Penerapan Kepemimpinan Islam dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai

Kepemimpinan Islam
Ilustrasi Seorang Muslim (Sumber: Media Sosial dari freepik.com)

Kepemimpinan atau leadership adalah suatu usaha untuk mengarahkan, membimbing dan memotivasi serta bersama-sama mengatasi problem dalam proses pencapaian tujuan suatu organisasi. Kepemimpinan lahir dari suatu proses pengalaman baik itu internal maupun eksternal diri seseorang.

Ketika seseorang menemukan visi dan misi dalam hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri sehingga membentuk karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungan sekitarnya dan ketika dia mampu mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin (Kurniawan et al., 2020).

Menurut Burt Nanus, seorang pemimpin diharapkan dapat berperan sebagai berikut (Charis et al., 2020):

Bacaan Lainnya
DONASI

1. Pemberi Arah

Seorang pemimpin diharapkan mampu memberi pengarahan sehingga dapat diketahui sampai sejauh mana efektifitas dan efisiensi pelaksanaan dalam pencapaian tujuan

2. Agen Perubahan

Seorang pemimpin sebagai katalisator perubahan pada lingkungan eksternal, oleh karena itu pemimpin mampu menentukan visi dan prioritas utama atas perubahan yang terjadi dengan melakukan penelitian, memberdayakan karyawan serta menciptakan perubahan-perubahan penting.

3. Pembicara

Pemimpin sebagai pembicara ahli, pendengar yang baik, dan penentu visi organisasi merupakan penasehat negosiator organisasi dari luar, agar memperoleh informasi, ide serta sumber daya yang bermanfaat.

4. Pembina

Pemimpin adalah pembina tim yang memberdayakan anggota dalam organisasinya dan mengarahkan perilaku mereka sesuai visi yang telah dirumuskan.

Jika dilihat dari segi perspektif ajaran Islam, seorang pemimpin memiliki tugas serta kewajiban yang harus dilakukan demi tercapainya suatu kesejahteraan masyarakat atau kelompok yang dipimpin.

Islam menegaskan bahwa seorang pemimpin haruslah melaksanakan tugas dan kewajiban tersebut karena menjadi seorang pemimpin sangat besar tanggung jawabnya. Islam telah memberi gambaran nyata akan keberhasilannya dalam memimpin suatu organisasi sebagaimana yang telah dilakukan oleh nabi Muhammad SAW.

Menurut Achmad Taufiqoerrochman, terdapat 4 sifat utama Rasulullah yakni shiddiq, amanah, fathanah, dan tabligh. Shiddiq berarti jujur dalam perkataan dan perbuatan, Amanah berarti dapat dipercaya dalam menjaga tanggung jawab, Fathonah berarti cerdas dalam mengelola masyarakat, dan Tabligh berarti menyampaikan segala macam kebaikan kepada rakyatnya (Astuti et al., 2022).

Baca juga: Pengaruh Kepemimpinan Islam terhadap Loyalitas (Kepuasan Kerja Karyawan)

 

Studi Kasus

Seorang pimpinan RS yang memiliki pemahaman yang dimana bahwa sikap gotong royong yang berasaskan kebersamaan dapat saling membantu pegawai yang memiliki tunjangan yang kurang dikarenakan pendapatan ruangan yang berbeda di setiap unit.

Misalnya ruang perawatan kelas 3 dengan jumlah pasien yang banyak tapi karena berdasarkan klaim yang lebih rendah di banding kelas 1 dan 2 maka klaimnya lebih rendah. Dibandingkan dengan perawatan kelas 1 yang jumlah pasiennya sama namun karena klaimnya lebih besar maka pendapatan ruangan lebih tinggi.

Hal ini jelas menjadi momok bagi pegawai yang merasa beban kerja yang sama namun mendapatkan tunjangan rendah. Maka dari itu pimpinan mengeluarkan kebijakan untuk membagikan secara subsidi kepada ruangan yang memiliki jasa lebih rendah.

Namun tidak semua pegawai merasakan cukup adil atas kebijakan tersebut, dikarenakan ada beberapa pegawai yang memiliki tugas dan tanggung jawab lebih diluar tugas pokoknya. Setelah pergantian pemimpin yang baru, yang dimana pemimpin yang baru ini memiliki visi dan misi yang berbeda dengan pemimpin yang sebelumnya.

Salah satu perubahan yang terjadi dalam bidang kesejahteraan anggota yaitu perubahan cara menilai kinerja pegawai. Pegawai yang memiliki tugas dan tanggung jawab lebih, mendapatkan hak yang lebih dibanding pegawai yang memiliki beban kerja lebih sedikit.

Dengan adanya perubahan yang seperti ini, perlahan-lahan mulai meningkatkan moril pegawai dan meningkatkan kinerja pelayanan di Rumah Sakit karena pegawai merasa lebih dihargai atas apa yang telah dilakukannya dalam memberikan pelayan baik kepada pasien maupun kepada instansi.

Dikaitkan dengan gaya kepemimpinan dalam islam yang dimana jika mencontohi sifat dari Nabi Muhammad SAW, diantaranya adalah sifat Amanah dan Fathanah yang dimana pemimpin yang memiliki sifat dapat dipercaya dan mampu menyelesaikan tugas, kewajiban dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya serta mengutamakan keahlian, kecerdasan, serta kompetensi dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.

Seorang pemimpin harus peka terhadap lingkungan sekitarnya, agar bisa melihat bagaimana keadaan suatu organisasi yang dipimpinnya sehingga dapat mengambil tindakan yang jelas agar tercapainya tujuan yang dinginkan.

Baca juga: Kepemimpinan Transformasional dalam Islam

 

Kesimpulan

Pemimpin adalah seseorang yang dapat mempersatukan orang-orang dan dapat mengarahkannya sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh seorang pemimpin, maka ia harus mempunyai kemampuan untuk mengatur lingkungan yang dipimpinnya dan menunjukkan jalan yang diridhai Allah SWT.

Oleh karena itu, pemimpin yang ideal, yang dimana memiliki karakter yang kokoh, tingkat ketaatan dan akidah yang baik mampu membawa suatu organisasi menjadi lebih baik lagi sesuai tujuan yang ingin dicapai.

 

Penulis:

  1. Hesti Sulistia Ningsih
  2. ⁠Fitri Arofiati

Mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi  

 

Referensi:

Astuti, A., Afiyah, Z., Ningsih, S., & Jannah, R. T. (2022). KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM. Educational Leadership, 2.

Charis, M., Ammar, M., Wijongko, M.A., Hafizd, M.F. (2020). KATEGORI KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM. Jurnal Educational Nonformal, vol. 1.

Kurniawan, K., Putra, D. N., Zikri, A., & Mukhtar Ah, N. (2020). KONSEP KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM. PRODU: Prokurasi Edukasi Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1). https://doi.org/10.15548/p-prokurasi.v2i1.2244

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.