Pengaruh Media Sosial Terhadap Aqidah Manusia

Murnikan Aqidah
Foto: https://setianingsihweb.files.wordpress.com/

Seiring dengan berkembangnya globalisasi, manusia semakin marak dalam menggunakan media massa, selain itu manusia juga berlomba-lomba dalam mencari ketenaran melalui media massa. Adapun media massa yang sering manusia gunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu Koran, radio, tv dan lain sebagainya.

Manusia seringkali beranggapan bahwa media massa membawa pengaruh besar terhadap dirinya sehingga mereka tanpa sadar banyak yang menyalahgunakan media massa untuk melakukan hal-hal negatif dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

Dengan media massa, seseorang mampu berkomunikasi dalam jarak jauh seperti antar kota, bahkan antar negara sekalipun dengan mudah. Selain itu, media massa mempermudah manusia dalam mendapatkan ilmu baik ilmu agama maupun ilmu umum. Namun, kemajuan media massa di zaman sekarang ini dimanfaatkan manusia untuk menyebar berita hoax yang mana akan merugikan manusia lainnya. Dengan media massa, seseorang sangat mudah melakukan dakwah untuk menyebarkan agama islam, namun banyak juga para pendakwah memyebarkan kesesatan mereka sehingga menyebabkan para pendengarnya berlaku menyimpang dari ajaran islam. Hal tersebut mengakibatkan aqidah manusia rusak dan tidak sempurna.

Dari situlah dapat disimpulkan bahwa media massa membawa pengaruh besar dalam merusak fitrah seorang muslm. Berbagai kesesatan yang mereka sebarkan akan membawa pengaruh buruk terutama aqidah manusia yang melihat dan mendengarnya. Adapun contoh dari kesesatan aqidah yaitu kesyirikan. Maka dari itu, untuk mengantisipasi kesesatan aqidah manusia yaitu dengan cara selektif ketika memilih guru, alangkah lebih baiknya jika belajar agama dengan guru secara langsung tanpa perantara dan mengetahui kejelasan sanad dari seorang guru tersebut.

Najma Dianata

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI