Isu pangan ultra-proses atau UPF menjadi perhatian publik terutama karena program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di media sosial, istilah UPF muncul sebagai tokoh jahat dalam dunia makanan.
Banyak influencer clean eating menyuarakan hal yang sama, sehingga publik percaya bahwa semakin panjang proses makanan, semakin besar bahayanya untuk kesehatan.
Pendekatan seperti ini dapat menutup tujuan utama penilaian pangan, yaitu memastikan masyarakat memperoleh makanan yang bergizi, aman, dan terjangkau.
Artikel yang ditulis oleh Messina dan Messina (2025) menunjukkan bahwa sistem klasifikasi NOVA yang mendefinisikan UPF berdasarkan tingkat pemrosesan tidak mempertimbangkan apa yang benar-benar penting bagi kesehatan seperti kualitas nutrisi, manfaat klinis, dan potensi keberlanjutan.
Hal tersebut menyebabkan beberapa pangan seperti alternatif daging nabati dan susu nabati secara otomatis masuk dalam bagian UPF meski banyak penelitian menunjukkan bahwa makanan tersebut justru bermanfaat.
Pernyataan Messina didukung oleh Louie (2025) yang menegaskan bahwa UPF tidak berisikan kelompok yang seragam, sehingga menilai semua UPF sebagai pangan yang berbahaya merupakan klaim yang menyesatkan.
Temuan Grilo et al. (2025) juga menunjukkan bahwa banyak produk olahan modern memiliki nilai gizi yang baik, dan tidak selayaknya disamakan dengan produk olahan tinggi gula, garam, atau lemak yang memang telah terbukti berdampak buruk.
Baca Juga: Water Footprint: Krisis Senyap dari Ultra Processed Food
Walaupun demikian, kewaspadaan terhadap UPF tetap ada dasar ilmiahnya. Penelitian Ozkan et al. (2025) menunjukkan bahwa beberapa jenis UPF memang berkaitan dengan risiko obesitas dan gangguan metabolik, terutama produk berpemanis dan daging olahan.
Penelitian Liang et al. (2025) juga menunjukkan adanya peningkatan risiko mortalitas pada kelompok dengan konsumsi UPF yang tinggi. Tapi hal tersebut tidak terjadi pada semua UPF. Detail ini sering hilang ketika narasi di media sosial menyederhanakan UPF itu berbahaya.
Efeknya sudah mulai terasa. Banyak orang menjauhi produk nabati olahan yang bergizi, tetapi merasa aman mengonsumsi makanan tradisional yang tidak rendah gula, garam, atau lemak hanya karena dianggap lebih alami.
Ketika kita membahas dalam konteks MBG, sikap anti-UPF ini bisa membuat penyediaan makanan bergizi semakin sulit, terutama di daerah dengan akses pangan terbatas. Menghapus semua UPF tanpa melihat mana yang bermanfaat justru mempersempit pilihan sumber protein dan mikronutrien yang dibutuhkan.
Pemrosesan pangan seharusnya tidak langsung dianggap musuh karena dalam banyak kasus, teknologi pengolahan justru membuat makanan menjadi lebih aman dan stabil. Sehingga penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk mengetahui bahwa tidak semua UPF berbahaya dan tidak semua makanan alami lebih sehat.
Lebih baik memahami komposisi, pola konsumsi, dan bukti ilmiah di balik setiap pilihan pangan agar keputusan yang diambil benar-benar mendukung kesehatan masyarakat.
Penulis: Hana Ankrissa Hondo (F0602251030)
Mahasiswa S3 Ilmu Pangan IPB University
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
Grilo MF, Nunez B, Duran AC, Ricardo CZ, Baraldi LG, Steele EM, Borges CA. 2025. Applying the NOVA food classification to food product databases using discriminative ingredients: A methodological proposal. Frontiers in Public Health. 1(13): 1575136. doi: 10.3389/fpubh.2025.1575136.
Liang S, Zhou Y, Zhang Q, Yu S, Wu S. 2025. Ultra-processed foods and risk of all-cause mortality: an updated systematic review and dose-response meta-analysis of prospective cohort studies. Systematic Reviews. 14: 53. doi: 10.1186/s13643-025-02800-8
Louie JCY. 2025. Are all ultra-processed foods bad? A critical review of the NOVA classification system. The Proceedings of The Nutrition Society. 4: 1-9. doi: 10.1017/S0029665125100645
Messina M and Messina V. 2025. Nova fails to appreciate the value of plant-based meat and dairy alternatives in the diet. Journal of FoodScience. 90: 70039. doi: 10.1111/1750-3841.70039
Ozkan I, Karahan TO, Avuk HS. 2025. Processed food consumption based on the nova classification is associated with elevated cardiometabolic risk in turkish adults. Food Science Nutrition. 13(10): e71014. doi: 10.1002/fsn3.71014.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













