Pandemi Covid-1, Saatnya Uang Kuliah Gratis

tuntut gratiskan uang kuliah

Pandemi corona yang melanda negeri tercinta ini menimbulkan banyak sekali permasalahan. Mulai dari ekonomi hingga pendidikan. Saat ini mahasiswa sedang menunjukkan eksistensinya sebagai agent of change (agen perubahan). Banyak mahasiswa di seluruh negeri sedang menyuarakan aspirasinya yaitu menuntut penggratisan pembayaran UKT/SPP di semester depan. Dari mulai menyuarakan aspirasinya ke petinggi-petinggi kampus hinggah ke Menteri Pendidikan. Itu semua demi kualitas pendidikan di Indonesia yang lebih baik lagi,  

Mengapa demikian?

Pertama, di tengah pandemic kali ini faktor ekonomilah yang sangat terdampak pada saat ini dimana banyak orang tua yang terkena PHK (pemutusan hubungan kerja), usaha bisnisnya bangkrut atau gulung tikar dan itu berdampak pada anak-anaknya yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang bisa dikatakan biayanya tidak murah.

Kedua, tidak terpakainya fasilitas kampus secara maksimal dimana para mahasiswa merasa sangat rugi dengan itu. Fasilitas kampus seperti laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, sekretariat organisasi mahasiswa yang semestinya dapat menambah wawasan atau softskill para mahasiswa kini terbengkai begitu saja. Contohnya saja laboratorium dimana mahasiswa biasanya melakukan praktikum untuk menambah pengalaman belajar namun pada masa pandemi kali ini hanya terbengkalai begitu saja. Itu membuat para mahasiswa merasa rugi bahkan tidak mendapatkan pengalaman baru dalam dunia pendidikan.

Ketiga, sistem pembelajaran daring yang belum maksimal. Ketika pandemi corona ini berlangsung hampir semua metode pembelajaran di perguruan tinggi dialihkan ke pembelajaran daring atau online. Namun apakah melalui pembelajaran daring ini sudah efektif bagi kalangan mahasiswa? Menurut data dari kompasiana sebanyak 77.1% menyatakan bahwa mereka tidak menyukai metode pembelajaran secara daring dan lebih memilih untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Artinya saat ini model pembelajaran secara daring belum maksimal. Ada beberapa faktor yang menyebabkannya yaitu banyak tenaga pengajar hanya memberikan materi untuk dipelajari sendiri dan memberikan tugas di luar nalar mahasiswa. Ditambah pihak kampus yang enggan memberikan subsidi kuota untuk perkuliahan.

Mungkin masih banyak faktor lain yang berdampak langsung dengan dunia pendidikan kita saat ini.

Maka dari itu saya mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk memperjuangkan hak-haknya dalam menutut ilmu karna apa yang anda tanam maka suatu saat anda akan tuai di kemudian hari. Para mahasiswa perlu menuntut sebuah pendidikan yang ilmiah dan berdemokrasi agar sebagai penerus bangsa kita ini kita tidak hanya memikirkan diri kita sendiri melainkan memikirkan orang lain juga. Sejatinya perjuangan mahasiswa saat ini demi keberlangsungan kehidupan suatu Negara.

Hidup mahasiswa !!!
Hidup Rakyat !!!
Hidup Pendidikan kita !!!

Ramses Gunara Tandi Salu
Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Baca juga:
Gotong Royong Indonesia dalam Menghadapi Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19

Solusi Alternatif Italia di Tengah Krisis Ekonomi Pasca Covid-19

Apakah Indonesia Akan Menghadapi Krisis Pangan?

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI