Pergaulan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan mahasiswa, termasuk mahasiswa kedokteran.
Selama masa perkuliahan, mahasiswa akan berhadapan dengan banyak individu dari berbagai latar belakang dan kepribadian yang berbeda.
Lingkungan pertemanan dapat mempengaruhi cara berpikir, kebiasaan, dan bahkan dorongannya untuk belajar.
Oleh karena itu, mahasiswa harus mempertimbangkan lingkungan pertemanan mereka yang baik, agar dapat berkembang dan mampu menjalani pendidikan dengan positif.
Lingkungan pertemanan yang baik merupakan lingkungan yang memberikan pengaruh positif bagi seseorang.
Teman yang baik sering kali memberikan dukungan, mengingatkan, dan memberikan bantuan saat dibutuhkan.
Dalam dunia perkuliahan kedokteran yang penuh dengan banyak tugas dan tekanan, memiliki teman yang suportif sangat penting.
Siapa yang kita pilih untuk mengisi hari-hari kita di kampus akan sangat mempengaruhi cara berpikir, kebiasaan, hingga seberapa jauh kita bisa bertahan dan berkembang.
Baca Juga: Pengaruh Circle Pertemanan terhadap Kenyamanan Pembelajaran Mahasiswa dalam Lingkup Kampus
Teman memiliki pengaruh besar terhadap semangat belajar dan prestasi akademik mahasiswa.
Mahasiswa yang berada di lingkungan pertemanan yang rajin belajar biasanya akan ikut termotivasi untuk belajar dengan lebih giat.
Mereka dapat saling berbagi materi, berdiskusi, dan membantu memahami jika ada materi atau praktik yang sulit.
Selain itu, belajar bersama teman bisa membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, tidak terlalu membosankan, serta bisa saling bertukar pendapat dan menambah wawasan.
Namun, tidak semua pergaulan membawa dampak yang baik.
Lingkungan yang terbiasa dengan kebiasaan malas, sering bolos kuliah, atau tidak peduli terhadap tanggung jawab akademik bisa secara perlahan menurunkan fokus kita terhadap tujuan yang ingin kita capai sebelumnya.
Mahasiswa yang terjebak dalam pergaulan yang negatif akan berisiko kehilangan arah, dapat mempengaruhi kondisi mental seseorang, terutama jika lingkungan tersebut dipenuhi sikap saling menjatuhkan atau tidak mendukung satu sama lain.
Dalam dunia kedokteran, sikap saling mendukung antar teman itu sangat diperlukan.
Mahasiswa kedokteran sering menghadapi rasa lelah, tekanan tugas, dan jadwal yang padat.
Kehadiran teman yang mau mendengarkan atau memberi semangat saat menghadapi ujian dapat memberikan pengaruh besar.
Selain itu, kerja sama dalam kelompok juga membantu mahasiswa melatih kemampuan komunikasi dan belajar menghargai pendapat orang lain.
Baca Juga: Komunikasi Interpersonal dalam Membangun Kepercayaan
Lalu, bagaimana cara memilih lingkungan pergaulan yang positif di kampus?
Kuncinya adalah kita harus bisa melihat, bukan hanya tampilan luarnya saja tapi perhatikan kebiasaan sehari-hari seseorang apakah mereka dapat menghargai waktu, mempunyai tujuan yang jelas, dan bisa menghargai setiap orang.
Kita berhak menentukan siapa yang kita biarkan masuk lebih dekat ke dalam lingkaran kehidupan kita.
Membatasi diri dari pengaruh yang merugikan bukan sikap sombong tetapi itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masa depan yang sedang kita bangun.
Jadi bisa diambil kesimpulan, bahwa lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan mahasiswa kedokteran.
Teman yang baik dapat memberikan dukungan, meningkatkan semangat belajar, dan membantu menghadapi berbagai tantangan selama masa perkuliahan.
Sebaliknya, pergaulan yang negatif dapat membawa dampak buruk bagi masa depan mahasiswa.
Oleh karena itu, mahasiswa kedokteran perlu bijak dalam memilih lingkungan pertemanan agar dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan siap menghadapi dunia profesi di masa depan.
Penulis: Lutfi Amalia Andini (NIM 1102025092)
Mahasiswa Prodi Kedokteran, Universitas YARSI
Dosen Pengampu: Aulia Rahmi, S.Pd., M.Pd.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













