Seberapa Pentingkah Ilmu Hadis?

pentingkah ilmu hadis

Seiring dengan perjalanan waktu dan kebutuhan hidup manusia, hadis telah menjadi bahan penelitian, dan akan terus dipelajari dan diteliti di masa yang akan datang. Eksistensi kajian ilmu hadis dalam kehidupan, dewasa ini sangatlah penting.

Hadis begitu penting sebab hadis merupakan perkataan, perbuatan, dan juga ketetapan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Ilmu hadis juga merupakan cara dalam mendalami hadis sebagai sumber hukum agama Islam sesudah Al-Qur’an.

Dibutuhkan perantara yang dapat membimbing manusia agar dapat memahami hadis dengan baik dan benar. Perantara tersebut adalah Ilmu hadis atau Ulumul Hadis, yaitu sebuah ilmu yang membimbing seseorang untuk memahami dan mendalami hadis serta kajian keislaman secara komprehensif.

Bacaan Lainnya
DONASI

Ilmu Hadits merupakan salah satu bidang penelitian yang sangat fundamental di kalangan para peneliti juga siswa dan mahasiswa yang ingin mendalami hadits. Tidak hanya terbatas bagi pelajar dan mahasiswa saja, tetapi ilmu hadis juga penting dipelajari bagi umat Islam.  

Secara etimologi ilmu hadis atau ulumul hadis berasal dari dua kata yaitu ulumul dan hadits. Ulumul adalah jamak dari kata ilm yang berarti pengetahuan sedangkan hadis merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam baik dari perkataan, perbuatan ataupun ketetapanya.

Adapun secara terminologi, Ilmu Hadis adalah “Ilmu pengetahuan yang membahas tentang cara-cara persambungan hadis kepada Rasulullah SAW dari segi hal, ihwal para perawinya, yang menyangkut kedhabitan dan keadilannya, dan dari bersambung dan terputusnya sanad, dan sebagainya”. Singkatnya, Ilmu Hadis adalah ilmu yang mempelajari segala yang  berhubungan dengan hadis nabi.  

Baca juga: Bahaya Hadist Maudhu bagi Ummat Islam

Cabang Ilmu Hadis

Ilmu hadis memiliki berbagai cabang ilmu di antaranya yaitu Ilmu Rijalul Hadis, Ilmu Jarh wa Ta’dil, Ilmu Tarikh Ruwat dan sebagainya :

1. Ilmu Rijalul Hadis

Ilmu Rijalul Hadis merupakan ilmu yang mempelajari semua yang berkaitan dengan para periwayat hadis, pada zaman sahabat, tabi’in atau generasi selanjutnya. Ilmu ini digunakan untuk mendeteksi perawi-perawi yang berkualitas atau tidak. Dengan Ilmu Rijalul Hadis, kita dapat mengetahui perjalanan atau riwayat hidup sang perawi dalam pengembaraanya meriwayatkan hadis.

2. Ilmu Jarh wa Ta’dil

Ilmu Jarh wa Ta’dil merupakan sebuah ilmu yang menjelaskan berbagai perihal yang berkaitan dengan periwayat hadis yang bertujuan untuk menetapkan periwayatan seorang perawi mengenai diterima atau tidaknya periwayatannya terhadap hadis. Ilmu ini digunakan untuk mencegah segala bentuk manipulasi terhadap periwayatan hadis. Dengan Ilmu ini, dapat ditentukan riwayat dari seorang perawi dapat diterima atau ditolak.

3. Ilmu Tarikh Ar-Ruwat

Ilmu Tarikh Ar-Ruwat merupakan disiplin ilmu yang membahas para periwayat hadis di sisi yang berhubungan dengan periwayatan mereka terhadap hadis. Seperti biografi perawi yang mencakup guru serta murid perawi. Menyebutkan daerah-daerah atau kota-kota yang pernah disinggahi dalam perjalanan mencari hadis, tahun mendengar hadis juga cara mendengar suatu hadis.

Baca juga: Mengenal Pentingnya Mempelajari Ulumul Hadis

Kelompok Kualitas Hadis

Dengan mempelajari ilmu hadis, kita juga dapat menentukan kualitas suatu hadis yang akan dijadikan pijakan dalam sebuah pengamalan ibadah. Dari sisi kuat dan lemahnya kualitas suatu hadis, para ulama membagi kualitas hadis kedalam tiga kelompok, yaitu Shahih, Hasan dan Dha’if, sebagai berikut:

1. Shahih

Hadis yang berkualitas shahih, merupakan hadis yang sandarannya disandarkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sanadnya tidak terputus, diriwayatkan oleh perawi yang ‘adil dan dhabith dari awal sampai akhir sanad dan  didalamnya tidak ditemukan kecacatan dan kejanggalan baik pada matan atau sanad hadis.

2. Hasan

Hadis hasan merupakan hadis yang kualitas dan syaratnya seperti hadis shahih, hanya saja yang membedakannya adalah kualitas perawinya, yaitu dibawah kualitas perawi hadis shahih.

3. Dha’if

Hadis yang berkualitas dha’if merupakan hadis lemah yaitu tidak memenuhi persyaratan hadis shahih dan juga hasan, baik salah satunya atau seluruhnya. Hadis dha’if tidak dapat dijadikan sandaran atau hujjah, karena kualitasnya yang lemah.

Dengan diketahuinya kualitas-kualitas suatu hadis, maka kita akan dapat memilah hadis-hadis yang dapat dijadikan hujjah atau tidak. Sehingga, kita tidak mudah atau sembarangan mengamalkan suatu hadis yang belum jelas kualitasnya.

Adapun unsur-unsur penting dalam kajian hadis ialah sebagai berikut :

  1. Sanad, secara etimologi berarti sandaran, secara terminologi merupakan suatu rangkaian jalan atau silsilah orang yang meriwayatkan hadis dari tingkatan sahabat hingga perawi hadis yang menyampaikan kepada matan hadis.
  2. Matan, ialah redaksi hadis nabi, atau lafadz-lafadz hadis nabi yang disebutkan setelah sanad hadis. Matan hadis disebut juga sebagai akhir sanad.
  3. Rawi, ialah orang yang meriwayatkan atau mengabarkan suatu hadis.

Kajian mengenai sanad dan matan sangatlah penting sebab, ketersambungan sanad dapat menjadi indikator kualitas suatu hadis, demikian pula dengan matan hadis.

Baca juga: Pentingnya Memahami Hadis Secara Tekstual dan Kontekstual

Terdapat banyak sekali manfaat dari mempelajari ilmu hadis, di antaranya yaitu seseorang dapat :

  • Memiliki pemahaman dasar mengenai hadis nabi;
  • Memilah antara hadis yang sebenarnya dan hadis yang palsu;
  • Menjadikan modal bagi pengkaji ilmu agama dalam mengkaji hadis-hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam;
  • Mengetahui pengorbanan para ilmuan hadis dalam rangka menjaga kemurnian hadis, sehingga memacu semangat mengkaji, meneliti juga menyebarkannya;
  • Mengetahui para periwayat hadis;
  • Mengetahui lambang-lambang periwayatan hadis;
  • Mengetahui daerah-daerah periwayatan hadis;
  • Tidak mudah secara langsung mengamalkan suatu hadis;
  • Berhati-hati dalam menanggapi hadis yang berkembang di masyarakat.

Kitab-kitab hadis yang telah sampai kepada masyarakat dan telah menjadi pedoman bagi umat Islam merupakan kitab-kitab yang dikodifikasikan setelah lama nabi wafat. Jauhnya rentang waktu antara Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan pengkodifikasian kitab-kitab hadis menyebabkan tidak dipungkirinya terjadi beraneka ragam hal yang dapat menjadikan riwayat hadis tersebut tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya telah disampaikan oleh Nabi.

Kajian ilmu hadis, membawa kita pada pengetahuan hadis yang lebih mendalam. Menjadikan seseorang tidak dengan mudah mengamalkan suatu hadis tanpa pengkajian. Peranan Ilmu hadis sangat dibutuhkan untuk melindungi dan menjaga kemurnian hadits dari  segala bentuk manipulasi atau pemalsuan hadits yang banyak terjadi, tidak hanya seperti yang terjadi di masa kini tetapi juga seperti yang telah terjadi dari  zaman para sahabat nabi dan juga tabi’in.

Penulis: Transiska Widiyawati
Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI