Pengaruh Perokok Aktif terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja

perokok aktif

Merokok merupakan fenomena yang banyak dijumpai di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kebiasaan merokok yang tinggi di kalangan masyarakat Indonesia. Dewasa ini, merokok bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga oleh para remaja termasuk pelajar.

Hal ini menjadi suatu fenomena yang perlu diperhatikan dan diatasi. Ada begitu banyak efek negatif yang ditimbulkan oleh rokok. Merokok dapat menyebabkan berbagai gangguan dan penyakit, di antaranya penyakit kardiovaskular, penyakit tumor, gangguan kehamilan, gangguan reproduksi, gangguan pencernaan, peningkatan tekanan darah, dan memicu penyakit gondok. Puncaknya, merokok dapat menyebabkan kematian.

Bahaya merokok bukan hanya terjadi pada perokok aktif (orang yang merokok secara langsung), tetapi juga berpotensi dialami oleh perokok pasif (orang sekitar yang ikut menghirup asap rokok), dengan demikian perokok pasif juga berisiko mengalami bahaya merokok tersebut.

Bacaan Lainnya
DONASI

Rokok yang pada dasarnya bersumber dari tembakau mengandung banyak bahan kimia berbahaya, mulai dari nikotin, zat karsinogen, dan zat lainnya yang dapat merusak kesehatan, salah satunya yaitu berefek pada kesehatan reproduksi. Pada remaja, kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang harus dijaga karena hal tersebut menyangkut perkembangan remaja di kemudian hari.

Kesehatan reproduksi remaja merupakan kondisi kesehatan yang memengaruhi sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada remaja.

Masalah reproduksi pada remaja umumnya berkaitan dengan pola hidup remaja itu sendiri. Pola hidup yang dapat menyebabkan masalah pada reproduksi antara lain kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, narkoba, dan seks bebas.

Kebiasaan tersebut dapat ditemukan pada sebagian remaja baik pria maupun wanita, tetapi kebiasaan yang paling banyak terletak pada remaja pria. Reproduksi merupakan aspek penting dalam kesehatan, seharusnya bukan hanya remaja wanita saja yang diberi wawasan tentang kesehatan reproduksi, tetapi juga remaja pria karena banyaknya remaja pria yang memiliki kebiasaan merokok.

Ketika seorang remaja pria ataupun wanita merokok secara aktif, maka remaja tersebut secara sadar atau tidak sadar telah merusak dan menyiksa tubuhnya sendiri.

Perokok aktif dengan usia remaja baik pria maupun wanita dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan reproduksi.

Pria memiliki organ reproduksi meliputi buah zakar (penis), saluran kemih (uretra), skrotum, epidermidis, vas deferens, dan prostat.

Salah satu aspek penting dalam kesehatan reproduksi pria adalah produksi sperma oleh organ reproduksi. Zat nikotin, kadmium, dan benzopyrene dari rokok diketahui dapat merusak komponen genetik pada sperma yang memengaruhi perkembangan dan kualitas sperma.

Lebih lanjut, merokok pada pria dapat menyebabkan pria mengalami kualitas sperma yang tidak baik, bahkan sperma yang dikeluarkan menjadi sedikit. Selain menurunkan kualitas dan kuantitas sperma yang diproduksi, merokok juga menyebabkan gangguan migrasi sperma, kerusakan DNA, disfungsi ereksi, dan ketidakseimbangan hormon.

Selain remaja pria, remaja wanita yang merokok juga dapat mengalami gangguan reproduksi. Nikotin dalam rokok menimbulkan kendala dalam pematangan sel telur (ovum). Hal tersebut akan menyebabkan wanita yang merokok lebih sulit hamil.

Merokok di kalangan wanita juga mengakibatkan gangguan pada siklus menstruasi (haid). Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat memengaruhi metabolisme dari estrogen yang berperan dalam mengendalikan proses haid. Gangguan metabolisme estrogen tersebut menyebabkan siklus haid pada wanita menjadi tidak teratur, bahkan berpotensi mengalami nyeri perut yang lebih berat saat haid.

Lebih parah lagi, wanita yang merokok berisiko untuk terkena kanker serviks. Kanker serviks ditandai dengan pertumbuhan sel-sel yang tidak normal pada serviks atau leher rahim yang merupakan pintu masuk ke rahim.

Sel-sel tersebut mengalami beberapa perubahan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menjadi sel kanker. Sel-sel yang tumbuh abnormal tersebut dapat berkembang menjadi kanker serviks karena kandungan nikotin yang terdapat di dalam darah.

Proses nikotin menyebabkan kanker serviks sangat sederhana, dimulai dari asap rokok masuk ke dalam tubuh dan masuk ke sistem aliran darah. Nikotin yang dibawa oleh aliran darah akan sampai ke serviks (leher Rahim) sehingga menyebabkan proliferasi sel-sel abnormal pada serviks, dengan demikian sel-sel abnormal ini akan berkembang menjadi sel kanker yang menyebabkan kanker serviks.

Dengan fatalnya bahaya yang ditimbulkan oleh rokok pada remaja, maka penting untuk mengatasi hal tersebut. Bahaya merokok pada remaja dan kesehatan reproduksi dapat dihindari dengan mengurangi penggunaan rokok.

Saat remaja mengerti tentang bahaya merokok dan dapat mengatur pola hidupnya dengan baik, maka prevalensi perokok aktif di kalangan remaja akan berkurang, dengan demikian kesadaran tentang kesehatan reproduksi akan semakin meningkat.

Solusi yang dapat dilakukan yaitu mengganti nikotin dalam betuk permen karet resep (nicotere), stiker kulit, dan semprotan hidung untuk meredakan gejala kecanduan merokok. Setelah berhenti, mantan perokok biasanya secara bertahap akan menghentikan penggunaan pengganti nikotin tersebut.

Kesehatan reproduksi oleh sebagian orang cenderung dianggap remeh. Hal tersebut diakibatkan kurangnya wawasan dari orang tua maupun guru yang kurang mengajarkan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Upaya peningkatan kesadaran menjaga kesehatan reproduksi di kalangan remaja melalui promosi dan pencegahan masalah kesehatan reproduksi harus direalisasikan pada masa remaja atau masa anak-anak hingga dewasa.

Remaja perlu diedukasi tentang berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi dan sistem reproduksi sehingga remaja tidak membutuhkan hal-hal yang merugikan, berisiko, dan berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksi.

Annisa Salsabila Budi Ningrum

Penulis: Annisa Salsabila Budi Ningrum
Mahasiswa Jurusan Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI