Penggagas Kampung Budaya Polowijen Tegaskan Permainan Tradisional Pembentuk Karakter Bangsa

Indonesia memiliki lebih kurang 2.600 permainan tradisional yang merupakan permainan rakyat. Sayangnya, generasi bangsa saat ini lebih memilih permainan via internet (game online, dsb). Disahkannya Undang Undang Nomor 05 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, memberikan mandat bahwa permainan rakyat dan olahraga tradisional perlu diperkenalkan kembali secara masif kepada masyarakat luas.

Merujuk UU Pemajuan Kebudayaan, dinyatakan bahwa permainan rakyat adalah salah satu dari 10 Objek Pembangunan Kebudayan yang diartikan sebagai berbagai permainan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya, yang bertujuan untuk menghibur diri.

“Manfaat strategis dalam permainan rakyat adalah mengembalikan kembali pembangunan karakter bangsa,” kata penggagas Kampung Budaya Polowijen (KBP) Malang, Isa Wahyudi saat berbicara dalam Kajian Multidisipliner dengan tema ‘Pengembangan Permainan Tradisional dalam Membangun Industri Kreatif Masyarakat’ yang digelar oleh Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (27/12).

Isa Wahyudi yang akrab disapa Ki Demang menceritakan pengalaman kegiatan permainan tradisonal di KBP, bahwa di dalam permainan tradisional terdapat nilai-nilai kegotongroyongan, kejujuran, bekerja keras, peduli sosial dan peduli lingkungan. Hal ini sebagai modal penguatan karakter bangsa. Pasalnya, permainan tradisional bersifat menghibur dan menyenangkan.

“Nilai-nilai tersebut merupakan hasil monitoring selama 3 bulan yang dilakukan oleh Divisi Permainan Tradisional KBP bersinergi dengan para mahasiswa Psikologi UMM,” terang Ki Demang.

Dikatakan Ki Demang, keberadaan permainan tradisional di satu sisi, menghadapi gempuran permainan modern secara online (internet). Hal ini, kata Ki Demang, berdampak pada anak-anak di berbagai daerah sudah semakin jarang melakukan permainan tradisional karena lebih tertarik bermain game online di internet, atau smartphone.

Di lain sisi, lanjut Ki Demang, permainan tradisional merupakan identitas budaya dan aset kekayaan bangsa yang perlu diselamatkan. Banyaknya permainan tradisional di Indonesia menunjukkan kekayaan dan kehebatan budaya bangsa.

“Jika permainan tradisional ini mulai punah, maka kekayaan dan kehebatan itu tidak ada lagi. Karena itu, KBP menginisiasi kegiatan permainan tradisional dengan mengajak khususnya anak-anak Polowijen dan umumnya masyarakat untuk terus menghidupkan dan melestarikan permainan tradisional,” ungkapnya.

Menurut Ki Demang, permainan tradisional sebagai warisan budaya bangsa merupakan salah satu unsur kebudayaan nasional yang masih hidup dan berkembang di setiap daerah di Indonesia. lni berarti, dalam memajukan kebudayaan nasional, kita tidak boleh mengabaikan keberadaan dan kehidupan permainan tradisional.

“Sebagai unsur-unsur kebudayaan daerah yang akan mewarnai kepribadian dan memperkaya kebudayaan nasional,” tukasnya./akm

Baca juga:
Pasar Jajan Tradisional Kampung Budaya Polowijen Mampu Dongkrak Ekonomi Kreatif
Penggagas Kampung Budaya Polowijen Beberkan Manfaat Permainan Tradisional
Peringati Hari Tari Dunia, Kampung Budaya Polowijen Persembahkan Ragam Tari

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI