“Mungkin aku memang terlalu sensitif.” Kalimat ini sering muncul dari mereka yang terjebak dalam hubungan romantis yang manipulatif. Tanpa disadari, secara perlahan keyakinan terhadap diri sendiri mulai terkikis, bukan karena kelemahan pribadi, melainkan akibat gaslighting yang terjadi berulang dan terus-menerus.
Memahami Gaslighting
Gaslighting merupakan bentuk manipulasi psikologis yang berupaya menciptakan keraguan pada suatu individu atau anggota kelompok yang ditargetkan, sehingga korban mempertanyakan tentang persepsi, kewarasan, dan ingatannya sendiri.
Penyangkalan, penyesatan, kontradiksi, dan kebohongan keras, yang digunakan seorang gaslighter untuk membuat korban menjadi tidak stabil dan mendelegitimasi kepercayaan korban (Dorpat, 1994).
Gaslighting dalam Hubungan
Ketika mereka salah menafisrkan perilaku manipulatif sebagai pertunjukkan atau perwujudan dari cinta, pelaku semakin mudah untuk mendominasi dan melakukan tindakan gaslighting secara berulang.
Perilaku gaslighting dalam hubungan menurut Klein, W., Li, S., & Wood, S. (2023) ialah: hinaan dan tuduhan menjadi perilaku spesifik yang dilakukan, seperti “terlalu emosional” serta terpaksa meminta maaf atas perilaku yang tidak terkait, karena ketika korban mencoba menegur, pelaku akan membuat korban meragukan dirinya sendiri dengan memutar balikkan keadaan.
Dampak Psikologis pada Korban
Gaslighting mungkin tersembunyi pada kata-kata yang terdengar biasa, namun luka yang ditinggalkan akan memberikan dampak secara psikologis yang terasa nyata bagi korban, serta dampak yang dirasakan tidak hanya mengganggu kesejahteraan korban, melainkan pola pikir, kemampuan untuk mengambil keputusan dan masih banyak dampak lainnya. Menurut Klein, W., Li, S., & Wood, S. (2023), dampak paling nyata yang paling dirasakan para korban ialah:
- Berkurangnya rasa percaya diri;
- Meningkatnya kewaspadaan;
- Meningkatnya ketidakpercayaan terhadap orang lain.
Dan jika seseorang berada dalam hubungan gaslighting yang cukup lama, maka hal tersebut dalam mengganggu kemampuan seseorang, baik dalam kognitif, hubungan interpersonal serta kesejahteraan korban.
Gaslighting yang Luput Disadari
Ketergantungan emosi memperkuat ikatan traumatis, justru makin melekat pada orang yang menyakitinya. Sehingga, korban tidak hanya sulit keluar, melainkan merasa tidak bisa keluar. Mereka percaya bahwa cinta hanya dapat diperoleh melalui memberi, menderita, dan berkorban.
Bahkan dalam hubungan yang tidak sehat, mereka mungkin secara sadar atau tidak sadar mengabaikan tanda-tanda disfungsi hubungan untuk mendapatkan dukungan emosional dari pasangannya.
Baca Juga: Reesa Teesa dan Suami Pembohongnya
Simpulan
Gaslighitng adalah bentuk kekerasan atau manipulasi psikologis yang membuat korban meragukan ingatan dan persepsinya sendiri. Kekerasan psikologis kerap kali diwujudkan dalam kekerasan verbal, yang sering kali dianggap tidak memberikan dampak yang serius jika dibandingkan dengan kekerasan secara fisik.
Jika dikaji secara psikologisnya, luka yang dialami oleh korban dari kekerasan verbal bertahan jauh lebih lama dibandingkan fisik. Dengan demikian sangat penting untuk mengenali dan memahami ciri-ciri dari gaslighting dan memperdalam kesadaran akan emosional serta membuat batasan dalam hubungan.
Penulis: Caroline Tamita Ginting
Mahasiswa Psikologi Universitas Jambi (UNJA)
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka:
Anza Imtiaz, Aeman Javed, & Amarah Qureshi. (2025). Gaslighting, Emotional Abuse, and Mental Health in Adults’ Romantic Relationships. Journal of Health, Wellness and Community Research, 3(4), e186. https://doi.org/10.61919/08gcd342
Fitriani, A., Marsidi, S. R., & Lunanta, L. P. (2023). Psikoedukasi: Gaslighting dan Strategi Menghadapinya. Jurnal Abdimas, 9.
Imtiaz, A., Javed, A., & Qureshi, A. (2025). Gaslighting, Emotional Abuse, and Mental Health in Adults’ Romantic Relationships. Journal of Health, Wellness and Community Research, e186-e186.
Lestari, A. S., Aprianty, R. A., & Hariyono, D. S. (2025). Experiences Of Emotional Abuse and Anxiety in Romantic Relationships Among Early Adults. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 10(2), 185-196.
Wang, Y., Li, J., Zhang, Y., He, X., & Luo, Y. (2025). Why are we willing to tolerate manipulation? Love addiction and perceived acceptability of gaslighting: the mediating effects of sense of giving and relationship power. Frontiers in Psychology, 16, 1525402.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












