Zina menjadi Budaya yang Biasa di Zaman Sekarang

Zina menjadi budaya

Kemajuan dan perkembangan zaman merupakan salah satu dari arus globalisasi. Perkembangan zaman sangatlah pesat seiring adanya teknologi yang canggih dan terdapat sosial media.

Budaya seks bebas sangat marak di Indonesia saat ini, tidak ada zina mata, namun zina dan sampai membuka jasa fun seks demi mendapatkan sejumlah uang.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Pada aplikasi Tik-tok, Instagram, facebook, twitter dan sebagainya banyak para wanita dan pria yang mengumbar aurat nya demi mendapatkan pujian dan sensasi yang berlebih dari orang lain. Sehingga banyak kaum-kaum yang kadang menyalahgunakan foto ataupun videonya untuk kepentingan zina.

Semakin banyaknya perkembangan dan hadirnya sosial media, terdapat juga orang yang mungkin dalam kesulitan mencari rezeki dia rela untuk menjual dirinya dalam catatan untuk kepentingan memuaskan hasrat seksualitas seseorang dengan dibayar atau yang sering kita dengar dengan kata BO (booking out).

Orang yang berzina biasanya dia memproduksi video dan film-film kemudian disebar kepada sosial media, pelaku zina dan orang yang menonton atau mengkonsumsi foto dan video fulgar sama saja dia dalam catatan orang yang melakukan zina.

Zina ini kejam daripada pembunuhan, zina sangat dilaknat oleh Allah subhanahu wa ta’ala, kita sebagi umat manusia seharusnya menghindarinya karena zina banyak menimbulkan kemudharatan seperti timbulnya penyakit seksual, penyakit mental, penyakit rohani.

Faktor-faktor mengapa banyak bermunculan budaya zina di era modern saat ini: banyak orang yang tidak mengerti agama, iman yang pudar, tercemar oleh pergaulan, trauma masa kecil, rasa ingin tahu, kurang perhatian dari orang tua, mengonsumsi gambar dan video pornografi, rendahnya pengetahuan mengenai seks bebas.

Allah berfirman “dan janganlah kamu mendekati zina;(zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk”. (Q.S Al-Isra ayat 32).

Di Indonesia zina adalah sesuatu yang wajar ada juga yang menganggap bahwa dia tidak menganggu kita mengapa harus kita yang heboh? Namun kita sebagai manusia dan sesama muslim sebaiknya mengingatkan bagaimana yang baik dan buruk juga mendoakan agar bisa kembali kejalan Allah SWT.

Selain itu, kita juga perlu membentengi diri sendiri dari fitnah zina ini. Memang terasa sulit terutama bagi para remaja yang sedang gempar-gemparnya memiliki perasaan terhadap lawan jenis.

Akan tetapi, semua ini harus dilawan demi mengutamakan ketaataan kepada perintah Allah Ta’ala. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membentengi diri dari fitnah zina di antaranya:

1. Memohon Pertolongan Kepada Allah

Kita semua ini makhluk yang lemah. Hati kita sangat mudah untuk terbolak-balik. Maka dari itu, hal pertama yang dapat kita lakukan untuk membentengi diri dari dosa adalah berdoa kepada Allah.

Mohonlah pertolongan kepada Allah agar hati kita diberi kekuatan untuk senantiasa menaati perintah-Nya. Mohonlah pertolongan kepada Allah agar hati kita dijauhkan dari keinginan-keinginan yang buruk. Sesungguhnya berdoa merupakan senjata dari kaum muslimin.

2. Menjaga Pandangan

Sering kita mendengar kalimat, “dari mata turun ke hati.” Kalimat ini benar maknanya. Pandangan adalah panah syaithon. Perasaan suka bisa disebabkan awal mulanya karena pandangan. Dengan pandangan kita melihat keelokan dan keindahan rupa lawan jenis yang dapat memikat hati-hati yang sedang sakit bahkan merusaknya. Maka dari itu, syari’at ini sudah mengatur bahwa setiap muslim hendaknya dapat menjaga pandangannya dari yang bukan mahram.

3. Menjaga Aurat

Selain menjaga pandangan, kita juga perlu menjaga aurat tubuh kita untuk membantu lawan jenis dalam menjaga pandangannya. Bagi perempuan, pakaian yang semakin tertutup semakin baik. Hal ini dikarenakan lekuk tubuh menjadi tidak terbentuk dan keindahan tubuh menjadi semakin tidak terlihat.

Jangan sampai kita ikut terbodohkan oleh tren-tren fashion saat ini yang kebanyakan tidak memenuhi kriteria pakaian seorang muslim ataupun muslimah. Berpegang teguhlah pada ajaran agama apabila kita ingin selamat.

Tim Penulis:

1. Habib Rifai
Mahasiswa Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

2. Arifianto Syahalief Rachman
Mahasiswa Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

3. Nur Zaytun Hasanah
Alumni Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

4. Shafira Dhaisani Sutra
Mahasiswa Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia

Editor: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait