Apa itu Hadist?

apa itu hadis

Pendahuluan

Hadist merupakan berita turun menurun secara khusus yang berasal dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Eksistensi hadist sebagai sumber ajaran Islam yang kedua setelah Al-Quran tak akan terlepas dari adanya ilmu yang mendukungnya, yaitu ilmu yang kita kenal dengan sebutan ulumul hadist.

Ilmu hadist atau ulumul hadist ini terdiri dari dua kata yaitu al-‘ilm dan al-hadist. Ilmu memiliki arti sebagai sesuatu luas dan kompleks dari pengetahuan yang berkaitan dengan akal fikiran, sedangkan al-hadist merupakan segala bentuk perkataan, perbuatan, dan ketetapan yang bersumber dari nabi Muhammad shallalahu alaihi wa salam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ulumul hadist adalah ilmu mengenai segala sesuatu tentang hadist dan yang berkaitan dengannya.

Lahirnya ilmu hadist ini memiliki peran yang sangat penting bagi kedudukan hadist-hadist nabi, yaitu ilmu yang menjaga, melestarikan kebenaran hadist, dan sebagai penyaring apakah hadist tersebut benar benar bersumber dari rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

Bacaan Lainnya
DONASI

Pembahasan ulumul hadist ini, secara komprehensif fokus pada periwayatan hadist dan cara-cara serta media yang berguna sebagai penyaring dalam periwayatan hadist.

Perkembangan ilmu ini, meski tidak berjalan secara sistematis, namun telah dimulai sejak masa sahabat. Dimana pada mulanya ilmu ini terkenal dalam praktek para ulama yang kemudian disempurnakan pada abad ke-2 hijriyah. Tetapi pada saat itu ilmu ini belum dibukukan dan belum menjadi ilmu yang sistematis yang tertulis secara komprehensif dalam suatu kitab.

Pada abad ke-3 hijriyah lah baru terjadi kodifikasi secara resmi. Setelah itu,barulah ilmu hadist ini dianggap ilmu yang sudah matang dan telah disempurnakan. Namun sekitar abad ke 10 sampai awal 14 hijriyah terjadi masa kejumudan dimana proses pembaharuan dan penulisan karya terhenti. Tidak lama setelah itu, pada pasca abad ke 14 hijriyah timbul pergerakan kembali dari keilmuan terkhusuhnya di bidang ilmu hadis.

Baca juga: Pendalaman Ulum Hadist

Pembahasan

Seperti yang terjadi pada penerapan ilmu-ilmu umum, sebagai ilmu, hadist bukanlah ilmu yang dapat berdiri sendiri. Ini tentunya hal yang wajar, karena ilmu-ilmu bantu justru diperlukan sebagai pondasi dan sokongan yang dibutuhkan dalam menerapkan ilmu dalam kehidupan yang nyata.

Ada dua unsur pokok dalam ilmu hadist, yaitu sanad dan matan. Keduanya memiliki esksistensi masing-masing sehingga bisa membentuk hadist menjadi utuh. Oleh karena itu, ilmu hadist ini membutuhkan bantuan yang berkaitan dengan kedua unsur pokok utama tadi.

Nah, ilmu bantu dari ilmu hadist ini dapat dikategorikan menjadi 3 bagian, di antaranya yaitu yang berkaitan dengan matan, sanad serta sanad dan matan. Sanad merupakan rangkaian rawi yang meriwayatkan suatu hadist. Maka dari itu, pembahasan di sanad ini tidak akan terlepas dari perawi.

Ilmu hadist ini dalam ilmu bantu nya mempunyai kaitan dengan sanad yang pembahasannya itu tidak lain mengenai identitas dan biografi para perawi dan rawi yang meriwayatkan hadist atau biasa disebut dengan ilm tarikh al-ruwah.

Dalam keilmuan tersebut, dibahas tuntas segala hal yang berkaitan dengan aspek individual/pribadi para perawi secara biografis mulai dari waktu lahirnya hingga waktu wafatnya,karena dengan inilah dapat diketahui mulai dari aspek ketersambungan sanad dengan mengetahui kapan lahir dan wafatnya, dimana para perawi tersebut dan siapa saja murid dan guru dari sang rawi tersebut.

Selanjutnya, ilmu tabaqah al-ruwah yaitu ilmu yang membahas tentang tingkatan generasi dari para perawi. Kemudian ilmu rijalul hadist,dimana ilmu tersebut membahas tentang individu yang berada disekitar periwayatan hadist.

Nah, seluruh ilmu yang sudah dipaparkan tadi disokong dengan ilmu jar wa ta’dil. Ilmu ini merupakan ilmu yang membahas terkait kualitas rawi baik dari segi kedhabitan dan keadilannya melalui pendapat dan komentar para ulama terhadap sang perawi tersebut.

Ilmu ini mempunyai kedudukan penting dalam menentukan diterima atau tidaknya periwayatan tersebut. Kemudian, matan hadist atau yang biasa kita ketahui sebagai isi dari hadist. Matan adalah ruh dari hadist yang merupakan pesan yang disampaikan dari rasulullah salllalhu alaihi wasallam. Dan perlu kita ketahui bahwa tidak semua matan hadist dapat dipahami dengan mudah atau secara langsung.

Terkadang dibutuhkan pemikiran yang teliti dan mendalam dalam memahami makusd dari matan hadist tersebut. Untuk itu, adanya ilmu gharibul hadist akan mempermudah kita dalam memahami pesan yang terdapat dari matan itu. ilmu ini merupakan ilmu yang membahas tentang hadist-hadist yang asing untuk mengetahui pesan yang disampaikan dalam suatu hadist.

