Puspa (Putuskan Saja Pacarmu)

Puspa Putuskan Saja Pacarmu

Berpacaran adalah bercintaan, atau berkasih-kasihan dengan sang pacar. Pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Memacari adalah mengencani atau menjadikan dia sebagi pacar. Sedangkan kencan sendiri menurut Kamus halaman 542 adalah berjanji untuk saling bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama. (KBBI Edisi Ketiga, 2002: 807)

Sungguh ironis. Tahun 2010 menurut BKKBN, di Surabaya remaja perempuan lajang yang kegadisannya sudah hilang mencapai 54%, di Medan 52%, Bandung 47%, dan Yogyakarta 37%. Menurut KPAI tahun 2012, usia 12 tahun sudah mulai berpacaran. Remaja SMP tidak perawan 62,7% dan remaja yang pernah aborsi mencapai 21,2%.

Dan juga orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali-Imran [3]: 135)

Bacaan Lainnya
DONASI

Allah berkata: “Dan janganlah kamu mendekati, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32). Ayat tersebut telah mengingatkan kepada kita bahwa pacaran adalah suatu perbuatan tercela dan jalan yang buruk. Tapi pada faktanya, kenapa sedikit sekali yang mengikuti petunjuk Allah?

Baca juga: Pentingnya Resiliensi Moral terhadap Fenomena Toxic Relationship Hubungan Pacaran pada Generasi Millenial

Sedih gak sih sob? Di zaman sekarang ini, banyak sekali para orang tua yang tidak mau peduli dengan anaknya. Orang tua tahu dan melihat kalau anaknya pacaran, tapi malah dibiarkan saja sama orang tuanya. Sekalipun orang tuanya sekolah berpendidikan tinggi dan punya ilmu yang banyak, tapi ketika ia mempunyai anak yang tidak mau taat dengan Allah, untuk apa? Pun, ketika orang tua tidak tahu kalau anaknya pacaran, seharusnya orang tua harus menanyakan dan tetap mengawasi kegiatan apa saja yang dilakukan oleh anaknya.

Tak sepantasnya orang tua hanya diam saja dan malah membiarkan, bahkan tidak memarahi anaknya ketika anaknya berbuat sesuatu yang diharamkan oleh Allah. Apakah ini yang diharapkan oleh kita kelak ketika sebagai orang tua? Bersikap acuh dan sayang kepada anak kita, sampai-sampai tidak berani untuk memarahi anak kita?

Banyak orang yang ingin masuk surga, tapi tak sedikit dari mereka yang mengingkari Al-Qur’an. Ini sama saja diibaratkan seperti orang yang menginginkan petunjuk, tapi enggan untuk membaca Al-Qur’an, apalagi mengimplementasikannya.

Dari Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam pernah bersabda: “Perumpamaan orang mu’min yang membaca Al-Qur’an adalah seperti jeruk manis yang baunya harum dan rasanya manis. Perumpamaan orang mu’min yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti kurma, tidak berbau harum tetapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti bunga, baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seumpama buah pare, tidak berbau harum dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari, Muslim, Nasai, dan Ibnu Majah).

Baca juga: Transaksi Sewa Pacar

Allah itu pencemburu, dan cemburu Allah itu adalah ketika kita melakukan sesuatu yang diharamkan-Nya. Pacaran sama saja dengan menularkan ekspresi cinta kepada lawan jenis. Ketika cinta itu sudah diekspresikan kepada makhluk-Nya, maka siapa yang bisa menjamin manusia akan berbuat lebih daripada itu? Akhirnya, cinta membuat buta segalanya.

Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita-wanita, anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang terbaik.” (QS. Ali-Imran [3]: 14)

Cinta terbaik hanyalah cinta kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. “Katakanlah: Ingatlah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu? Untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah, pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Dan mereka dikaruniai istri-istri yang disucikan serta keridhoan-Nya. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Ali-Imran [3]: 15)

Tim Penulis:

1. Jalimah Zulfah Latuconsina
Mahasiswa Ahwal Al Syakhshiyah, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

2. Nur Zaytun Hasanah
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

3. Istiqomah
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI