Kenali Kolesterol Sejak Dini, Warga Desa Sumber Ikuti Skrining Kesehatan

Skrining Kolesterol

Klaten – Kolesterol tinggi sering kali datang tanpa gejala yang khas. Seseorang dapat memiliki kadar kolesterol yang meningkat tanpa merasakan keluhan apa pun dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi inilah yang membuat hiperkolesterolemia perlu mendapat perhatian, karena jika berlangsung dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke.

Perubahan gaya hidup menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah meningkatnya kadar kolesterol. Pola makan tinggi lemak, kurang melakukan aktivitas fisik, serta kebiasaan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat meningkatkan risiko gangguan kadar kolesterol. Karena tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh sejak dini.

Skrining Kolesterol

 

Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumber, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan pada 2–3 Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hiperkolesterolemia sekaligus membantu mendeteksi masyarakat yang memiliki kadar kolesterol di atas normal.

Sebanyak 100 warga berusia 50 tahun ke atas mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Sumber. Kegiatan melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, tenaga kesehatan, dan tim pengabdian masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting agar kegiatan tidak hanya memberikan pelayanan pemeriksaan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan.

BACA JUGA: Skrining Kolesterol di Posyandu ILP, Mahasiswa KKN-T IDBU 26 Dorong Kesadaran Kesehatan Warga Kalongan

Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyuluhan kesehatan mengenai hiperkolesterolemia. Masyarakat diberikan informasi mengenai pengertian kolesterol tinggi, faktor risiko, kemungkinan komplikasi, serta berbagai cara pencegahannya. Penyampaian materi dilakukan menggunakan leaflet dan presentasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan setelah mendapatkan informasi kesehatan.

Setelah penyuluhan, peserta menjalani pemeriksaan kadar kolesterol darah menggunakan metode point-of-care testing (POCT). Metode ini memungkinkan hasil pemeriksaan diketahui dengan cepat sehingga peserta dapat langsung memperoleh informasi mengenai kondisi kadar kolesterolnya. Hasil pemeriksaan kemudian dicatat dan dikelompokkan berdasarkan kategori yang telah ditentukan.

Hasil skrining menunjukkan bahwa 42 orang (42%) memiliki kadar kolesterol dalam kategori normal, sementara 44 orang (44%) berada pada kategori ambang batas dan 14 orang (14%) berada pada kategori tidak normal. Dengan demikian, terdapat 58% peserta yang tidak berada dalam kategori normal dan perlu memberikan perhatian lebih terhadap faktor risiko serta melakukan tindak lanjut kesehatan.

Skrining Kolesterol

Hasil tersebut menjadi semakin penting karena sebagian besar peserta sebelumnya belum mengetahui secara memadai mengenai penyebab dan bahaya kolesterol tinggi. Setelah mengetahui hasil pemeriksaan, peserta mendapatkan edukasi individual mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar kolesterol, antara lain menerapkan pola makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik, mengendalikan berat badan, serta melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan apabila diperlukan.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa deteksi dini tidak dapat dipisahkan dari edukasi kesehatan. Pemeriksaan saja memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan seseorang, sedangkan edukasi membantu masyarakat memahami apa yang dapat dilakukan setelah mengetahui hasil pemeriksaan. Keterlibatan kader kesehatan juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan edukasi mengenai pencegahan penyakit tidak menular melalui kegiatan Posbindu maupun Posyandu.

Pada akhirnya, kegiatan skrining kolesterol di Desa Sumber memberikan pesan penting bahwa mengetahui kondisi kesehatan sebelum muncul gejala atau komplikasi merupakan langkah yang sangat berharga. Kombinasi pemeriksaan, edukasi, dan perubahan gaya hidup dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk mencegah penyakit kardiovaskular. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, mengatur pola makan, aktif bergerak, dan menjaga berat badan perlu dibangun bersama agar masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat.


Penulis:
1. Triyana
2. Pajar Haryatno
3. Dwi Nur Astuti
Mahasiswa Jurusan Fisoterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *