuan organisasi yang lebih luas. Selain itu, penggunaan variabel demografis serta penilaian pra dan pasca pelatihan dapat memberikan wawasan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelatihan Beragam pendekatan ini menegaskan perlunya strategi evaluasi multifaset yang mempertimbangkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang dari program pelatihan terhadap keberhasilan organisasi (Taguchi, 2019)

Baca juga: Peran Sistem Pengendalian Manajemen terhadap Kinerja Karyawan serta sebagai Daya Saing Organisasi

Metode

Tinjauan literatur sistematis yang mengintegrasikan pendekatan bibliometrik menawarkan kerangka metodologis yang kuat untuk menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan secara kuantitatif. Pendekatan hybrid ini memungkinkan identifikasi pola, tren, dan entitas penelitian utama (seperti penulis, institusi, dan publikasi terkemuka) dalam suatu bidang ilmu secara komprehensif dan objektif (Saeid et al., 2025). Untuk memastikan transparansi dan reprodusibilitas, kerangka kerja seperti PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) sering diadopsi, yang memandu proses identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi literatur secara sistematis (Page et al., 2021).

Tahap awal dalam investigasi ini dimulai dengan formulasi strategi pencarian. Pendekatan makro (top-down) diterapkan dengan menggunakan string kata kunci yang dikembangkan untuk mencakup cakupan bidang studi yang luas, yang kemudian disempitkan hingga pada topik-topik yang lebih spesifik. Dalam konteks ini, basis data Scopus digunakan sebagai sumber utama pengambilan data karena cakupan, kualitas, dan fitur analitiknya yang diakui secara global, yang sangat mendukung pelaksanaan tinjauan literatur, identifikasi pakar, dan pemantauan tren penelitian (Baas et al., 2020).

Kriteria inklusi yang ditetapkan untuk pemilihan artikel adalah: (1) rentang publikasi antara 1968 hingga Oktober 2025, (2) dokumen tertulis dalam bahasa Inggris, dan (3) fokus pada domain “Training Program Employee Performance”. Proses pencarian difokuskan untuk mengidentifikasi studi yang secara eksplisit membahas ” Training Program Employee Performance” pada judul, abstrak, atau kata kunci, mengingat kelangkaan studi yang secara khusus memusatkan perhatian pada konsep ini.

Analisis bibliometrik kemudian dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak VOSviewer. Alat ini digunakan untuk memvisualisasikan data bibliometrik guna memetakan jaringan sitasi, jejaring kolaborasi antar penulis, dan ko-ocurrence kata kunci. Visualisasi ini mengungkap struktur intelektual dan dinamika evolusi dari bidang penelitian yang diteliti (van Eck & Waltman, 2017). Dengan menggabungkan kekuatan analisis bibliometrik yang kuantitatif dengan sintesis mendalam dari tinjauan sistematis, penelitian ini tidak hanya berhasil memetakan lanskap aktivitas penelitian dan mengidentifikasi kontributor utama serta tren yang muncul, tetapi juga mensintesis temuan-temuan empiris kunci untuk membangun pemahaman yang holistik (Saeid et al., 2025).

Baca juga: Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan

Hasıl dan Dıskusı

Berdasarkan protokol PRISMA, proses seleksi literatur untuk kajian efektivitas program pelatihan terhadap kinerja karyawan diawali dengan identifikasi 2.331 studi dari berbagai database ilmiah menggunakan kata kunci kunci seperti “Training Program”, dan “Employee Performance”. Setelah melalui proses penyaringan awal yang menghilangkan 22 rekordan yang tidak memenuhi kriteria automasi, sebanyak 2.229 studi berhasil disaring lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, 18 studi dikeluarkan karena ketidaksesuaian dengan fokus penelitian, sementara 2.148 laporan berhasil diambil untuk penilaian kelayakan. Tahap evaluasi mendalam terhadap 1.441 studi mengakibatkan 955 studi dikeluarkan dengan pertimbangan ketidaksesuaian topik, metodologi yang tidak memadai, atau konteks di luar bidang manajemen bisnis dan SDM. Akhirnya, sebanyak 486 studi memenuhi kriteria inklusi ketat dan dimasukkan dalam analisis sistematis. Tingginya angka eksklusi (955 studi) mencerminkan rigor dalam proses seleksi, sementara jumlah studi akhir yang terpilih (486) memberikan basis data yang komprehensif dan andal untuk melakukan analisis bibliometrik dan sintesis tematik secara mendalam, menjamin kualitas tinjauan literatur hybrid yang dilakukan.

