Media Sosial Berlebihan Memengaruhi Mental Seseorang

Media sosial saat ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Dari anak anak hingga dewasa. Media sosial sudah menjadi hal yang pokok. Dengan bermedia sosial seseorang akan mendapatkan informasi secara cepat dan lebih mudah, mengakses berita-berita dan kondisi yang sedang terjadi saat ini. Namun bagaimana jika bermedia sosial secara berlebihan? Media sosial adalah media online yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial forum, dan dunia virtual.

Bermedia sosial secara berlebihan membawa banyak sekali dampak buruk bagi penggunanya. Tidak hanya pada anak-anak namun dampak tersebut juga menyerang orang dewasa sekalipun. Bermedia sosial secara berlebihan memengaruhi dan membahayakan kesehatan mental seseorang baik fisik, psikologi dan sosial. Dampak secara fisik misalnya masalah penglihatan dan masalah tidur seseorang. Orang tersebut berniatan hanya lima belas menit untuk bermedia sosial namun tanpa disadari orang tersebut bermedia sosial hingga berjam jam sehingga lupa waktu untuk tidur belum lagi permasalahan yang ada di media sosial menjadikan seseorang stres dan terganggu mentalnya. Orang tersebut menganggap media sosial lebih penting dari segalanya,media sosial bisa mengenal dunia luas hingga lupa dengan kehidupan yang sebenarnya.

Mereka menganggap bahwa lingkungan sekitar sudah tidak penting lagi, saling cibir, mencela dan mengkritik orang lain sudah menjadi hal wajar padahal hal tersebut bisa menjatuhkan mental seseorang yang tentunya akan mendatangkan masalah masalah baru. Selain itu bermedia sosial secara berlebihan menjadikan individu membandingkan dirinya dengan orang lain yang mereka lihat dimedia sosial. Individu tersebut merasa dirinya tidak sebaik kehidupannya dan tidak secantik orang di luar sana, ia merasa dirinya kurang beruntung dan merasa gambaran dirinya kurang baik. Padahal tidak selamanya begitu, karena orang lain bisa saja bermedia sosial tidak sesuai fakta yang dialami. Lebih parah lagi adalah orang yang melakukan body shaming atau pengkritikan yang diberikan untuk diri sendiri maupun orang lain mereka mengkritik dirinya sendiri seakan akan dirinya paling buruk dibandingkan siapapun. Dan tentunya orang tersebut menginginkan dirinya seperti orang lain. Ia akan melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuan yang dinginkan.

Body shaming yaitu pengkritikan fisik pada orang lain yang akan berdampak pada mental korban. Korban akan merasa dirinya buruk karena telah dikritik oleh orang lain yang tidak wajar. Hal itu sangat memengeruhi kesehatan mental seseorang yang bermedia sosial secara berlebihan, karena seseorang tersebut akan merasakan kecemasan dan depresi yang hebat dan mengakibatkan hal hal yang tidak diinginkan terjadi yaitu kejiwaan dan keputusasaan yang mengarah pada bunuh diri karena kesehatan mental seseorang terganggu. Untuk mengurangi dampak tersebut  seseorang agar cerdas dan bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah terpengaruh yang akhirnya memengaruhi kesehatan mental.

Dyah Khafidoh Indriati
Mahasiswa IAIN Pekalongan

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI