Optimis Tujuan Mulia Sekolah Rakyat di Sragen

Optimis Tujuan Mulia Sekolah Rakyat di Sragen
Sumber: freepik.com

Setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh Pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Pasal 31 ayat 1 dan 2:

  1. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
  2. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Namun demikian, masih saja terdapat anak Indonesia yang belum merasakan layanan pendidikan yang memadai.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Realita inilah yang mendorong lahirnya gagasan program Sekolah Rakyat sebagai upaya strategis untuk menyediakan pendidikan gratis, inklusif, dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dikutip dari laman Kementerian Sosial (Kemensos) Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama yang 100 persen gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Sekolah ini terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekolah Rakyat dirancang untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka masa depan lebih cerah.

Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 8 Tahun 2025, program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Calon siswa sasaran Sekolah Rakyat ditentukan dengan basis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Sragen menyebut, kemiskinan di Kabupaten Sragen turun hingga angka 12,41 persen.

Pemkab Sragen menyebut angka ini menjadi capaian kemiskinan terendah sepanjang sejarah Sragen.

Jumlah penduduk miskin di Sragen pada tahun 2022 sebanyak 115.140 jiwa atau 12,94 persen.

Angka tersebut menurun pada tahun 2023 di jumlah 114.620 jiwa.

Penurunan angka kemiskinan konsisten terjadi hingga tahun 2024 di jumlah 110.650 jiwa kemudian pada tahun 2025 jumlah penduduk miskin mencapai 100,080 jiwa atau 11,22 persen penduduk miskin di Sragen.

Perkembangan program Sekolah Rakyat Sampai dengan saat ini jumlah calon siswa yang terjaring untuk Sekolah Rakyat baru 19 anak untuk jenjang SD dan SMP.

Penjaringan dilaksanakan melalui home visit dan assessment calon siswa baru Sekolah rakyat yang dilakukan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) saat ini Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen berlokasi di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kab. Sragen menjadi lokasi alternatif Sekolah Rakyat rintisan yang sudah disetujui Kementerian Sosial (Kemensos).

Sembari menunggu proses pembangunan Gedung dan fasilitas lain Sekolah Rakyat yang berlokasi di Mondokan, Kabupaten Sragen.

Selaras dengan Visi Sekolah Rakyat yang mana memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas gratis dan berasrama untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Pemerintah melihat pendidikan mampu untuk menciptakan agen perubahan yang memiliki karakter, berwawasan global, dan mampu berkontribusi pada kemajuan bangsa, sejalan dengan upaya menciptakan Indonesia yang lebih makmur, sejahtera, dan berkeadilan sosial.

Kemiskinan dan pendidikan saling berkaitan, karena pendidikan yang baik membuat seseorang bisa meningkatkan kapasitas untuk mencari pekerjaan layak yang membantunya keluar dari lingkaran kemiskinan.

Pendidikan berkualitas bukan hanya akademis, tapi juga keterampilan hidup dan peluang kerja, mengurangi ketimpangan sosial, meningkatkan kesejahteraan keluarga, mengurangi pengangguran dan mendorong kemandirian berwirausaha.

Berikut penjelasan mengenai dampak positif ataupun keuntungan dari memperoleh pendidikan bagi masyarakat miskin.

Meningkatkan Keterampilan dan Peluang Pekerjaan

Pendidikan memberikan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Orang yang memiliki latar belakang pendidikan lebih tinggi biasanya punya peluang yang lebih besar untuk bekerja di bidang yang lebih baik dan mendapatkan penghasilan yang lebih stabil pula.

Mengurangi Ketimpangan Sosial

Akses pendidikan yang setara bisa membantu mengurangi kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin.

Dengan memberikan pendidikan yang berkualitas pada semua lapisan masyarakat, kita bisa membantu mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu agar punya kesempatan yang sama sehingga mereka dapat keluar dari lingkaran kemiskinan.

Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga

Pendidikan tidak hanya menguntungkan individu, tapi juga keluarganya. Orang tua yang berpendidikan lebih cenderung mendukung pendidikan anak-anaknya, sehingga siklus pendidikan ini terus berlanjut dan bisa membantu memutus rantai kemiskinan ke generasi selanjutnya.

Mengurangi Pengangguran

Pendidikan membantu individu memperoleh keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Dengan bekal pendidikan dan keterampilan, seseorang memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan tidak terjebak dalam pengangguran.

Mendorong Kemandirian dan Wirausaha

Pendidikan juga bisa mengembangkan kemampuan wirausaha.

Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, seseorang bisa menciptakan usaha sendiri dan memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain, yang pada akhirnya akan membantu mengurangi kemiskinan di lingkungan sekitarnya.

Pendidikan punya dampak jangka panjang yang sangat besar dalam memerangi kemiskinan.

Khususnya pada kabupaten sragen yang merupakan salah satu kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan Anak-anak dapat tumbuh dengan memperoleh pendidikan yang baik, dan memiliki pemikiran yang lebih maju terhadap masa depannya, akan lebih paham tentang kesehatan, lebih produktif dalam bekerja, dan lebih mampu membantu keluarganya secara ekonomi.

Oleh karena itu, pendidikan adalah investasi yang sangat penting untuk memutus siklus kemiskinan

Dengan pendidikan, seseorang bisa mendapatkan peluang yang lebih baik untuk masa depan dan memberdayakan individu agar bisa memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.

 

Penulis: Kholid Mawardi
Fungsional PTPN, KPPN Sragen

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses