Riset Mahasiswa UB

Minyak Sereh Wangi
Minyak Sereh Wangi
Temukan Penghemat BBM Murah dan Ramah Lingkungan Dengan Minyak Sereh Wangi

Malang – Kebutuhan bahan bakar non subsidi yang terus meningkat setiap tahunnya. Terutama jenis Pertalite (RON 90) dengan peningkatan tertinggi yaitu 22% pada tahun 2018. Akibatnya, cadangan minyak bumi berkurang di Indonesia karena eksploitasi secara terus menerus. Oleh hal itu perlu upaya untuk meminimalisasinya dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia.

Minyak atsiri yang merupakan hasil kekayaan alam Indonesia berpitensi dapat menghemat konsumsi bahan bakar pada kendaraan. Terdapat 40 dari 80 jenis minyak atsiri. Salah satunya adalah minyak sereh wangi, yang di prediksi memiliki karakteristik mendekati karakteristik dari bahan bakar minyak.

Dalam upaya meminimalisir berkurangnya cadangan minyak bumi dan pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia, tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) melakukan sebuah riset. Penelitian tersebut menggunakan metode studi literatur dari berbagai sumber-sumber jurnal ilmiah. Sumber tentang keefektifan penambahan minyak atsiri sereh wangi sebagai bioaditif bahan bakar minyak terutama pada jenis Pertalite. Studi ini dilakukan pada bulan Agustus hingga September.

Kandungan Zat Aditif Minyak Sereh Wangi

Menurut pemaparan mereka, minyak sereh wangi sangat berpotensi menjadi zat aditif untuk bahan bakar minyak RON 90 (Pertalite). Pada RON 88 (Premium), karena dapat berfungsi sebagai oksigenat atau penyuplai oksigen. Kandungan dari minyak sereh wangi sendiri yaitu terdapat senyawa monoterpene tersusun atas rantai karbon lurus dari 3 komponen utama: sitronellal, sitronellol, dan geraniol dimana tersusun dari unsur Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O).

Kandungan Oksigen tersebut dapat memaksimalkan proses pembakaran pada mesin. Sehingga terjadi proses pembakaran yang optimal dan efisien, akibatnya konsumsi dari bahan bakar menurun. Hal menandakan terjadinya peningkatan nilai kalor pada bahan bakar yang diuji.

Tidak hanya terjadi penurunan konsumsi dan peningkatan nilai kalor pada bahan bakar minyak. Terjadi peningkatan angka oktan hingga 9% setelah dilakukan pengujian bahan bakar yang telah ditambahan bioaditif minyak sereh wangi menggunakan mesin CFR F1.

Dengan demikian, jumlah energi yang dihasilkan akan semakin besar sehingga terjadi penurunan konsumsi bahan bakar. Aditif ini sangat ramah lingkungan, karena mampu mengurangi emisi gas karbon monoksida (CO) hasil pembakaran. Metode yang digunakan yaitu blending (mencampurkan) dengan formulasi yang relatif murah, juga menambah daya tarik dalam riset ini. Hanya dengan mencampurkan 0.1% hingga 1.5% minyak sereh wangi untuk volume bahan bakar 500 ml hingga 1000 ml.

Argumen

“Harapannya ini dapat diaplikasikan untuk membantu mengurangi konsumsi bahan bakar di Indonesia dan bisa membuka wawasan akan kekayaan alam Indonesia yang dapat dikelola dan memiliki potensi yang bermacam-macam untuk kedepannya,” harapan ketiga anggota tim.

Rohmah Milenia sebagai koordinasi tim membuat ide ini bersama kedua rekannya, Livya Safira Islam dan Muhammad Ihsa. Dengan bimbingan Bapak Aji Hendra Sarosa ST., MT., tim akan berjuang ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXXIII pada November 2020 mendatang.

“Ide ini dikembangkan dari hasil penelitian – penelitian sebelumnya yang telah membahas mengenai laju konsumsi bahan bakar dan efektifitasnya dalam menurunkan emisi udara dari penambahan bioaditif minyak sereh wangi. Hanya saja kami ingin membuktikan dari segi perubahan angka oktan dan nilai kalori yang dihasilkan” terang Rohmah.

Rohmah Milenia
Kontributor Universitas Brawijaya

Editor: Rahmat Al Kafi

Baca Juga:
Artificial Intelligence dan Masa Depan Pertanian
GMNI STIA-LAN Menilai Omnibus Law Tidak Pro Kelas Pekerja
Legalisasi Ganja di Indonesia

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI