IKAMI Talk, Sandiaga Uno: Milenial Harus jadi Solusi Bukan Jadi Masalah di Masa Pandemi

sandiaga uno

Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (PB IKAMI Sulsel) melaui Bidang Ekonomi, Politik dan Pemerintahan menggelar IKAMI Talk dengan tema Kondisi Ekonomi Indonesia Terkini dan Paska Covid-19 pada Jum’at, 17 Juli 2020.

Kegiatan ini menghadirkan Sandiaga S Uno dan Kamrussamad sebagai Narasumber. Mereka menyebarkan optimisme dan menegaskan kepada generasi milenial khususnya anggota IKAMI agar menjadi solutor dalam permasalahan di tengah Covid-19.

Sandi mengungkapkan bahwa strategi kita menghadapi Covid-19 berdasarkan pivot yang berarti mampu beradaptasi dan memegang prinsip rebound yang bermakna optimisme harus terus dipegang dan memandang keadaan ini dengan semangat positif.

“Mari kita jaga kesehatan dan keselamatan dan sebagai anak muda jangan menjadi bagian dari permasalahan. Kita harus menjadi bagian daripada jawaban dan bagian daripada solusi, ciptakan lapangan kerja, dan dominasi dari populasi saat ini. Adalah kaum-kaum milenial dan yang paling mengerti kebutuhan milenial adalah kaum milenial sendiri,” tuturnya melalui IKAMI Talk via virtual, 17 Juli 2020.

Sandi juga menyampaikan konsepsi Stay at Home Economy dengan mengambil peluang yang ada ditengah ekonomi paska Covid-19. Menurutnya, sebelum ditemukan vaksin terdapat beberapa sektor yang mengalami peningkatan secara drastis yaitu salah satunya bahan kebutuhan pokok.

“Kebetulan saya dan bung Samad sekarang lagi mencoba mendorong beberapa anak muda di bawah group kami untuk mengembangkan sembapur.com yaitu Sembako untuk Dapur yang disajikan melalui e-commerce dan salah satu daerah yang kami kembangkan yaitu di Makassar juga,” tegasnya.

“Juga sektor logistik/delivery, food delivery, remote working (bekerja dari rumah), streaming service, media & telco, telemedicine/ Pharma, Cloud Service, Food Wholeseller, Cleaning service, home fitness. Industri lain harus beradaptasi seperti education, banking, agriculture, manufacturing dan insurance. Ada juga bisnis-bisnis yang mengalami permasalahan seperti hotel/ tourism, airlines dan lainnya,” lanjutnya.

kamrussamad

Di samping itu, anggota komisi XI DPR RI Kamrussamad berharap agar masyarakat dan Indonesia mampu keluar dari Covid-19 dan jangan sampai pada resesi seperti sebelum-sebelumnya yang mengorbankan banyak hal seperti pemberontakan dan jatuhnya pemerintahan.

“Sejarah resesi di Indonesia mulai tahun 1930 pada waktu penjajahan belanda dimana ekonomi mengalami pertumbuhan minus 2 kuartal berturut, belanda dianggap gagal perbaiki ekonomi negara dan terjadi pemberontakan dimana-mana,” ungkapnya.

“Resesi di era 1960-an pada waktu orde lama berkuasa telah terjadi krisis keuangan, kebijakan Sanering untuk mencegah inflasi, pembekuan 90 % giro dan deposito ditukar dengan surat utang, terjadi inflasi di atas 100 %, pemberontakan G30S/PKI dan lengsernya pemerintahan Soekarno,” imbuhnya.

Kemudian resesi masa orde baru pada 1988, lanjut Kamrussamad, pertumbuhan ekonomi terkontraksi 2 kuartal beruntun Q1: -7,9 % dan Q2: -16,5 %, dolar naik, minyak tanah langka, BBM langka, PHK masal, kerusuhan pecah dimana-mana dan berakhir pada lengsernya pemerintahan soeharto.

“Mudah-mudahan sejarah resesi di Indonesia yang selalu berakhir dengan jatuhnya pemerintahan tidak terulang untuk negara kita kedepan. Kenapa? Karena ongkosnya terlalu mahal dan memerlukan energi dan effort yang besar untuk bisa bangkit kembali,” ujarnya.

Karena itulah, Kamrussamad menegaskan diperlukan semua elemen, termasuk IKAMI dan Sandiaga sebagi tokoh perekat. Untuk itu, lanjutnya, terdapat empat jurus atasi resesi ini yang harus dimiliki.

“membuka sektor-sektor ekonomi produktif, mempercepat realisasi anggaran, melakukan percepatan program restrukturisasi kredit dan usaha khususnya dari sektor perbankan dan percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan.

“Peran mahasiswa dalam menghadapi dan mengatasi Covid-19 yaitu menjadi pemimpin yang kreatif, menjadi control social, melakukan gerakan social dan online charity,” pungkasnya.

Ketua Umum PB IKAMI Sulsel, Rahmat Al Kafi berharap kegiatan ini bisa menjadi dorongan bagi anggota IKAMI Sulsel dan Pemuda dapat mencari peluang dan tantangan baru di masa pandemi dan jangan sampai hanya berdiam diri./red

Baca juga:
PB IKAMI Sulsel Kembali Salurkan Bantuan untuk Para Medis dan Masyarakat
PB IKAMI Sulsel Dukung Pemprov Sulsel Sulap Mattoanging Jadi Standar Internasional
Resmi Dilantik, ini Susunan Pengurus Besar IKAMI Sulsel Periode 2020-2022

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI