Anemia atau biasa disebut dengan kurang darah yaitu keadaan di mana kadar darah merah di dalam tubuh kurang dari batas normal. Anemia pada ibu hamil dikarenakan rendahnya kadar Hemoglobin pada darah, yang dapat di artikan bahwa hanya sedikit darah merah yang beredar di dalam tubuh.
Anemia pada kehamilan sangat sering terjadi karena saat masa kehamilan darah mengalami pengenceran, dengan peningkatan volume sel darah merah 30% sampai dengan 40% biasanya terjadi pada kehamilan usia 32 minggu sampai 34 minggu.
Menurut (WHO, 2015) prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8%. Secara umum tingginya angka prevalensi anemia di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu: rendahnya asupan zat besi dan gizi lainnya seperti vitamin A, Vitamin C, Folat, Riboplafin dan B12.
Menurut (Sarwono, 2005) anemia merupakan salah satu penyebab tidak langsung terjadinya perdarahan terbanyak pada ibu hamil. Jika ibu hamil memiliki kadar hemoglobin yang rendah, maka dapat menyebabkan anemia yang membahayakan kondisi janin.
Apabila kekurangan hemoglobin, ibu hamil akan merasakan kepala pusing, mata berkunang-kunang, bahkan dampak buruknya samapai tidak sadarkan diri atau pingsan. Kekurangan hemoglobin dapat disebabkan oleh kurangnya sumber penghasil hemoglobin, yaitu zat besi.
Kehamilan memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Makin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan maka akan makin banyak pula kehilangan zat besi dan menjadi anemia (Wiknjosastro, 2005).
Baca juga: Pengaruh Pola Makan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil
Menurut (WHO, 2015) Ibu hamil yang menderita anemia beresiko mengalami keguguran,bayi lahir prematur,dan perdarahan sebelum dan sesudah melahirkan. Dampak terhadap anak yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami anemia yaitu bayi lahir dengan persediaan zat besi yang sangat sedikit sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pencegahan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan cara: mengkonsumsi tablet Fe, makan sayur dan buah setiap hari, salah satunya buah bit.
Buah bit (Beta Vulgaris) merupakan salah satu terapi non farmakologi yang menawarkan manfaat kesehatan yang besar. Di antara semua buah, buah bit adalah salah satu buah yang mengandung kadar zat besi yang cukup tinggi dibandingkan dengan buah yang lain seperti buah naga dan buah melon. Kadar zat besi pada buah bit yaitu 7,4% (Muzaki, 2017).
Buah bit memiliki kandungan zat besi yang tinggi sehingga bagus untuk meningkatkan hemoglobin darah pada ibu hamil. Oleh karna itu, mengkonsumsi buah bit secara teratur dapat melindungi diri dari anemia saat masa kehamilan.
Buah bit juga mempunyai manfaat untuk perkembangan janin karena memiliki kandungan asam folat di dalamnya. Asam folat juga sangat berguna untuk pembentukan sel darah merah dan penting untuk perkembangan sumsum tulang belakang pada bayi.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam buah bit sangat bermanfaat bagi kesehatan, antara lain sebagai pembersih darah yang ampuh, melegakan pernafasan, memaksimalkan perkembangan otak bayi, sebagai anti kanker dan untuk peningkatan hemoglobin.
Selain untuk meningkatkan hemoglobin, buah bit juga bermanfaat untuk mencegah penyakit stroke, menurunkan kolesterol, mencegah penyakit jantung, memperkuat daya tahan tubuh, mengeluarkan racun dari dalam tubuh, mengobati infeksi dan radang sebagai penghasil energi bagi tubuh serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Buah bit sangat baik untuk dikonsumsi secara rutin. Kandungan buah bit dalam daftar kandungan bahan makanan antara lain adalah 108 mg asam folat, 27,0 mg kalsium, 43,0 mg fosfor, 43 mg vitamin C, 23 mg magnesium, 9,6 mg karbohidrat, dan 1,0 mg zat besi (KemenKes RI, 2016).
Untuk mengatasi anemia pada ibu hamil biasanya penanganannya ada 2 cara yang dilakukan yaitu secara farmakologi dan non farmakologi. Cara farmakologis yaitu dengan pemberian 60 mg tablet Fe dan 50 nanogram asam folat selama kehamilan (Dinkes Riau, 2017). Adapun cara non farmakologis pengobatan anemia dan pencegahannya salah satu diantaranya adalah dengan cara mengkonsumsi buah bit.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Wenda (2017) yang berjudul “Efektivitas Pemberian Jus Buah Bit terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil dengan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Pekanbaru Kota”, didapatkan hasil dengan pemberian jus buah bit dapat membantu meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil trimester III.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia sesudah diberikan jus buah bit. Pemberian jus buah bit kepada ibu hamil dapat membantu meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil dengan cukup signifikan.
Oleh karna itu, mengonsumsi jus buah bit yang kaya akan vitamin dan nutrisi saat hamil sangat efektif untuk peningkatkan kadar hemoglobin dan juga termasuk salah satu alternatif yang efektif untuk penanganan anemia pada ibu hamil.
Penulis: Mia Dwi Putri Hartanti
Mahasiswa Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Padang
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