Selanjutnya, ilmu lain yang sangat diperlukan dalam berdirinya dasar keilmuan ini adalah ilmu asbabul wurud, agar kita mengetahui sebab diturunkannya hadist tersebut agar kia dapat memahami pesan yang disampaikan dalam hadist tersebut dengan kontekstual.

Selain itu,untuk mengetahui runtutan dari pesan yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan mana pesan yang tidak lagi berlaku atau sudah dihapus,kita bisa ketahui melalui ilmu tawarikhul mutun dan ilmu nasakah walmansukh.

Dengan kehadiran ilmu-ilmu bantu tersebut maka akan sangat membantu kita dalam mempelajari dan memahami hadist dengan pemahaman yang benar.

Selain itu, cabang ilmu yang bersifat khusus atau istimewa adalah ilmu ilalul hadist, dimana ilmu ini berkaitan dengan sanad dan matan sekaligus.

Ilmu ini membahas masalah ilal/cacat atau kesalahan dalam suatu hadist baik itu dari segi sanadnya ataupun matan. Ilmu-ilmu bantu/cabang cabang ilmu yang merupakan bagian dari pondasi dari ulumul hadist ini memiliki eksistensi yang sangat membantu ilmu ini menjadi lebih berkembang. Karena terkadang kesalahan dalam suatu hadist itu bersifat tersembunyi sehingga dalam mengetahui hal itu dibutuhkan satu cabang ilmu khusus untuk memahaminya.

Baca juga: Mengenal Lebih dalam Kutubut Tis’ah Menurut Prespektif Ilmu Hadist

Ulumul hadist secara garis besar dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu,ilmu hadist dirayah dan ilmu hadust riwayah. Ilmu hadist dirayah merupakan ilmu yang membahas keadaan sand dan matan,diterima atau tidaknya suatu hadist.

Bagian ilmu ini seperti mustolahul hadist, ilmu hadist dan qawaid al-hadist. Sedangkan ilmu hadist riwayah merupakan ilmu periwayatan hadist yang mencakup perkataan dan perbuatan nabi Muhammad shalllahu alaihi wa sallam.

Mulai dar periwayatan, pemeliharaan, penulisan dan pembukuan atas lafadz-lafadznya. Sebenarnya, sejarah berkembangnya ilmu hadist ini telah dimulai pada masa sahabat dengan proses yang bertahap. Dimulai dari mencari sanad hadist dan menelaah karakteristik para perawi, dengan kehati-hatian dalam meriwayatkan suatu hadist dan membandingkannya satu dengan yang lainnya.

Kemudian pada tahap selanjutnya, ketika ulumul hadist sudah menjadi kelimuan yang sempurna dan sudah menjadi cabang ilmu tersendiri yang sesuai dengan kaidah yang ditentukan para ulama. Dan pada masa pengkodifikasian hadist, ulama berbeda pendapat tentang siapa tokoh yang mengkodifikasikan hadist, sebagian ada yang berpendapat Az-Zuhri dan sebagian lainnya berpendapat Malik bin Anas.

Penutup

Hadist sebagai referensi kedua setelah kitab suci Al-Qur’an memiliki urgensi dalam implementasi maupun ajaran islam itu sendiri.

Mengingat posisi hadist sebagai sumber hukum utama, maka ulama hadist terdahulu memberikan perhatian mereka melalui mempelajari, menghafal hadist, menjabarkan cabang-cabang keilmuannya, menentukan kaidah-kaidah yang khusus dalam menjaga kebenaran dan kesucian hadist dari semua bentuk kekeliruan.

Sebagaimana yang telah kita ketahui, hadist merupakan sumber ajaran utama yang menjadi pedoman dan sumber pengembilan hukum stelah kitab suci Al-Qur’an.

Menurut bahasa hadist ini dapat diartikan khabar atau berita. Sedangkan definisi secara istilah ialah sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam dari perkataan, perbuatan dan taqrir.

Ilmu ini merupakan ilmu yang sangat penting dipelajari mengingat bahwa hadist adalah sumber ajaran dan rujukan dalam pengambilan hukum.

Di antara urgensi pentingnya untuk mempelajari ulumul hadist ini yaitu agar kita dapat mengetahui kualitas hadist, kualitas sanad dan matannya, memahami bagian dan macam-macam hadist.

Baca juga: Ilmu Hadis: Pengertian dan Sejarah Perkembangan

Mengetahui keadaan para perawi ,dan yang terpenting adalah menjaga kesucian dan kemurnian hadist. Dan di antara manfaat mempelajari ilmu hadist dari segi riyawahnya adalah mengetahui perbedaan hadist dari sumber rujukannya, agar memahami makna penting dalam suatu hadist serta agar kita tidak menafsirkan Al-Qur’an tanpa dasar ilmu.

Agar dapat mengamalkan isi kandungan hadist dengan lurus dan tepat dan menjaga kebenaran makna hadist. Terlebih lagi pada zaman sekarang dimana potensi adanya pemalsuan hadist sangat besar, maka dari itu perlu diperhatikan keotentikan hadist.

Manfaat lainnya yaitu agar seseorang mempunyai dasar pengetahuan antara hadist yang disandarkan pada nabi dan hadist yang tidak memiliki sandaran. Ilmu ini juga menjadi bekal dan pondasi bagi seorang penuntut ilmu syar’I dalam mengkaji dan menelaah kunci pengtahuan tentang periwayatan, ditolak atau diterimanya suatu hadist, dan syarat-syarat ditolak atau diterimanya suatu hadist.

Penulis: Nurizka Hasanah Harahap
Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an Tafsir UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI