Pengaruh TikTok terhadap Pembentukan Opini Politik Generasi Z: Analisis Algoritma dan Konten Viral di Kalangan Mahasiswa

pengaruh tiktok terhadap generasi z
Pengaruh TikTok terhadap Pembentukan Opini Politik Generasi Z: Analisis Algoritma dan Konten Viral di Kalangan Mahasiswa. Sumber: MMI.

Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi Z, khususnya dalam cara mereka berinteraksi dan memperoleh informasi.

Jika sebelumnya interaksi sosial lebih banyak dilakukan secara langsung kini media sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Gen Z karena kemudahannya dalam berkomunikasi dan mengakses berbagai informasi secara cepat dan tanpa batas ruang maupun waktu.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Generasi Z hidup di mana media sosial seperti TikTok sudah menjadi bagian besar dari kehidupan sehari-hari. Penggunaan aplikasi TikTok sendiri tidak hanya digunakan sebagai tempat hiburan atau nongkrong virtual tetapi juga jadi sumber informasi, termasuk informasi politik.

Hal ini terjadi karena Gen Z lebih nyaman mendapat informasi lewat video pendek dan cepat dibandingkan membaca berita panjang (Enzelica et al., 2025). TikTok bisa membentuk pandangan, minat dan opini tentang politik bagi banyak generasi muda.

Adapun generasi Z yaitu generasi yang tumbuh bersama teknologi dan memiliki akses internet yang mudah sehingga mereka cepat mencari informasi dari berbagai sumber untuk mengetahui kebenaran (Putra et al., 2024).

Salah satu aplikasi yang  digemari Gen Z sejak pandemi COVID-19 adalah TikTok, karena fitur editing videonya mudah digunakan dan didukung algoritma yang menampilkan konten sesuai minat pengguna (Quiroz, 2020).

Algoritma bekerja melalui langkah-langkah teratur untuk memilih video yang  relevan dengan cara kerja tersebut  mendorong munculnya konten viral, konten yang menyebar sangat cepat karena mengikuti tren atau topik yang sedang ramai (Pariasih, 2024).

Ketika konten viral berkaitan dengan isu politik, hal ini dapat memengaruhi opini politik Gen Z, yaitu pendapat atau pandangan seseorang mengenai isu politik yang sifatnya subjektif dan dipengaruhi nilai serta pengalaman mereka (Judijanto et al., 2023).

Kajian ini menyoroti bagaimana TikTok membentuk pandangan politik mahasiswa melalui sistem rekomendasi dan penyebaran video yang cepat. Masalah utama muncul karena mekanisme penayangan konten di TikTok tidak berdasarkan kualitas informasi tetapi seberapa sering pengguna berinteraksi dengan sebuah video.

Di mana penggunaan TikTok memiliki dampak positif karena menghasilkan informasi politik lebih mudah dipahami lewat video singkat dan menarik. Dengan ini mahasiswa lebih terbantu melalui penyampaian yang sederhana dan cepat.

Platform ini juga membuat mahasiswa lebih aktif berdiskusi lewat komentar bahkan mereka saling menyampaikan dan berdebat melalui komentar dan konten yang mereka buat. Namun dampak negatifnya juga ada di mana TikTok lebih sering memunculkan konten viral daripada konten yang akurat.

Baca Juga: Pengaruh Influencer Politik di Instagram dan TikTok terhadap Pembentukan Opini Publik Pemilih Pemula

Hal ini membuat hoaks dan disinformasi lebih mudah menyebar. Mahasiswa generasi Z juga mudah terpengaruh karena banyak konten politik hanya berisi video potongan pendek dan memakai emosi, sehingga informasi yang diterima sering tidak lengkap.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa paparan konten politik di media sosial bisa membentuk opini secara cepat dan membuat pengguna muda lebih sensitif terhadap isu viral meskipun informasinya tidak selalu benar (Nafisah & Bakhri, 2024).

Berdasarkan pendahuluan yang telah diuraikan, rumusan masalah dalam esai ini adalah bagaimana TikTok bisa memengaruhi cara mahasiswa membentuk opini politiknya terutama lewat konten viral dan algoritma yang menentukan apa yang muncul di beranda mereka.

Serta bagaimana dampak penggunaan TikTok terhadap partisipasi politik dan media digital mahasiswa. Adapun tujuan esai ini adalah menjelaskan bagaimana TikTok membentuk opini dan cara berpikir politik mahasiswa Gen Z melalui kerja algoritma dan penyebaran video viral.

Selain itu esai ini juga bertujuan menilai dampak penggunaan TikTok terhadap partisipasi politik dan kemampuan literasi digital mahasiswa.

Pembahasan

TikTok adalah salah satu platform media sosial yang sangat popular di kalangan generasi Z sehingga memiliki peran yang besar dalam membentuk opini politik dari algoritma yang tersaji di halaman For You Page (FYP) mereka.

Berdasarkan data dari Daftar Pemilihan Umum (DPT) terdapat 22,85% total generasi Z yang mengikuti pemilihan umum pada tahun 2024. Di mana media sosial menjadi salah satu pengaruh dari banyaknya total pemilih muda.

Menurut Purboyo et al (2025) TikTok memiliki potensi besar dalam membentuk pandangan politik, terutama melalui algoritma yang mengakurasi konten berdasarkan preferensi pengguna media sosial.

Algoritma TikTok berperan sebagai gerbang informasi baru karena mengatur penyebaran informasi dan menyelesaikan konflik yang ada di lingkungan digital.

Di mana algoritma TikTok yang membentuk filter bubble dan echo chamber menyebabkan pengguna hanya terekspos pada informasi yang sesuai dengan preferensi mereka (Rijal et al., 2025).

Hal ini mengakibatkan adanya pandangan politik yang tidak jelas dan berlebihan serta memperkuat keegoisan politik dalam mempengaruhi bagaiman cara seseorang membuat opini berdasarkan potongan informasi singkat.

Hal ini juga didukung oleh fitur-fitur TikTok seperti live dan gift yang dapat memperkuat polarisai politik dengan memberikan dukungan dari orang-orang melalui simbol-simbol digital.

Baca Juga: Paradigma Kontemporer Sikap Politik Generasi Z Setelah Era Milenial

Secara tidak langsung menunjukan adanya struktur kekuasaan digital karena algoritma membuat TikTok tidak dianggap sebagai teknologi saja melainkan sebagai pelaku sosial yang mengatur pengedaran informasi dan komunikasi politik pada generasi Z.

Ini mengakibatkan perubahan cara pemilih muda dalam berinteraksi dengan politik yang tidak lagi hanya sekadar pemahaman pandangan dan pemikiran atau kebijakan yang rasional saja.

Oleh karena itu algoritma TikTok dapat mempengaruhi pembentukan opini politik pada generasi Z dengan adanya pembentuk filter bubble dan echo chamber, melalui fitur-fitur live dan gift serta pengonsumsian politik yang berdasarkan emosioal.

Serta cepatnya viral suatu video ditambah dengan kesulitan memverifikasi informasi dari format video singkat menjadikannya tantangan besar bagi generasi Z dalam memprioritaskan kebenaran yang faktual.

Menurut penulis, generasi Z  juga menggunakan  TikTok  sebagai  ruang  untuk mengakses  informasi  politik, membangun   persepsi, dan mengekspresikan pendapat.

Meski awalnya dikenal sebagai platform hiburan TikTok kini menjadi ruang penyebaran informasi politik yang cepat serta pembentukan opini dalam memengaruhi persepsi politik.

Generasi Z  adalah  generasi  yang  tumbuh bersama  teknologi  digital  menjadikannya  kelompok  yang  penting  dalam konteks sosial dan politik Indonesia didukung oleh algoritmanya.

TikTok menyediakan cara yang mudah diakses bagi generasi Z untuk berpartisipasi dalam diskusi politik melalui konten menarik seperti video pendek, hashtag, dan tren kolaboratif.

Dalam pandangan politik, platform ini menawarkan kesempatan kepada  pengguna  untuk berbagi dan mengonsumsi konten politik dengan cara yang kreatif dan lebih pribadi, namun interaksi politik di TikTok tidak selalu positif.

Adanya misinformasi dan bias pada konten politik yang disebarluaskan dapat menimbulkan persepsi yang keliru di kalangan pengguna (Adnan & Mona, 2024). Konten politik biasanya dibuat oleh  buzzer ataupun konten kreator untuk mempertahankan dan meningkatkan popularitasnya.

Konten kreator di TikTok membangun karakter atau identitas unik yang memungkinkan  mereka  lebih  mudah  dikenali  oleh  audiens  yang  disebut sebagai personal branding.

Branding inilah yang membuat pengguna tertarik dalam menggunakan platform TikTok di mana partai politik dapat berinteraksi lebih langsung dan  personal  dengan  pemilih  muda  serta  mempengaruhi  preferensi politik mereka.

Baca Juga: Generasi Muda dan Dilema Partisipasi Politik: Peduli atau Apatis?

Akan tetapi terkadang generasi Z mudah termakan akan berita hoaks karena hanya menonton potongan video yang sengaja beredar untuk menarik keributan masyarakat.

Kemudian TikTok sebagai platform berbasis video pendek menjadi  salah  satu  media  paling  digemari  oleh  generasi  Z, termasuk  dalam konsumsi informasi  politik (Cruz et al., 2025). Untuk itu pastinya penggunaan TikTok dapat berdampak terhadap partisipasi politik dan literasi digital mahasiswa.

Misalnya seperti TikTok dapat membentuk kesadaran mahasiswa dalam berpolitik karena dengan adanya konten-konten singkat tentang politik, itu dapat mendorong mahasiswa untuk ikut berpolitik hal ini sejalan dengan penelitian (Cruz et al., 2025) yang menyatakan tingginya frekuensi paparan informasi politik melalui TikTok membentuk kesadaran politik dan mendorong pemuda untuk lebih aktif dalam proses demokrasi.

Selain itu dengan adanya hashtag dari TikTok itu juga dapat mengajak mahasiswa untuk ikut berpolitik seperti ikut aksi (demo), kampanye, dan sebagainya.

Selain itu TikTok juga memberikan dampak terhadap literasi digital mahasiswa karena dengan seringnya menemukan berbagai macam konten di TikTok akan membuat mahasiswa tersebut lebih sering membandingkan sebuah video sehingga mahasiswa tersebut lebih bisa membedakan informasi yang palsu dan yang asli.

Namun jika mahasiswa tersebut asal menonton video saja tanpa adanya literasi maka mahasiswa dapat tertipu dengan video pendek tersebut. Selain itu TikTok juga lebih mengutamakan konten yang menarik dan viral (bukan yang terlihat aslinya).

Jika mahasiswa tersebut tidak memiliki literasi digital maka dia akan mudah percaya pada konten viral tanpa tahu kebenaran yang ada.

Penutup

Dengan demikian, munculnya platform media sosial seperti TikTok telah menjadi ruang baru yang sangat berpengaruh dalam pembentukan opini politik generasi Z.

Melalui algoritma yang menyesuaikan konten membuat mahasiswa lebih banyak menerima informasi politik dalam bentuk video singkat yang menarik dan mudah dipahami.

Namun akibatnya, opini politik yang muncul sering terbentuk bukan oleh kualitas informasi tetapi pada tren dan viralitas serta intensitas interaksi pengguna di platform tersebut.

Akan tetapi TikTok juga membantu meningkatkan minat generasi Z dalam berpartisipasi politik membuat TikTok memiliki peranan sebagai alat literasi politik yang efektif, sekaligus sebagai ruang yang rentan memicu misinformasi apa bila tidak diimbangi dengan litrasi digital yang baik.

Penulis:
1. Ravita Kerola
2. Elfira Gusti
3. Aurellia Utami
4. Hotma Ujung
5. Aipa Parastika
6. Rendi Muhammad Akbar
Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bengkulu

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Daftar Pustaka

Adnan, M., & Mona, N. (2024). Strategi Komunikasi Politik melalui Media Sosial oleh Calon Presiden Indonesia 2024. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 15(1), 1–20. https://doi.org/10.14710/politika.15.1.2024.1-20

Cruz, J. P. C. Da, Sayrani, L. P., &zz Kolianan, J. B. (2025). Pengaruh Penggunaan Tiktok Terhadap Partisipasi Pemilih Muda dalam Pemilihan Presiden (Studi Kasus pada Generasi Z pada Pemilu 2024 Kota Kupang). Journal of Administrative and Social Science, 6(1), 215–224. https://doi.org/10.55606/jass.v6i1.2116

Enzelica, G., Ginting, B., & Pribadi, M. A. (2025). Persepsi Politik Generasi Z di TikTok : Analisis Teori Ekologi Media. 97–104.

Judijanto, L., Maulinda, R., Zulaika, S., Tjahyadi, I., Agama, I., Tarbiyatut, I., & Lamongan, T. (2023). Pengaruh Sumber Informasi dan Interaksi Sosial di Media Sosial terhadap Pembentukan Opini Politik Masyarakat di Indonesia. 1(01), 21–31.

Nafisah, D. A., & Bakhri, S. (2024). Partisipasi Politik Generasi Z: Analisis Kritis terhadap Pengaruh Media Sosial dalam Pemilu 2024. 1(2), 36–50.

Pariasih, E. (2024). Efektivitas Pendekatan Konten Viral Di Media Sosial. 21(01), 58–66.

Purboyo, M. G., Amriwan, A., Tivantara, B. J., Putra, H. D., Ilmu, F., Politik, I., & Lampung, B. (2025). Ambivalensi Politik Digital : Algoritma , Gamifikasi , dan Polarisasi Generasi Z di TikTok. JSA (Jurnal Sosiologi Andalas), 11(2), 172–190.

Putra, T. R., Tri, R., Meilani, N., Anjani, M., & Kumala, D. (2024). Paritisipasi Politik Gen Z : Eksplorasi Peran Media Sosial dalam Pembentukan Kesadaran Politik Remaja. 2(1), 61–68.

Quiroz, N. T. (2020). La aplicación favorita durante el aislamiento.

Rijal, R. A., Fatgehipon, A. H., & Martini. (2025). Perilaku Politik Mahasiswa Generasi Z Post-Truth On TikTok : Its Impact On the Political Behavior. JICN: Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(3), 3174–3178.

Suhardiman, A., & Kamaluddin, M. (2022). Literasi Digital Mahasiswa Pengguna TikTok di Universitas Muhammadiyah Cirebon. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 1(1), 42–53.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Daftar Isi dan Poin-Poin Artikel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses