Sistem Komunikasi Indonesia di Era Digital

Sistem Komunikasi Indonesia
Sistem Komunikasi Digital (Sumber: MMI)

Di era globalisasi dan digital sekarang, sistem komunikasi di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Peningkatan akses internet, serta berbagai platform digital seperti media sosial, membuat aliran informasi semakin cepat dan meluas.

Bahkan informasi dari berbagai belahan dunia sangat mudah dan cepat untuk diakses. Namun, sebagian pengguna media sosial masih kurang melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima dan cenderung mempercayai informasi dari satu sumber saja, yaitu media sosial.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Merupakan hal mustahil untuk menghitung seberapa banyak jumlah berita yang mengandung informasi palsu atau bahkan memperkirakan jumlah yang tersebar secara online di media sosial. Di sisi lain, hal ini sangat membawa banyak manfaat, seperti mudahnya kita mencari informasi dan memperluas wawasan.

Berdasarkan survei APJII tahun 2024, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai lebih dari 221 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Namun, di balik kemudahan itu, muncul berbagai tantangan yang tidak bisa diabaikan. Salah satunya adalah maraknya penyebaran hoaks atau informasi palsu yang sangat mudah menyesatkan masyarakat.

Apalagi tidak semua orang bisa menyaring dan membedakan mana berita hoaks mana yang bukan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami perkembangan sistem komunikasi dan menyikapinya dengan bijak.

Artikel ini ditulis oleh Meyta Amelia Putri sebagai tugas mata kuliah Sistem Komunikasi Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan sistem komunikasi Indonesia di era digital, berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi, serta mengajak masyarakat agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Penulisan naskah ini didampingi oleh dosen pengampu Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.

Perkembangan Sistem Komunikasi Indonesia di Era Digital

Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan manusia, baik dalam interaksi sehari-hari di lingkungan kecil maupun skala yang lebih luas, seperti dalam suatu negara. Komunikasi tidak dapat beroperasi secara terpisah, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang ada di sekitarnya.

Pengertian sistem dalam bahasa Yunani berasal dari kata “sistema” yang memiliki makna sebagai suatu kesatuan yang tersusun secara terstruktur. Dengan demikian, sebuah sistem dapat diartikan sebagai susunan yang terdiri atas berbagai bagian yang saling berhubungan.

Menurut Littlejohn, sistem memiliki empat komponen utama yaitu:

  1. Objek: Unsur untuk membentuk suatu sistem.

  2. Atribut: Sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh setiap objek dalam sistem.

  3. Hubungan Internal: Keterkaitan atau interaksi antarobjek dalam suatu sistem.

  4. Lingkungan: Faktor di luar sistem yang dapat memengaruhi jalannya sistem.

Sistem komunikasi berperan sebagai landasan utama dalam keberlangsungan suatu negara. Setiap negara memiliki sistem komunikasi yang unik dan khas yang mencerminkan nilai-nilai serta karakter masyarakat. Sistem ini tidak hanya berfungsi untuk menyebarkan informasi, tetapi juga sebagai alat dalam membentuk opini publik, menjaga stabilitas sosial, serta memperkuat identitas.

Hal itu juga memengaruhi perkembangan teknologi komunikasi yang membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Media sosial kini menjadi sarana utama dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi.

Namun, kemudahan ini sering kali disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk menyebarkan berita yang tidak ada kebenarannya. Hoaks bisa muncul karena berbagai alasan, seperti mencari perhatian atau untuk memengaruhi opini publik.

Baca juga: Dinamika Komunikasi Masyarakat Indonesia: Antara Kemudahan Teknologi dan Tantangan Etika

Akibat dari itu, masyarakat sering kali kesulitan membedakan mana informasi yang benar dan mana yang bukan, sehingga sering kali timbul konflik sosial karena kesalahpahaman.

Rendahnya literasi digital juga menjadi salah satu faktor utama dalam penyebaran hoaks yang semakin meluas. Banyak masyarakat yang langsung percaya terhadap suatu informasi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Padahal, literasi digital sangat penting agar kita bisa berpikir kritis, memahami isi informasi, serta tidak mudah terpengaruh berita yang menyesatkan.

Perubahan Pola Komunikasi Masyarakat di Era Digital

Perkembangan teknologi digital telah menyebabkan peralihan pola komunikasi masyarakat dari komunikasi tatap muka ke komunikasi digital. Saat ini, masyarakat lebih sering menggunakan media sosial, aplikasi pesan instan, dan video call untuk berkomunikasi.

Menurut Putri dan Irwansyah (2020), media digital memberikan kemudahan dalam berinteraksi karena komunikasi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa terhalang jarak dan waktu. Namun, perubahan ini juga menyebabkan berkurangnya intensitas interaksi langsung antarindividu.

Perkembangan komunikasi digital memiliki 6 manfaat, yaitu:

  1. Mempermudah komunikasi: Masyarakat dapat berkomunikasi dengan cepat tanpa terhalang jarak dan waktu.

  2. Mempercepat akses informasi: Informasi dari berbagai daerah maupun negara dapat diperoleh hanya dalam hitungan detik.

  3. Mendukung dunia pendidikan: Memudahkan proses belajar, mencari materi, dan mengikuti pembelajaran secara online.

  4. Membantu kegiatan ekonomi: Pelaku usaha dapat memasarkan produk secara lebih luas melalui internet dan media sosial.

  5. Meningkatkan efisiensi: Komunikasi menjadi lebih praktis, cepat, dan hemat biaya dibandingkan cara konvensional.

  6. Memperluas jaringan sosial: Memudahkan masyarakat untuk berinteraksi dan membangun hubungan dengan banyak orang.

Meski memiliki banyak manfaat, kemajuan sistem komunikasi juga membawa beberapa tantangan. Penyebaran berita palsu, perundungan di dunia maya, tindakan penipuan secara online, serta penggunaan media sosial secara tidak tepat menjadi isu yang kian sering terjadi.

Karena itu, masyarakat harus bisa memahami dan menggunakan teknologi dengan baik agar dapat memilih informasi yang benar, berpikir dengan logika, serta menggunakan media komunikasi secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan begitu, kemajuan sistem komunikasi bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupan masyarakat.

Contoh penggunaan teknologi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari meliputi:

  1. Mengirim pesan melalui WhatsApp atau Telegram: Digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja secara cepat.

  2. Mengikuti pembelajaran online: Mahasiswa dan pelajar dapat mengikuti kelas melalui Zoom, Google Meet, atau Microsoft Teams.

  3. Mencari informasi melalui internet: Masyarakat dapat mencari berita, materi pelajaran, atau informasi lainnya melalui Google dan berbagai situs web.

  4. Berbelanja secara online: Konsumen dapat membeli kebutuhan melalui marketplace seperti Shopee dan Tokopedia tanpa harus datang ke toko.

  5. Mempromosikan produk di media sosial: Pelaku usaha memanfaatkan Instagram, TikTok, atau Facebook untuk memasarkan produknya.

  6. Melakukan panggilan video: Digunakan untuk berkomunikasi tatap muka secara virtual dengan orang yang berada di lokasi berbeda.

  7. Mengakses layanan publik secara digital: Masyarakat dapat mengurus administrasi, membayar tagihan, atau mengakses layanan pemerintah melalui aplikasi dan website.

Dalam kehidupan sehari-hari, teknologi komunikasi digunakan untuk berbagai hal tersebut. Teknologi komunikasi kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di tengah era digital.

Perkembangan media sosial tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi, tetapi juga memengaruhi gaya bahasa dan etika komunikasi. Saat ini, penggunaan bahasa singkat, slang, dan istilah populer di media sosial semakin sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut penelitian Octaviani dkk. (2025), media sosial berperan dalam perubahan gaya bahasa pengguna, terutama generasi muda. Selain itu, perkembangan komunikasi digital juga menimbulkan tantangan dalam menjaga etika berkomunikasi, seperti penggunaan kata-kata kasar, ujaran kebencian, dan cyberbullying.

Oleh karena itu, literasi digital dan kesadaran akan etika komunikasi sangat diperlukan agar interaksi di media sosial tetap sopan dan bertanggung jawab.

Dampak Perkembangan Sistem Komunikasi di Era Digital

Berikut adalah dampak perkembangan sistem komunikasi di era digital:

Dampak Positif

  • Mempermudah akses informasi.

  • Mempercepat komunikasi.

  • Membantu kegiatan pendidikan.

  • Mendukung bisnis dan pemasaran digital.

  • Memperluas jaringan sosial dan relasi.

Dampak Negatif

  • Penyebaran hoaks dan disinformasi.

  • Cyberbullying di media sosial.

  • Ujaran kebencian di media sosial.

  • Penipuan online.

  • Berkurangnya interaksi tatap muka.

  • Ketergantungan terhadap gawai dan media sosial.

Tantangan dan Upaya Menghadapi Era Digital

Hoaks

Hoaks merupakan salah satu tantangan terbesar dalam era digital. Kemudahan akses internet dan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat, termasuk informasi yang belum tentu benar.

Menurut penelitian Nazarina dkk. (2025), penyebaran hoaks dipengaruhi oleh rendahnya literasi digital, bias kognitif, serta algoritma media sosial yang dapat memperkuat polarisasi di masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri untuk memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Cyberbullying

Perkembangan media sosial juga memunculkan masalah cyberbullying atau perundungan siber. Cyberbullying terjadi ketika seseorang menggunakan media digital untuk menghina, mengancam, atau mempermalukan orang lain.

Menurut Haniati dkk. (2025), rendahnya kesadaran mengenai etika dan keamanan digital menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko cyberbullying di kalangan remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi mengenai etika komunikasi dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab.

Literasi Digital

Literasi digital merupakan kemampuan untuk mengakses, memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi digital secara bijak. Literasi digital sangat penting karena membantu masyarakat membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan.

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital yang baik dapat mengurangi penyebaran hoaks serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial secara kritis dan bertanggung jawab.

Peran Pemerintah, Pendidikan, dan Masyarakat

Menghadapi berbagai tantangan di era digital memerlukan kerja sama dari berbagai pihak. Pemerintah berperan dalam membuat regulasi, mengawasi konten digital, serta menyelenggarakan program literasi digital.

Lembaga pendidikan berperan dalam membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan etika berkomunikasi. Sementara itu, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menggunakan media digital secara bijak, memverifikasi informasi, dan tidak ikut menyebarkan konten yang menyesatkan. Kolaborasi ketiga pihak tersebut sangat penting untuk menciptakan lingkungan komunikasi digital yang sehat dan aman.

Kesimpulan

Perkembangan sistem komunikasi di Indonesia pada masa digital telah mengubah banyak hal dalam kehidupan masyarakat secara signifikan. Kehadiran internet, media sosial, dan berbagai platform digital membuat komunikasi jadi lebih cepat, lebih mudah, dan tidak terbatasi lagi oleh jarak atau waktu. Perkembangan ini juga memberi banyak keuntungan di berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, serta akses informasi yang lebih luas dan lebih efisien.

Di sisi lain, perkembangan sistem komunikasi juga membawa berbagai masalah, seperti penyebaran berita palsu, penganiayaan siber, ucapan yang menyakitkan, penipuan di internet, serta perubahan nilai-nilai etika dalam berkomunikasi di media sosial. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang dunia digital masih menjadi salah satu hal yang membuat mereka mudah terdampak oleh informasi yang tidak jelas. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis dan sikap bijak dalam menggunakan media digital sangat penting.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan kerja sama dari pemerintah, institusi pendidikan, serta masyarakat. Pemerintah harus memperkuat aturan dan program pembelajaran digital, lembaga pendidikan harus memberikan pengetahuan kepada pemuda tentang cara berpikir kritis dan cara berkomunikasi dengan baik, sementara masyarakat juga wajib lebih hati-hati dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Dengan demikian, kemajuan sistem komunikasi di masa digital bisa digunakan dengan baik untuk mendorong kemajuan bangsa dan membentuk lingkungan komunikasi yang baik, aman, dan bermanfaat bagi semua orang.


Penulis: Meyta Amelia Putri
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya


Dosen Pengampu: Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa Rahmat Al Kafi


Referensi

Dunan, A. (2020). Government communications in digital era: Public relations and democracy. Jurnal Komunika, Kementerian Komunikasi dan Informatika. https://scholar.archive.org/work/kry6ya5hirdcvclizrkqbjtpa4/access/wayback/https://jurnal.kominfo.go.id/index.php/komunika/article/download/3795/1570

Haniati, dkk. (2025). Literasi digital sebagai upaya pencegahan cyberbullying di kalangan siswa. Tadribuna: Journal of Islamic Education Management. https://journal.iaincurup.ac.id/index.php/TI/article/view/15043

Nazarina, dkk. (2025). Peran pendidikan literasi digital dalam mengatasi disinformasi dan polarisasi di era digital. Paedagogy: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi. https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/article/view/7754

Octaviani, dkk. (2025). Penggunaan bahasa prokem media sosial terhadap etika komunikasi siswa SMA. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan). https://jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.php/JIIP/article/view/8595

Putri, A. V., & Irwansyah. (2020). Communication patterns and media technology role in organization and society during pandemic. The Journal of Society and Media, 4(2). https://journal.unesa.ac.id/index.php/jsm/article/view/8749

Yusuf, M., dkk. (2024). Komunikasi digital dan transformasi masyarakat di era teknologi informasi. Google Books. https://books.google.co.id/books?id=gGZ0EQAAQBAJ

Wicaksono, A. (2020). Peran literasi digital remaja dalam menghadapi penyebaran berita hoaks. Jurnal Kewarganegaraan. https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/article/view/401

Suprapto, dkk. (2022). Peran pendidikan kewarganegaraan dalam memerangi hoaks di media sosial. Jurnal Pendidikan Tambusai. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/2218

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses