Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Penyakit Maag atau Gastritis di Indonesia

maag

Gastritis adalah radang pada jaringan dinding lambung paling sering diakibatkan oleh ketidakteraturan diet, misalnya makan terlalu banyak, terlalu cepat, makan-makanan terlalu banyak bumbu atau makanan yang terinfeksi penyebab yang lain termasuk alkohol, aspirin, refluk empedu atau terapi radiasi. Gastritis terdiri dari dua tipe yaitu gastritis akut dan gastritis kronis.

Faktor penyebab gastritis akut dan gastritis kronis adalah pola makan yang tidak teratur, konsumsi obat penghilang nyeri jangka panjang, konsumsi kopi, alkohol, merokok, stres fisik, stres psikologis, kelainan autoimun, chrone disease, penyakit bile reflux, infeksi bakteri, dan penyakit lain seperti HIV/AIDS, infeksi parasit dan gagal hati atau ginjal.

Gastritis merupakan gangguan kesehatan terkait dengan proses pencernaan terutama lambung. Lambung bisa mengalami kerusakan karena proses peremasan yang terjadi terus-menerus selama hidup. Selain itu, lambung bisa mengalami kerusakan jika sering kosong karena lambung meremas hingga dinding lambung lecet hingga luka.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca juga: Maaf Bukan Penyakit yang dapat Dianggap Sepele, Berikut Penjelasan

Gastritis merupakan peradangan yang mengenai mukosa lambung. Peradangan ini dapat mengakibatkan pembengkakan mukosa lambung sampai terlepasnya epitel akan gangguan saluran pencernaan.pelepasan epitel akan merangsang timbulnya proses inflamasi pada lambung

Menurut data dari World Health Organization (WHO), Indonesia menempati urutan ke empat dengan jumlah penderita gastritis terbanyak setelah negara Amerika, Inggris dan Bangladesh yaitu berjumlah 430 juta penderita gastritis. Insiden gastritis di Asia Tenggara sekitar 583.635 dari jumlah penduduk setiap tahunnya

Penyebab Gastritis adalah infeksi bakteri yang menyebabkan gastritis kronis, terutama bagian anturm lambung dan menyababkan rusaknya ulkus pada usus dua belas jari.

Terjadinya adenocarcinoma dan ulcus pada lambung secara epidemiologis dikaitkan juga dengan infeksi Helicobacter pylori pada orang dewasa mendekati angka 90%. Sedangkan pada anak-anak prevalensinya lebih tinggi lagi.

Baca juga: Perut Kamu Buncit? Mungkin Terlalu Sering Minum Minuman Bersoda. Simak Yuk!

Gastritis terjadi akibat makan tidak teratur atau tidak makan apapun dalam waktu relative lama. Akibatnya, kadar asam lambung meningkat sehingga permukaan lambung terkikis hingga menimbulkan semacam tukak. Jika pengikisan sudah terjadi, gastritis pun akan makin berisiko.

Gejala penyakit yang muncul tidak lagi sekedar mual, muntah ataupun sakit perut, tetapi juga meningkat hingga feses yang berdarah

Ada banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya penyakit gastritis, namun yang paling umum adalah

  • Jadwal makan yang tidak teratur membuat lambung sulit beradaptasi dan dapat mengkibatkan kelebihan asam lambung dan akan mengiritasi dinding mukosa lambung. Itulah sebabnya salah satu pencegahan gastritis adalah dengan makan tepat waktu.
  • Stress dapat mengakibatkan perubahan hormonal di dalam tubuh yang dapat merangsang sel dalam lambung yang berlebihan
  • Makanan yang teksturnya keras dan dimakan dalam keadaan panas misalnya bakso
  • Mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, makanan pedas dan asam, dan makanan yang mengandung gas seperti ubi, buncis, kol dll.

Patofisiologi Mukosa lambung mengalami pengikisan akibat konsumsi alcohol, obat-obatan antiinflamasi nonsteroid, infeksi helicobacter pylori.

Pengikisaan ini dapat menimbulkan reaksi peradangan. Inflamasi pada lambung juga dapat di picu oleh peningkatan sekresi asam lambung. Ion H+ yang merupakan susunan utama asam lambung di produksi oleh sel parietal lambung dengan bantuan ensim Na+/K+ ATPase.

Peningkatan sekresi lambung dapat di picu oleh peningkatan rangsangan persarafan, misalnya dalam kondisi cemas, stress, marah, melalui saraf parassimpatik vagus akan terjadi peningkatan transmitter asetikolin, histamine, gasstrin releasing peptide yang dapat meningkatkan sekresi lambung.

Peningkatan ion H+ yang tidak di ikuti peningkatan penawarnya seperti prostaglandin, HCO3+, mucus akan menjadikan lapisan mukosa lambung tergerus terjadi reaksi inflamasi.

Baca juga: Sakit di Area Sekitar Perut? Mungkin Anda Mengalami Penyakit Ini. Simak Penjelasannya!

Peningkatan sekresi lambung dapat memicu rangsangan serabut aferen nervus vagus yang menuju medulla oblongata melalui kemoreseptor yang banyak mengandung neurotransmitter epinefrin, serotonin, GABA sehingga lambung teraktivassi oleh rasa mual dam muntah.

Eraktivassi oleh rasa mual dam muntah. Mual dan muntah mengakibatkan berkurangnya asupan nutrisi. Sedangkan muntah selain mengakibatkan penurunan asupan nutrisi juga mengakibatkan penurunan cairan tubuh dan cairan dalam darah (hipovolemia).

Kekurangan cairan merangsang pusat muntah untuk meningkatkan sekresi antidiuretik hormone (ADH) sehingga terjadi retensi cairan, kehilangan NaCl, HaHCO3 berlebihan ditambahkan dengan kehilangan natrium lewat muntah maka penderita dapat jatuh.

Muntah juga dapat mengakibatkan penderita kehilangan K+ (hipokalemia) dan penderita dapat jatuh pada kondisi alkalosis yang diperburuk oleh hipokalemia. Muntah yang tidak terkontrol juga dapat mengancam saluran pernapasan melalui aspirassi muntahan.

Mual dan muntah mengakibatkan berkurangnya asupan nutrisi. Sedangkan muntah selain mengakibatkan penurunan asupan nutrisi juga mengakibatkan penurunan cairan tubuh dan cairan dalam darah (hipovolemia).

Kekurangan cairan merangsang pusat muntah untuk meningkatkan sekresi antidiuretik hormone (ADH) sehingga terjadi retensi cairan, kehilangan NaCl, HaHCO3 berlebihan ditambahkan dengan kehilangan natrium lewat muntah maka penderita dapat jatuh.

Muntah juga dapat mengakibatkan penderita kehilangan K+ (hipokalemia) dan penderita dapat jatuh pada kondisi alkalosis yang diperburuk oleh hipokalemia. Muntah yang tidak terkontrol juga dapat mengancam saluran pernapasan melalui aspirassi muntahan.

Perbaikan sel epitel dapat dicapai apabila penyebab yang menggerus dihilangkan. Penutupan celah yang luka dilakukan melalui migrasi sel epitel dan pembelahan sel yang di rangsang oleh insulin dan gastrin.

Dalam rangka optimalisasi pencapaian pengetahuan masyarakat terhadap penyakit gastritis diharapkan untuk mencari informasi dari berbagai warga masyarakat yang ada di wilayah Indonesia, tentang gastritis dan bagi institusi diharapkan memberi pendidikan kesehatan yang lebih banyak kepada Masyarakat khususnya yang ada di wilayah Indonesia, tentang penyakit gatritis.

Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia masih sangat rendah mengenai pentingnya menjaga kesehatan lambung, padahal gastritis atau sakit maag akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, baik bagi remaja maupun orang dewasa.

Gastritis atau dikenal dengan sakit maag merupakan peradangan (pembengkakan) dari mukosa lambung yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi. Bahaya penyakit gastritis jika dibiarkan terus menerus akan merusak fungsi lambung dan dapat meningkatkan risiko untuk terkena kanker lambung hingga menyebabkan kematian.

Berbagai penelitian menyimpulkan bahwa keluhan sakit pada penyakit gastritis paling banyak ditemui akibat dari gastritis fungsional, yaitu mencapai 70-80% dari seluruh kasus.

Alya Choirunnissa
Mahasiswa Keperawatan Universitas Binawan

DAFTAR PUSTAKA

Ainun, Hidayah. 2011. Penyakit Maag dan Gangguan pencernaan. Yoggyakarta : Kansienus.

Ardian Ratu R & G.Made Adwan. 2013. Penyakit Hati,lambung,usus,dan ambeien. Yokyakarta: Nuha Medika

Agus Priyanto. 2009. Endoskopi Gastrointestinal. Jakarta: Salemba Medika

Artikel kesehatan. http//.www.penyakitmaag.com. diakses tanggal 01 Juni 2014 Dedi, S. 2012 : Hubungan antara pola makan dengan penyakit gastritis pada mahasiswa indekos Di STIKES Payung Negeri dikelurahan Labuh Baru Kecamatan Payung Sekaki . Pekanbaru

Dermawan, D & Rahyuningsih, T. 2010. Keperawatan medikal bedah (Sistem Pencernaan). Yogyakarta: Goysen publishing

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI