Pemberdayaan Kelompok Dasawisma Kelurahan Rangga Mekar Bogor dalam Pemanfaatan dan Pengolahan Buah Bit sebagai Upaya Pencegahan Anemia dan Stunting

Upaya Pencegahan Anemia dan Stunting
Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Masalah Anemia dan Stunting masih menjadi masalah yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat khususnya Pemerintah Kota Bogor. Kondisi Stunting sendiri berkaitan erat dengan kejadian Anemia, dimana kasus ibu hamil dengan anemia dapat menimbulkan kejadian stunting pada bayi yang dilahirkannya(1).

Anemia defisiensi zat besi sering kali terjadi pada wanita usia reproduktif, dan diagnosis serta pengobatannya sering kali terabaikan(2), padahal anemia dapat dicegah dengan asupan nutrisi berbasis pangan lokal seperti buar bit.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Buah bit merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang memiliki kandungan gizi tinggi. Bit dapat memperbaiki kerusakan sel darah dan juga kaya akan zat besi, folat, vitamin C dan antioksidan(3). Kandungan inilah yang menjadikan buah bit sangat potensial dalam membantu mencegah anemia dan stunting (4)(5).

Kelurahan Rangga Mekar merupakan salah satu wilayah bagian dari pemerintah Kota Bogor yang turut andil dalam berbagai program dalam penanganan Anemia dan Stunting. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah anemia dan stunting adalah dengan mengedukasi masyarakat dan mengorganisir Kader Dasawisma untuk terlibat aktif dalam mengendalikan kasus tersebut.

Dalam kesempatan ini tim Dosen dan Mahasiswa Universitas Binawan mendapatkan kesempatan melalui Skema Kemitraan Berbasis Masyarakat dalam Program Hibah Kemendikti Saintek Tahun 2025, mendapatkan kesempatan untuk melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat kepada kader Dasawisma di Kelurahan Rangga Mekar mengenai pemanfaatan dan pengolahan buah bit sebagai pangan lokal sederhana yang dapat mencegah Anemia dan Stunting.

Baca juga: Manfaat Buah Bit terhadap Anemia pada Ibu Hamil

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2025, dihadiri oleh lebih dari 30 peserta Kader Dasawisma, Kepala Puskesmas Bogor Selatan dan Kepala Kelurahan Rangga Mekar, Bapak H. Amir Santoso, S.Sos yang turut membuka kegiatan tersebut.

Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu:

  1. Meningkatkan peran serta aktif Kader Dasawisma Kelurahan Rangga Mekar dalam mencegah anemia dan stunting.
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat dan cara pengolahan buah bit sebagai pangan lokal.
  3. Membantu mensukseskan program pemerintah dalam menurunkan angka kejadian anemia dan stunting melalui metode sederhana.

Selain kegiatan edukasi, Kader Dasawisma juga diajarkan cara mengolah buah Bit yang tepat melalui demonstrasi membuat makanan olahan berbahan dasar buah Bit.

Kelurahan Rangga Mekar memiliki potensi wilayah dan penyediaan sumber daya alam yang cukup, namun masih terkendala dengan terbatasnya informasi atau pengetahuan terkait gizi sejak masa kehamilan hingga melahirkan.

Hubungan antara riwayat anemia saat ibu hamil dengan stunting memiliki pengaruh secara signifikan, diketahui dari ibu hamil yang mengalami anemia memiliki risiko sebanyak 25 kali mengalami kejadian stunting dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengalami anemia(7).

Selain ibu hamil, remaja anemia juga menjadi salah satu objek yang berpotensi mengalami stunting di masa depan, karena kelompok remaja dengan anemia tanpa penanganan juga menjadi salah satu faktor risiko melahirkan anak dengan kondisi stunting(8)(9).

Dengan adanya risiko tersebut, penting untuk memahami kandungan serta cara pengolahan bit yang tepat, agar masyarakat dapat menikmati buah bit melalui berbagai variasi menu dan olahan yang sehat(10).

Dengan kegiatan tersebut diharapkan tim pengabdi dapat mengatasi dua aspek masalah yang ditemukan di kelompok masyarakat kelurahan Rangga Mekar, yaitu:

1. Aspek Sosial Masyarakat

Aspek sosial masyarakat atau peningkatan pengetahuan tentang manfaat buah Bit dalam mencegah anemia dan stunting.

2. Aspek Produksi

Aspek produksi diharapkan kegiatan ini dapat mendorong produktifitas masyarakat dalam meningkatkan mutu pangan dan peningkatan keahlian dari manajemen produksi pengolahan buah Bit sehingga dapat memberdayakan sosial ekonomi.

 

Dokumentasi Kegiatan

Berikut dokumentasi kegiatan pelaksanaan:

 

Penulis:

  1. Irwanti Gustina, SST., MKes
  2. Dr. Moudy Emma Djami, MKM., MKeb
  3. Apt. Erni Halimatushadyah, MFarm

Dosen Ilmu Kebidanan dan Ilmu Farmasi, Universitas Binawan
Aktif juga di Hibah Kemendikti Saintek tahun 2025

 

Referensi

  1. Pasalina PE, Fil Ihsan H, Devita H. Hubungan Riwayat Anemia Kehamilan dengan Kejadian Stunting pada Balita. J Kesehat [Internet]. 2023;12(2):267–79. Available from: https://jurnalkesehatanstikesnw.ac.id/index.php/stikesnw/article/view/178
  2. Cappellini MD, Santini V, Braxs C, Shander A. Iron metabolism and iron deficiency anemia in women. Fertil Steril [Internet]. 2022;118(4):607–14. Available from: https://doi.org/10.1016/j.fertnstert.2022.08.014
  3. Prajwal H M, Nitesh M K, Vineetha A V VSS. Role of Beet Root Juice in Management of Anaemia : A Descriptive Review. 2023;8(8):125–33. Available from: https://www.ijrti.org/papers/IJRTI2308019.pdf
  4. Gustina I, Yuria M, Dita PS. Manfaat Pemberian Jus Buah Bit Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Di Wilayah Kerja Puskesmas Kec. Jatinegara Dan Puskesmas Kec. Kramat Jati Tahun 2019. Jurnal Ilmu Bidan [Internet]. 2020;V(1):36–44. Available from: https://e-journal.ibi.or.id/index.php/jib/article/view/214
  5. Rumanti H, Rahmadiyanti. Efektifitas Pemberian Jus Buah Bit dan Madu Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Menyusui di TPMB Hestina Rumanti. Heal Inf J Pendidik [Internet]. 2023;15(2):1–8. Available from: https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/992
  6. Redaksi Harnas id. Dinkes Kota Bogor Catat Ada 8 Kelurahan Berisiko Stunting Pada Anak. Harnas.id [Internet]. 2023;1. Available from: https://harnas.id/beritaterkini/dinkes-kota-bogor-catat-ada-8-kelurahan-berisiko-stunting-pada-anak/
  7. Zakiyah Z, Budiono I. Prevalensi Dan Determinan Kejadian Stunting Pada Balita 24 – 59 Bulan. Med Respati J Ilm Kesehat [Internet]. 2023;18(2):113. Available from: https://medika.respati.ac.id/index.php/Medika/article/view/896/pdf
  8. Direktorat Gizi masyarakat. Pedoman Pencegahan & Penanggulangan anemia remaja. In: Pencegahan dan penanggulangan anemia remaja [Internet]. 2014. Available from: https://platform.who.int/docs/default-source/mca-documents/policy-documents/guideline/IDN-RH-43-02-GUIDELINE-2016-ind-Guideline-of-Prevention-and-Countermeasures-of-Anemia-in-Teenage-Girl-and-Women-of-Childbearing-Age.pdf
  9. Chrismilasari LA, Unja EE, CN SM, Rahman A. Manajemen Preventif Stunting Dengan Mencegah Anemia Pada Remaja Putri Smpn 20 Banjarmasin. J Suaka Insa Mengabdi [Internet]. 2023;5(2):10–7. Available from: https://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jsim/article/view/524/268
  10. Borghi SM, Pavanelli WR. Antioxidant Compounds and Health Benefits of Citrus Fruits. Antioxidants [Internet]. 2023;12(8):1–5. Available from: https://www.mdpi.com/2076-3921/12/8/1526

 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses