Implementasi Digitalisasi Sekolah terhadap Peningkatan Kreativitas Guru dalam Meningkatan Daya Ingat Anak Usia Dini

Peningkatan Kreativitas Guru
Ilustrasi: istockphoto

Latar Belakang

Dalam rangka menyiapkan sekolah memasuki era revolusi industri 4.0 serta memenuhi Nawa Cita ketiga, yakni “Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan”, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengembangkan program Digitalisasi Sekolah.

Alokasi dana pengembangan program tersebut disiapkan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berupa BOS Afirmasi dan BOS Kinerja.

Menurut Mendikbud, salah satu tantangan dunia pendidikan di Indonesia saat ini adalah akses pendidikan di daerah pinggiran, pendidikan karakter, dan perkembangan teknologi yang harus diimbangi keahlian dan kemampuan, “Oleh karena itu, untuk mempercepat dan meningkatkan akses (pendidikan) yang belum merata itu, kita akan bangun mulai dari pinggiran dulu melalui digitalisasi sekolah.”

Program Digitalisasi Sekolah merupakan terobosan baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mempermudah proses belajar mengajar, guru, siswa kepala sekolah, dan unsur pendidikan juga bisa mengaksesnya.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2010:3), pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, baik pendidikan secara formal di sekolah maupun nonformal.

Pembahasan

Digitalisasi Sekolah

Di era Merdeka Belajar, kebijakan yang diluncurkan oleh Mendikbudristek ini mendorong agar kita semua dapat membangun kolaborasi melalui berbagai sarana dan fasilitas. Salah satunya fasilitas digital yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, sarana belajar serta dapat mengakses informasi yang akan membantu kita dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kemendikbudristek secara bertahap berupaya melengkapi sarana pembelajaran berbasis TIK. Baik melalui APBN maupun APBD, atau juga melalui dana transfer oleh pusat melalui pemerintah daerah atau langsung ke satuan pendidikan.

Program digitalisasi sekolah yang diluncurkan Kemendikbud, tidak akan menghilangkan proses pembelajaran dengan tatap muka. Pembelajaran dengan tatap muka antara guru dan siswa di kelas tetap penting dan tidak tergantikan, dan akan diperkaya dengan konten-konten digital.

Jaya Kumar C. Koran (2002), mendefinisikan media pembelajaran digital sebagai “… Sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik. (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.”

Sedangkan Dong (dalam Kamarga, 2002) mendefinisikan sebagai “Kegiatan belajar melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.”

Teknologi juga memudahkan murid memahami metode pembelajaran, yaitu sebagai media untuk mendapatkan atau menerima informasi dari gurunya atau ketua kelas mengenai pekerjaan rumah (PR) atau pengumuman lainnya.

Selain itu, teknologi mempunyai peran memudahkan dan meringkas pembelajaran, penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat membuat peserta didik lebih nyaman dan tidak terkesan jenuh atau monoton, karena penyampaian informasi melalui teknologi canggih terlihat lebih variatif dan modern.

Manfaat teknologi dalam dunia pendidikan adalah dapat sumber informasi, meningkatkan kemampuan belajar murid, memudahkan akses belajar, materi lebih menarik dan meningkatkat minat belajar murid.

Kreativitas Guru

Kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan cara-cara bagi pemecahan problema-problema yang dihadapi murid dalam situasi belajar yang didasarkan pada tingkah laku murid guna menghadapi perubahan-perubahan yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan untuk perkembangan proses belajar murid.

Kemampuan guru yang senantiasa mengembangkan bahan atau materi pelajaran dan mampu menciptakan suasana yang menarik dan tenang serta bisa memodifikasi pelajaran.

Menciptakan media pembelajaran sendiri, memodifikasi media, dan mengkombinasikan media. Kreativitas guru dalam pengembangan dan pemanfaatan sumber belajar adalah memanfaatkan lingkungan, memanfaatkan objek yang sering dijumpai peserta didik, dan memanfaatkan pengalaman peserta didik. seorang guru yang mampu mengkreasikan pengajaran dengan mencoba berbagi hal baru.

Selain itu juga meneliti, bahkan sampai berkarya untuk membuat berbagai model atau media pembelajaran untuk kepentingan pembelajaran dan untuk memenuhi kebutuhan muridnya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menarik minat belajar murid yaitu dengan senantiasa berinovasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran tidak monoton dan lebih menarik perhatian murid terutama dalam penggunaan media digital sebagai cerminan pendidikan abad 4.0. Oleh karena itu, menjadi guru yang inovatif merupakan hal penting yang harus ada dalam diri seorang guru.

Daya Ingat Anak Usia Dini

Menurut Sidiarto (2003:V) Memori (daya ingat) sebagai unsur yang sangat penting dari fungsi kognitif manusia mempunyai peran yang strategis dalam proses kemandirian seseorang.

Menurut Dill, Bobbie dkk (2013:147) kemampuan mengingat sangat yang penting bagi manusia, bukan hanya karena ingatan membantu mencatat pengalaman-pengalaman hidup, tetapi juga karena kemampuan mengingat ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir manusia.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) dilaksanakan dengan tujuan yakni memberi stimulasi dan rangsangan bagi perkembangan potensi anak agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kritis, inovatif, mandiri, percaya diri dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pembelajaran untuk anak usia dini harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, baik usia maupun kebutuhan individual anak. Perkembangan anak mempunyai pola tertentu sesuai dengan garis waktu. Perkembangan setiap anak berbeda-beda antara anak yang satu dengan lainnya.

Ada yang cepat menerima pembelajaran dan ada yang lambat menerima pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran anak usia dini harus disesuaikan baik lingkup maupun tingkat kesulitan dan dikelompokan dengan usia anak.

Berbagai aspek perkembangan yang dapat di kembangkan dalam pendidikan anak usia dini yang berada pada fase pondasi yaitu perkembangan nilai agama dan budi pekerti, jati diri, dasar-dasar literasi matematika, sains teknologi, rekayasa dan seni,  yang mana capaian pada akhir fase fondasi, anak menunjukkan kegemaran mempraktikkan dasar-dasar nilai agama dan budi pekerti; kebanggaan terhadap dirinya; dasar-dasar kemampuan literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni untuk membangun sikap positif terhadap belajar dan kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar.

Dari seluruh aspek yang ada, aspek perkembangan kognitif merupakan aspek utama yang dapat mempengaruhi perkembangan aspek lainnya. Menurut Fadillah (2012:62) perkembangan kognitif merupakan perkembangan yang terkait dengan kemampuan berfikir seseorang. Bisa juga diartikan sebagai perkembangan intelektual.

Kemampuan dasar-dasar literasi (kognitif ) diperlukan oleh anak untuk mengembangkan pengetahuan tentang apa yang anak dengar, lihat, raba, rasa ataupun yang ia cium oleh panca indra yang anak miliki. Untuk itu perlu diciptakan media pembelajaran yang inovatif, kreatif, menarik, dan murah. Proses kognitif mencakup kegiatan mental adalah menemukan, memilah, mengelompokan, dan mengingat.

Setiap mengingat anak membutuhkan daya ingat yang kuat. Hal itu bisa diperoleh melalui pengalaman serta informasi yang didapat anak dari masa yang lampau. Ingatan merupakan kata lain dari memori, di samping ada yang menggunakan istilah ingatan ada pula yang menggunakan istilah memori.

Menurut Kartono 1990 dalam Khodijah (2016:119) memori atau ingatan adalah kemampuan mencamkan, menyimpan, dan mereproduksi kembali hal-hal yang pernah diketahui.

Seperti memperoleh informasi dari guru bermacam-macam makanan dan minuman, kemudian anak mampu menyimpan informasi tersebut dalam benaknya dan ketika guru bertanya anak mampu menyebutkan kembali bermacam-macam makanan dan minuman.

Pada hakikatnya daya ingat sangat berhubungan langsung dengan anak melalui pengalaman, apa yang telah dihilat dan apa yang terjadi disekeliling anak. Melatih daya ingat anak hendaknya dilakukan sejak usia dini melalui kegiatan pembiasaan yang menyenangkan agar anak memiliki daya ingat yang kuat.

Daya ingat anak usia dini yang dimaksud dalam hal ini bukanlah suatu proses yang rumit yang harus dikuasai anak untuk memahami konsep tentang suatu hal melainkan pada bagaimana mereka dapat mengetahui dan menyebutkan kembali benda-benda yang pernah dilihat dan dipelajari anak.

Untuk menstimulasi daya ingat anak-anak usia dini  maka dibutuhkan kreativitas guru dalam mengimplementasikan digitalisasi sekolah sebagai media pendukung dalam proses pembelajaran yang dapat menciptakan suasa pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini.

Kaitan Peningkatan Kreativitas Guru dalam Mengimplementasikan Digitalisasi Sekolah terhadap Peningkatan Daya Ingat Anak Usia Dini

Berdasarkan uraian di atas jadi dapat disimpulkan bahwa kaitan peningkatan kreativitas guru dalam mengimplementasikan digitalisasi sekolah terhadap peningkatan daya ingat anak usia dini adalah guru dapat mengembangkan kreativitasnya dalam menggunakan media digital sebagai alat bantu untuk menampilkan visual grafis yang melukiskan hubungan kunci, dengan warna, simbol, dan kata-kata menarik yang dapat menciptakan makna bagi anak.

Memetakan ide memberikan cara kepada anak untuk mengolah ide, membentuk pikiran, dan menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang diketahui maupun tidak. Penggunaan metode pembelajaran digital  sangat efektif untuk membantu anak mempelajari konsep dan informasi.

Belajar dengan melibatkan beberapa indera dan emosi positif itu sangat penting yang berpengaruh pada memori menjadi bersifat menetap, tergantung pada bagaimana kekuatan informasi dimasukkan pertama kali ke otak. Metode pembelajaran digital merupakan cara yang baik untuk pembelajaran sebab menggunakan gambar, garis, warna, simbol, yang dapat merangsang beberapa indera anak yang telah disebutkan di atas.

Penggunaan metode pembelajaran digital  untuk pembelajaran bagi anak yaitu sangat efektif dalam proses mengingat informasi atau materi pembelajaran, sebab metode pembelajaran digital menuntut anak untuk menggunakan lebih dari satu indera.

Selain itu dengan metode pembelajaran digital, anak dapat memperoleh informasi dengan mudah sehingga metode pembelajaran digital  dapat membuat anak lebih memahami materi dan informasi serta mengingat lebih lama materi yang disampaikan oleh guru.

Kesimpulan

Kreativitas guru dalam pembelajaran sangat berpengaruh terhadap pemahaman murid karena semakin guru kreatif dalam menyampaikan materi maka semakin mudah murid memahami pelajaran dan menjadikan murid lebih kreatif dalam belajar.

Kreativitas merupakan hal penting dalam kehidupan khususnya pada anak usia dini karena dapat membuat manusia lebih produktif. Selain itu juga meningkatkan kualitas hidup serta dapat mempermudah mencari jalan keluar dari sebuah permasalahan.

Bentuk inovasi yang dapat dilakukan guru dalam berinovasi di era teknologi informasi sekarang yaitu seperti penggunaan media dalam proses pembelajaran, memanfaatkan smartphone, laptop atau komputer, layar monitor atau LCD proyektor untuk belajar, dan media lainnya yang dapat membantu peningkatan daya ingat para murid dan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan serta tercapainya tujuan pembelajaran dengan baik pada jenjang anak usia dini (PAUD).

Penulis:

Paridah (NPM. 202215300127)
Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Panca Budi

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Daftar Pustaka

https://www.kominfo.go.id/content/detail/22211/digitalisasi-sekolah-percepat-perluasan-akses-pendidikan-berkualitas-di-daerah-3t/0/artikel_gpr

https://stiaprima.ac.id/syscontent/quick_content/c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c#:~:text=Penggunaan%20teknologi%20dalam%20pendidikan%20dapat,terlihat%20lebih%20variatif%20dan%20modern.

https://guruinovatif.id/@septizdn/tips-menjadi-guru-kreatif-dan-inovatif-di-era-digital#:~:text=Seorang%20guru%20harus%20memiliki%20keterampilan,sesuai%20yang%20dibutuhkan%20para%20siswanya.

Adriantoni dan Nurdin, S. 2016. Kurikulum dan Pembelajaran. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Ariani, D & Siswanto, Wahyudi. 2016. Model Pembelajaran Menulis Cerita Buku Panduan untuk Guru Ketika Mengajar Menulis Cerita. Bandung: PT Refika Aditama

Buchori, Badrul M. 2016. Otak supervior tip meningkatkan kecerdasan otak. Yogyakarta: Psikopedia

Burhanurddin. 2014. Pendidikan dan Psikologi Perkembangan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media

Buzan, Tony. 2005. Brain Child Cara Pintar Membuat Anak Jadi Pintar. Penerjemah: Marselita Harapan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Couto, Nasbahry & Alizamar. 2016. Psikologi Persepsi & Desain Informasi. Yogyakarta: Media Akademik

Danim, Sudarwan. 2010. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Alfabeta

Daryanto. 2013. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media

Deporter, Bobbi & Hernacki, Mike. 2013. Quantum Learning membiasakan Belajar Nyaman dan menyenangkan. Bandung: Kaifa

Dills, Bobbie dkk. 2013.40 Ways To Keep Your Brain Sharp. Yogyakarta: Andi Offset

Ekawati, Dkk. 2013. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Graha Ilmu

Fadillah, M dan Lilif, M K. 2013. Pendidikan karakter Anak Usia Dini.

Jogyakarta: Ar-Ruzz Media

Hidayah, Lutfi F. 2014. Penerapan Game Puzzle Untuk Meningkatkandaya Ingat/Memori Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas Xi Ipa Di Man Kota Kedirin. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Kementerian Pendidikan Nasional. 2015. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2013. Jakarta

Kementerian Pendidikan Nasional. 2010. Kurikulum Taman Kanak-Kanak Pedoman Penilaian Di Taman Kanak-Kanak. Jakarta

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.