Diagram Alir PRISMA untuk Seleksi Studi pada Tinjauan Literatur tentang Program Pelatihan dan Kinerja Karyawan
Gambar 1. Diagram Alir PRISMA untuk Seleksi Studi pada Tinjauan Literatur tentang Program Pelatihan dan Kinerja Karyawan (n = 486). (sumber: analisis scopus database)

 

1. Perkembangan eksplorasi penelitian terkait pelatihan dan peningkatan kinerja karyawan

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari Scopus, terdapat 2.218 publikasi ilmiah yang membahas topik terkait efektivitas program pelatihan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian mengenai topik tersebut masih relatif terbatas, dengan publikasi pertama tercatat sejak tahun 1985. Tren perkembangan penelitian mengenai efektivitas pelatihan karyawan dalam konteks peningkatan kinerja menunjukkan adanya peningkatan minat ilmiah secara bertahap dari tahun ke tahun, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 2 berikut.

Tren Publikasi Penelitian tentang Efektivitas Pelatihan Karyawan dalam Meningkatkan Kinerja
Gambar 2. Tren Publikasi Penelitian tentang Efektivitas Pelatihan Karyawan dalam Meningkatkan Kinerja (1968–2025). (sumber: analisis scopus database)

Gambar di atas menunjukkan perkembangan jumlah publikasi ilmiah terkait efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kinerja karyawan yang terindeks di Scopus selama periode 1968 hingga 2025. Berdasarkan data, publikasi pertama mulai muncul pada akhir tahun 1960-an dengan jumlah yang masih sangat terbatas. Aktivitas penelitian mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada awal tahun 1990-an, dengan 11 publikasi tercatat pada tahun 1992.

Tren penelitian kemudian mengalami fluktuasi antara tahun 2000 hingga 2018, namun secara umum menunjukkan pola peningkatan yang konsisten. Puncak publikasi terjadi pada tahun 2025 dengan 65 artikel yang diterbitkan. Pola ini mengindikasikan bahwa minat terhadap topik efektivitas pelatihan karyawan semakin meningkat dalam dua dekade terakhir, seiring dengan berkembangnya perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia dalam konteks organisasi modern.

2. Analisis pergeseran fokus topik dan gap penelitian atau area yang belum banyak dieksplorasi

Peta visualisasi kata kunci penelitian tentang efektivitas program pelatihan terhadap kinerja karyawan.
Gambar 3. Peta visualisasi kata kunci penelitian tentang efektivitas program pelatihan terhadap kinerja karyawan. (sumber: analisis vosviwers scopus database)

 

Hasil analisis bibliometrik yang ditampilkan pada Gambar 3. menunjukkan hubungan antar kata kunci yang sering muncul dalam penelitian terkait efektivitas program pelatihan terhadap kinerja karyawan. Peta jaringan ini memperlihatkan bahwa employee performance menjadi kata kunci yang paling dominan dan berperan sebagai pusat utama dalam jaringan, menunjukkan bahwa topik mengenai kinerja karyawan merupakan fokus utama penelitian di bidang ini. Kata kunci lain yang memiliki keterkaitan kuat dengan employee performance adalah job performance, organizational performance, motivation, dan program evaluation. Hubungan tersebut mengindikasikan bahwa penelitian-penelitian terdahulu banyak menyoroti peran motivasi dan evaluasi program pelatihan dalam meningkatkan kinerja individu maupun organisasi.

Selain itu, variasi warna pada jaringan mencerminkan perkembangan temporal penelitian, di mana warna biru menunjukkan penelitian pada periode lebih awal (sekitar tahun 2005–2010) yang cenderung berfokus pada topik personnel management dan employee performance appraisal. Sementara itu, warna hijau hingga kuning menandakan penelitian yang lebih baru (2012–2015) dengan fokus yang bergeser ke arah employee performance, job performance, dan motivation. Pergeseran ini menunjukkan peningkatan perhatian terhadap faktor internal individu, seperti motivasi dan efektivitas pelatihan, sebagai komponen penting dalam peningkatan kinerja karyawan. Secara keseluruhan, hasil visualisasi ini memperkuat relevansi penelitian berjudul “Efektivitas Program Pelatihan dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan”, karena menunjukkan bahwa hubungan antara pelatihan, evaluasi program, motivasi, dan kinerja karyawan merupakan bidang yang masih berkembang dan terus menjadi perhatian utama dalam literatur manajemen sumber daya manusia.

Baca juga: Pengaruh Lingkungan Individu pada Peningkatan Kinerja Karyawan

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis, sebanyak 2.331 data penelitian awal diidentifikasi dari berbagai basis data. Setelah melalui proses penyaringan, penghapusan duplikasi, dan penilaian kelayakan, diperoleh 486 studi yang memenuhi kriteria dan dimasukkan dalam tinjauan. Proses ini menunjukkan tahapan seleksi yang ketat untuk memastikan hanya penelitian yang relevan dan berkualitas yang dianalisis lebih lanjut.

Grafik tren publikasi memperlihatkan peningkatan signifikan dalam jumlah penelitian dari tahun ke tahun, terutama setelah tahun 2000. Puncak publikasi terjadi pada tahun 2023, menunjukkan meningkatnya perhatian ilmiah terhadap topik yang dikaji. Kecenderungan ini menandakan bahwa bidang penelitian yang ditinjau terus berkembang dan relevan secara akademik maupun praktis. Secara keseluruhan, hasil ini menggambarkan pertumbuhan minat dan perkembangan kajian ilmiah yang semakin pesat dalam beberapa dekade terakhir.

Hasil analisis bibliometrik menunjukkan bahwa penelitian mengenai efektivitas program pelatihan dalam meningkatkan kinerja karyawan berfokus pada hubungan antara employee performance, job performance, dan organizational performance. Kata kunci motivation dan program evaluation juga berperan penting sebagai faktor yang memengaruhi keberhasilan pelatihan. Selain itu, tren penelitian menunjukkan pergeseran dari fokus manajemen dan penilaian kinerja menuju peningkatan kemampuan individu melalui motivasi dan efektivitas program pelatihan. Hal ini menegaskan bahwa pelatihan yang dirancang dengan baik dan disertai evaluasi serta motivasi yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan kinerja karyawan dan organisasi.

Penulis: Noor Mochammad Luthfi Windikusuma
Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa


Editor: Rahmat Al Kafi


Daftar Pustaka

Chidambaram, V. (2012). A study on efficacy of employee training: Review of literature | Business: Theory and Practice. https://journals.vilniustech.lt/index.php/BTP/article/view/8630

Cifalino, A. (2009). Training programs and performance measurement: Evidence from healthcare organisations. Journal of Human Resource Costing & Accounting, 13(4), 294–315. https://doi.org/10.1108/14013381011010141

Goldstein. (1980). Latihan dan pengembangan sumber daya manusia. SciSpace – Paper. https://doi.org/10.46306/ncabet.v3i1.128

Hanjah Shafa’atul Hidayah. (2025). Is training and development imperative? A bibliometric and systematic literature review. Edelweiss Applied Science and Technology, 9(6), 1193–1204. https://doi.org/10.55214/25768484.v9i6.8060

Matton, J. M. (1992, October 1). Evaluating Training and Educational Programs: A Review of the Literature. SciSpace – Paper; Defense Technical Information Center. https://doi.org/10.21236/ADA258149

Meyer, M. K. (2003). (PDF) Analisa Peran Pelatihan dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan: Kajian Literatur (2024) | Shofi Nur Fauziyah. https://scispace.com/papers/analisa-peran-pelatihan-dalam-meningkatkan-kinerja-karyawan-wr8beic85110

Miguel. (2009). (PDF) Un enfoque pedagógico para el diseño de programas deformación en contextos organizativos (2009) | Carolina Fernández-Salinero Miguel | 8 Citations. https://scispace.com/papers/un-enfoque-pedagogico-para-el-diseno-de-programas-258tl1d0e9

Pratiwi,  dyah. (2025). Pengaruh Pelatihan, Komunikasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Literature Review Manajemen Kinerja). SciSpace – Paper. https://doi.org/10.31933/jemsi.v4i3.1325

Purba, F. T. R., & Faeni, D. P. (2025). PERAN SUMBER SUMBER PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA. SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, 2(9), 4240–4248. https://doi.org/10.62335/sinergi.v2i9.1709

Putri, R. F., & Sopiah. (2022). HUMAN RESOURCES TRAINING AND DEVELOPMENT: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW AND BIBLIOMETRIC ANALYSIS. JURNAL EKONOMI KREATIF DAN MANAJEMEN BISNIS DIGITAL, 1(2), 204–217. https://doi.org/10.55047/jekombital.v1i2.320

setiawan,  agus. (2025). The Impact of Training, Motivation, Job Satisfaction, and Employee Engagement on Employee Performance: A Literature Study and Comprehensive Model. Dinasti International Journal of Management Science (DIJMS), 6(6), 1337–1351. https://doi.org/10.38035/dijms.v6i6.4582

Taguchi, M. B., Atsushi Matsunaga, Eri Morishita, Junko Iwama, Naoko Ogawa, Kai Ito, Hiroshi Murayama. (2019). (Open Access) Development and effectiveness of care preventive supporter training programs based on a literature review (2019) | Atsuko Taguchi | 2 Citations. https://scispace.com/papers/development-and-effectiveness-of-care-preventive-supporter-b0adrax4a3

Wardhani. (2023). Employment Training in Employee Performance Improvement: SLR. International Journal of Social Science and Human Research. https://doi.org/10.47191/ijsshr/v6-i12-11

Zalukhu, R. R., Lase, D., & Telaumbanua, A. (2025). The Effectiveness of Employee Training and Development: A Systematic Literature Review from a Human Resource Management Perspective. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan), 10(2), 1027–1043. https://doi.org/10.31851/jmksp.v10i2.19481

 

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses