Dua Wajah 14 Februari: Antara Romansa dan Revolusi

Dua Wajah 14 Februari: Antara Romansa dan Revolusi
Sumber: pexels.com/Kaboompics.com

14 Februari, hampir seluruh masyarakat dunia mengenal tanggal 14 Februari sebagai Hari Kasih Sayang atau Hari Valentine. Namun, bagi Indonesia, tanggal ini bisa bermakna ganda.

Tahukah Anda bahwa tanggal 14 Februari juga diperingati sebagai Hari Peringatan Pembela Tanah Air atau PETA?

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Valentine secara Luas dan Pemaknaan Ganda bagi Indonesia

Bagi masyarakat luas, 14 Februari selalu dikenang sebagai Hari Kasih Sayang atau Hari Valentine.

Orang-orang akan merayakan hari ini dengan memberikan hadiah atau bahkan cokelat kepada orang yang dicintai.

Para pasangan akan menghabiskan waktu bersama sambil menikmati makan malam bersama, sementara di media sosial akan dipenuhi dengan ungkapan cinta.

Namun, dibalik itu semua, ada makna yang sangat berbanding terbalik bagi Indonesia. Ada kisah perjuangan yang sering terlupakan, yaitu Pemberontakan PETA di Blitar pada 14 Februari 1945.

Baca Juga: Makna Hari Tari Sedunia Bagi Seniman Kampung Budaya Polowijen Malang

Sejarah Pemberontakan PETA

PETA atau Pembela Tanah Air adalah tentara sukarelawan yang dibentuk setelah dikeluarkannya peraturan Osamu Seirei No. 44 pada 3 Oktober 1943 oleh Gunseikan, yaitu pemimpin tertinggi tentara Jepang.

Dasar dari dibentuknya PETA ini pada awalnya karena adanya kebutuhan akan pasukan tambahan oleh pemerintah Jepang sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu pihak Sekutu menyerang wilayah Indonesia karena sebelumnya Jepang sudah menyerang pihak Amerika di Pearl Harbour, Hawaii pada 8 Desember 1941.

Disebutkan jika tentara PETA ini pernah ditugaskan untuk mengawasi jalannya romusha di sekitar Pantai Selatan Jawa.

Di sanalah mereka menyaksikan secara langsung siksaan berat yang dialami oleh para pekerja romusha. Tak hanya laki-laki, tetapi perempuan juga dikerahkan untuk menjalani romusha ini.

Bahkan para tentara Jepang ini sering pula melecehkan perempuan-perempuan Indonesia. Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya pemberontakan PETA di Blitar.

Sekitar tahun 1944-1945, para pemuda Indonesia yang tergabung dalam PETA menyadari bahwa Jepang semakin tersudut dalam melawan Sekutu.

Para tentara PETA kemudian menginisiasi gerakan untuk menyerang Jepang dan merebut kemerdekaan Indonesia.

Revolusi menuju kemerdekaan Indonesia pun menjadi tujuan utama dalam Pemberontakan PETA di Blitar, di mana ini ditegaskan oleh Supriyadi, seorang komandan pleton (shodanco) PETA.

Salah satu upaya yang digunakan oleh Supriyadi untuk membakar semangat para tentara PETA adalah dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Di Timur Matahari.

Baca Juga: Paralel antara Fiksi dan Sejarah: Tragedi Ohara, Baitul Hikmah, dan Perpustakaan Pramoedya

Sejarah Valentine dan Perayaannya di Indonesia

Sejarah Valentine diyakini berasal dari kisah Santo Valentinus, yaitu seorang imam dan martir pada abad ke-3 di Roma.

Perayaan ini diyakini sebagai penghormatan terhadap Santo Valentinus yang dihukum mati karena menikahkan pasangan secara diam-diam di tengah-tengah larangan Kaisar Claudius II.

Setelah kematiannya, ia dihormati sebagai lambang cinta dan pengorbanan.

Seiring berjalannya waktu, setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari kasih sayang, di mana tidak hanya terjadi dalam lingkup pasangan, tetapi juga dalam lingkup persahabatan dan keluarga.

Di Indonesia sendiri, Valentine mulai dikenal luas pada tahun 1990an, terutama di kalangan anak muda.

Namun, perayaan Valentine di Indonesia tidak selalu diterima dengan baik di kalangan masyarakat. Beberapa pihak melarang perayaannya dengan alasan budaya dan agama.

Meski begitu, masih banyak kalangan muda yang masih tetap merayakan perayaan Valentine ini untuk sekedar bertukar hadiah atau cokelat, atau bahkan untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang yang dicintai.

Baca Juga: Membangkitkan Cinta Tanah Air dan Semangat Berkarya dalam Generasi Muda

14 Februari, Dua Sisi yang Kontras

Hari Valentine dan Hari Peringatan PETA memang jatuh di tanggal yang sama, tetapi memiliki makna yang berbeda dibaliknya.

Hari Valentine memiliki makna dalam mengekspresikan cinta dalam hubungan pribadi kepada pasangannya, sedangkan Hari Peringatan PETA memiliki makna dalam perjuangan kemerdekaan dan kebebasan Indonesia.

Tokoh dibalik dua hari peringatan ini pun berbeda, tokoh utama bagi Hari Valentine adalah Santo Valentinus, sedangkan tokoh utama bagi Hari Peringatan PETA adalah Shodanco Supriyadi.

Meski berbeda, keduanya sama-sama berbicara tentang cinta dan pengorbanan.

Valentine menyoroti cinta dalam hubungan pribadi antarindividu, sedangkan Pemberontakan PETA menyoroti cinta dalam bentuk perjuangan untuk kemerdekaan dan kebebasan bangsa dari penjajah.

Tidak ada salahnya untuk merayakan Hari Valentine, tetapi kita jangan sampai lupa pula bahwa hari tentang peringatan hari kasih sayang ini juga tentang cinta perjuangan untuk tanah air.

Baca Juga: Menjelajahi Makna Pengabdian Masyarakat dengan Memahami Peran, Tantangan, dan Dampaknya pada Masyarakat

Salah satu cara untuk merayakan dua hari besar ini adalah dengan cara menghargai dan memaknainya secara luas bahwa 14 Februari tidak hanya tentang cinta terhadap antarindividu, tetapi juga cinta terhadap bangsa dan negara.

Pada akhirnya, 14 Februari mengajarkan kita bahwa cinta bisa saja hadir dalam berbagai bentuk, dalam bentuk hadiah dan cokelat, maupun juga dalam bentuk perjuangan dan pengorbanan.

 

Penulis: Faren Rachel Gunawan
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Malang

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses