Menilik Sekilas Financial Management pada Keluarga Sejahtera

Financial Management
Foto: http://riverlkbt674.over-blog.com/

Konsep Keluarga Sejahtera menurut UU No 10 tahun 1992 adalah keluarga yang dibentuk atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan materiil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan YME, memiliki hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungannya.

Sementara itu, manajemen keuangan keluarga merupakan sebuah cara untuk mengelola dan mengatur keuangan dalam lingkungan keluarga dengan cara mengatur pemasukan maupun pengeluaran dana sehingga terwujudnya keluarga yang sejahtera. Menurut Manullang (1981) manajemen keuangan keluarga dibagi dalam tiga langkah, yaitu: perencanaan pengeluaran keuangan keluarga, pelaksanaan manajemen keuangan Keluarga, dan penilaian / pengawasan keuangan keluarga.

Pada perencanaan pengeluaran keuangan keluarga, tahap yang perlu dilakukan adalah mendata seluruh masukan pendapatan yang diperoleh keluarga, membuat daftar pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan setiap bulan, membuat daftar pengeluaran tidak rutin dengan skala prioritas (urutan pemenuhannya), evaluasi sebelum rencana tersebut dilaksanakan, dan tulis kembali perencanaan itu secara rapi dan tempelkan di tempat tertentu.

Pada pelaksanaan manajemen keuangan keluarga, maka keluarga dapat melakukan berbagai model/sistem, di antaranya sistem amplop (menyimpan sementara uang dalam amplop), buku kas (mengelola uang dengan mendata pemasukan, pengeluaran, dan saldo), sistem kas keluarga (sistem pembukuan keuangan keluarga yang menekankan pada pembagian pengeluaran menjadi kelompok-kelompok: pengeluaran tetap, harian, dan tak terduga), dan sistem kas harian (sistem pembukuan keuangan yang menekankan pada catatan pengeluaran setiap hari).

Pada penilaian/pengawasan keuangan keluarga, Kriteria yang digunakan untuk menilai pengelolaan/manajemen keuangan dapat berpedoman pada 5 hal, yaitu: tepat guna, tepat waktu, tepat tempat, tepat harga, dan tepat kualitas (Pearce dan Robinson 1997).

Beberapa hari yang lalu, kami melalukan penelitian mengenai financial management pada keluarga sejahtera. Mungkin di pikiran Anda, financial management pada keluarga sejahtera sudah dapat dikatakan ideal. Sebenarnya, hal tersebut belum dapat dikatakan 100% benar. Mengapa demikian? Mari kita pelajari lebih lanjut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 5 keluarga telah melakukan proses manajemen keuangan dengan baik dikarenakan ketiga keluarga tersebut melakukan pendataan atas pemasukan maupun pengeluaran dana rumah tangga setiap bulan secara rutin, sedangkan dua keluarga lainnya masih belum melakukan proses manajemen keuangan keluarga dengan baik. Selain itu, 4 dari 5 keluarga menerapkan tahap pelaksanaan manajemen keuangan keluarga dengan sistem kas keluarga, sedangkan satu keluarga lainnya menerapkan sistem kas harian. Di sisi lain, terdapat kesamaan dalam proses pemecahan masalah manajemen keuangan keluarga, yaitu dengan cara melakukan musyawarah antara suami dengan istrinya.

Dari hasil tersebut, ada baiknya untuk keluarga yang belum menerapkan cara pengelolaan maupun proses berlangsungnya manajemen keluarga, mulai memperbaiki tahapan-tahapan tersebut melalui cara yang efektif namun tidak memaksakan dengan kondisi keluarga yang sebenarnya. Setiap anggota keluarga juga seharusnya rutin untuk melakukan pengevaluasian keuangan keluarga sehingga setiap pemasukan maupun pengeluaran dana selalu terkontrol. Saat terjadi kondisi penghasilan istri lebih banyak dibandingkan dengan penghasilan suami, suami dan istri harus dapat bekerjasama dalam mengatur keuangan keluarga agar terhindar dari konflik yang muncul akibat dari kondisi tersebut. Suami dan istri juga harus saling terbuka antara satu sama lain dengan cara selalu berdiskusi mengenai segala pengambilan keputusan mengenai pemasukan maupun pengeluaran dana keluarga.

Khoerunnisa, Meliani Delia R, Belva Fawwaz A, dan Putri Salsabila S

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI