Memperkenalkan Fotografi dalam Pemasaran Produk Sirup Jahe: Mahasiswa MBKM Kampus Mengajar di SMPN 41 Surabaya

Di era digital seperti sekarang, keterampilan pemasaran menjadi semakin penting untuk dikuasai, bahkan di usia yang muda sekalipun. Di SMPN 41 Surabaya, sebuah kegiatan yang menarik telah dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pemasaran produk, khususnya produk lokal seperti sirup jahe. Mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus (MBKM) yang berdedikasi telah memperkenalkan fotografi sebagai alat penting dalam upaya pemasaran produk.

Baca juga: Pelatihan Pemasaran Online dan Sosialisasi Pendaftaran NIB sebagai Legalitas Usaha Produk Ecoprint di Desa Bringin

Sirup jahe adalah produk lokal yang memiliki nilai historis dan kesehatan yang tinggi. Namun, seringkali, produk-produk lokal seperti ini tidak mendapatkan porsi promosi yang cukup, terutama di kalangan muda. Di SMPN 41 Surabaya, ada kesadaran akan pentingnya mempromosikan produk lokal seperti sirup jahe sebagai bagian dari identitas budaya dan sebagai sumber pemasukan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya
DONASI

Mahasiswa program MBKM dari berbagai jurusan di universitas setempat datang dengan ide inovatif: menggunakan fotografi sebagai alat untuk mempromosikan sirup jahe. Mereka tidak hanya mengajarkan teknik-teknik dasar fotografi kepada siswa, tetapi juga membimbing mereka untuk memahami bagaimana fotografi dapat meningkatkan citra dan penjualan produk.

Program ini diimplementasikan dalam kegiatan P5 (Pengembangan Pribadi dan Pengetahuan) di SMPN 41 Surabaya. Selama beberapa minggu, para siswa tidak hanya belajar tentang fotografi, tetapi juga tentang manfaat sirup jahe bagi kesehatan. Mereka juga diajak untuk mengunjungi produsen sirup jahe lokal untuk mendapatkan pemahaman langsung tentang proses pembuatan dan pentingnya produk tersebut bagi masyarakat setempat.

Baca juga: Tantangan Ekonomi bagi Generasi Z: Mencari Pekerjaan di Era Digital

Setelah beberapa minggu terlibat dalam program ini, siswa tidak hanya memiliki keterampilan baru dalam fotografi, tetapi juga belajar bagaimana menggunakan gambar untuk menceritakan cerita tentang produk, membangun kesadaran masyarakat, dan meningkatkan penjualan. Lebih dari itu, mereka juga menyadari betapa pentingnya menjaga dan mempromosikan warisan budaya lokal mereka.

Program ini adalah contoh nyata bagaimana melalui kolaborasi antara universitas, sekolah, dan masyarakat lokal, kita dapat memperkuat dan memajukan komunitas. Dengan memperkenalkan keterampilan pemasaran modern seperti fotografi kepada generasi muda, kita tidak hanya membantu mereka dalam pengembangan pribadi mereka tetapi juga memberdayakan mereka untuk menjadi agen perubahan positif dalam mempromosikan dan melestarikan warisan budaya lokal.

Baca juga: Pentingnya Menentukan Customer Persona, Sebelum Memulai Strategi Pemasaran

Dengan cara ini, Mahasiswa program MBKM Kampus mengajar telah memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan ekonomi lokal dan identitas budaya Surabaya.

Penulis: Regina Ayu Puspita

Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945

Editor: Anita Said

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.