Hubungan Antara Gaya Hidup dan Pola Makan dengan Stadium Hipertensi

hipertensi

Hipertensi adalah salah satu penyakit yg mengakibatkan kesakitan yang tinggi. Hipertensi pada lanjut usia sebagian besar merupakan hipertensi sistolik terisolasi (HST).

Meningkatnya tekanan sistolik menyebabkan besarnya kemungkinan timbulnya insiden stroke dan infark myocard bahkan walaupun tekanan diastoliknya pada batas normal (isolated systolic hypertension).

Sesuai data Riset Kesehatan Dasar (2007) mengungkapkan bahwa prevalensi hipertensi pada Indonesia berkisar 30% dengan insiden komplikasi penyakit kardiovaskular lebih poly pada wanita (52%) dibandingkan (48%).

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca juga: Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung

Pola Makan

Pola makan yang salah dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah seperti kebiasaan mengkonsumsi makanan berlemak terutama pada asupan lemak jenuh dan kolesterol.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi yaitu:

  1. kelebihan berat 
  2. badan yang diikuti dengan
  3. kurangnya berolahraga, serta
  4. mengonsumsi makanan yang berlemak dan berkadar garam tinggi 

Obesitas atau kegemukan

Obesitas merupakan salah satu faktor resiko timbulnya hipertens Obesitas merupakan ciri dari populasi penderita hipertensi. Curah jantung dan sirkulasi volume darah penderita hipertensi yang obesitas lebih tinggi dari penderita hipertensi yang tidak mengalami obesitas.

Daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibanding penderita hipertensi  dengan berat badan normal.

Obesitas di Indonesia, berdasarkan hasil penelitian himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) pada karyawan di beberapa perusahaan di Indonesia memperlihatkan bahwa prevalensi:

Obesitas (IMT >30 kg/m2) pada laki-laki sebesar 9,16% dan pada perempuan 11,02%. Sementara itu hasil survei nasional yang dilakukan pada tahun 1996/1997 di ibukota seluruh provinsi di Indonesia menunjukkan bahwa pada kelompok umur 18 tahun ke atas, mengalami overweight sebesar 8,1% pada laki-laki dan 10,5% pada perempuan sedang yang menderita obesitas pada laki-laki 6,8% dan perempuan 13,5%.

Baca juga: Tetap Sehat Selama Berpuasa

6 Makanan Penyebab Darah Tinggi yang Harus Dihindari

1. Garam

Garam atau natrium sangat berpengaruh terhadap tekanan darah tinggi dan penyakit jantung karena ia dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam darah. AHA menyarankan untuk konsumsi garam tidak lebih dari 2.300 mg sodium per hari atau setara dengan 1 sendok teh. Makanan yang dikenal mengandung banyak garam adalah pizza, sandwich, sup, daging yang diawetkan, dan burrito.

2. Acar

Acar mengawetkan makanan apapun tentu membutuhkan garam. Pasalnya, garam mampu menghentikan pembusukan dan membuat makanan lebih awet. Semakin lama makanan disimpan dalam kaleng dan diawetkan, akan semakin banyak natrium yang dibutuhkan.

3. Sup Kalengan

Makanan kalengan adalah solusi yang sangat praktis bagi orang yang tidak punya waktu untuk memasak dan ingin menyantap makanan instan.

4. Saus Tomat

Kebanyakan saus tomat kemasan atau saus pasta mengandung sodium yang tinggi sehingga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Agar tekanan darah tidak naik, gunakan tomat segar yang kaya akan antioksidan likopen untuk membuat pasta. Sayuran segar memiliki banyak manfaat untuk kesehatan jantung.

5. Gula

Makanan manis adalah makanan penyebab darah tinggi yang harus diwaspadai sehingga penting untuk membatasi asupan gula.

Penelitian menunjukkan, gula berkontribusi terhadap penambahan berat badan pada orang dewasa dan anak-anak. Kegemukan dan obesitas sangat berpengaruh terhadap orang dengan penyakit tekanan darah tinggi.

6. Makanan Cepat Saji

Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans untuk menjaga kesehatan jantung, terutama bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

Lemak jenuh banyak ditemukan pada produk hewani, seperti susu dan krim tinggi lemak, mentega, daging merah, dan kulit ayam. Salah satu cara untuk mengurangi asupan lemak jenuh adalah denggan mengganti produk hewani dengan produk nabati.

Penulis: Fitria Rahman Ali
Mahasiswa Prodi Keperawatan Universitas Binawan

Dosen pengampu: Apriani Riyanti, S.Pd., M.Pd.

Referensi

https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11516

https://www.kompas.com/sains/read/2021/06/28/210300223/6-makanan-penyebab-darah-tinggi-yang-harus-dihindari?page=all

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI