7 Cara Menghindari Dehidrasi saat Kuliah Seharian bagi Mahasiswa

cara menghindari dehidrasi saat kuliah
Inilah cara menghindari dehidrasi saat kuliah

Kuliah sejak pagi hingga sore membuat mahasiswa sering lupa memperhatikan kebutuhan cairan. Jadwal yang padat, berpindah ruang kelas, praktikum, organisasi, hingga perjalanan pulang dapat membuat minum air bukan lagi menjadi prioritas.

Padahal, kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh merasa haus, lelah, pusing, mulut kering, serta lebih jarang buang air kecil. Dehidrasi juga dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan tubuh menjalankan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, mahasiswa tidak perlu menunggu sampai merasa sangat haus untuk mulai memperhatikan hidrasi. Berikut tujuh cara sederhana yang dapat diterapkan selama menjalani aktivitas di kampus.

1. Bawa Botol Air Minum Saat Beraktivitas

Membawa botol minum merupakan salah satu cara paling sederhana untuk membuat minum air menjadi bagian dari rutinitas kuliah.

Ketika air tersedia di dalam tas atau di meja belajar, kamu tidak perlu menunggu sampai menemukan penjual minuman atau merasa sangat haus. Botol juga memudahkan kamu memperkirakan seberapa sering sudah minum sepanjang hari.

Tidak ada ukuran botol yang wajib digunakan oleh semua mahasiswa. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda dan dipengaruhi oleh aktivitas fisik, kondisi tubuh, makanan, serta lingkungan.

Yang lebih penting adalah memastikan air minum mudah dijangkau selama kuliah.

2. Minum Secara Berkala, Jangan Hanya Saat Haus

Jangan menjadikan satu waktu tertentu sebagai satu-satunya kesempatan untuk minum. Selama menjalani aktivitas, biasakan minum secara berkala sesuai kebutuhan tubuh.

Rasa haus merupakan salah satu sinyal tubuh untuk mendapatkan cairan. Namun, kebutuhan cairan dapat meningkat ketika kamu banyak berkeringat, berolahraga, berada dalam cuaca panas, atau mengalami kondisi seperti demam, muntah, dan diare.

Karena itu, mahasiswa yang memiliki kelas di luar ruangan atau aktivitas fisik lebih banyak mungkin membutuhkan cairan lebih banyak dibandingkan ketika sebagian besar waktunya dihabiskan di ruang kelas.

Tidak perlu mengikuti jadwal minum yang kaku. Perhatikan kondisi tubuh dan aktivitas yang sedang dilakukan.

3. Perhatikan Tanda-Tanda Dehidrasi

Mengetahui tanda awal dehidrasi dapat membantu kamu segera memenuhi kebutuhan cairan.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • merasa haus;
  • mulut, bibir, atau mata terasa kering;
  • urine berwarna lebih gelap dari biasanya;
  • lebih jarang buang air kecil;
  • merasa lelah;
  • pusing atau terasa ringan di kepala.

Warna urine dapat menjadi salah satu petunjuk sederhana mengenai kondisi hidrasi, meskipun bukan satu-satunya indikator. Warna urine juga dapat dipengaruhi oleh makanan, vitamin, obat-obatan, dan kondisi lainnya.

Jika mulai merasakan beberapa tanda tersebut saat mengikuti kuliah atau beraktivitas di kampus, jangan mengabaikannya.

4. Sesuaikan Asupan Cairan dengan Aktivitas dan Cuaca

Kebutuhan cairan mahasiswa yang mengikuti kuliah di dalam ruangan sepanjang hari dapat berbeda dengan mahasiswa yang harus berpindah-pindah lokasi di bawah matahari.

Ketika berolahraga atau banyak berkeringat, tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Hal serupa dapat terjadi ketika berada di lingkungan yang panas.

Karena itu, jumlah cairan yang dibutuhkan tidak selalu sama setiap hari. Perhatikan kondisi lingkungan dan tingkat aktivitas sebelum menentukan kebutuhan minum.

Jika jadwal kuliah hari itu diikuti kegiatan olahraga, praktikum lapangan, atau aktivitas organisasi di luar ruangan, siapkan air minum lebih banyak dibandingkan hari ketika aktivitas fisik relatif ringan.

5. Jadikan Air Putih sebagai Minuman Utama

Air putih merupakan pilihan sederhana untuk memenuhi kebutuhan cairan tanpa tambahan gula.

Minuman berpemanis seperti soda, teh manis kemasan, atau minuman kekinian memang mudah ditemukan di sekitar kampus. Namun, minuman tersebut sebaiknya tidak menjadi sumber utama cairan sehari-hari.

Air putih dapat menjadi pilihan utama ketika kamu merasa haus atau membutuhkan minuman selama mengikuti perkuliahan.

Bukan berarti mahasiswa harus menghindari semua minuman selain air putih. Yang lebih penting adalah tidak menggantungkan kebutuhan cairan pada minuman tinggi gula.

6. Konsumsi Buah dan Sayuran

Cairan tidak hanya diperoleh dari minuman. Makanan juga berkontribusi terhadap asupan air harian.

Buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi, seperti semangka, melon, jeruk, mentimun, dan tomat, dapat menjadi bagian dari pola makan yang membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Karena itu, saat istirahat di kampus, buah dapat menjadi pilihan camilan. Selain menyediakan cairan, buah juga memberikan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Namun, konsumsi buah tidak berarti menggantikan kebutuhan minum. Air tetap menjadi sumber cairan yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

7. Batasi Minuman yang Terlalu Manis dan Perhatikan Konsumsi Kafein

Kopi dan teh merupakan bagian dari kebiasaan banyak mahasiswa, terutama ketika harus mengerjakan tugas atau mengikuti kelas pagi.

Minuman berkafein tidak otomatis membuat tubuh mengalami dehidrasi setiap kali dikonsumsi. Namun, konsumsi kafein secara berlebihan dapat menimbulkan efek tertentu pada sebagian orang, termasuk meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Karena itu, mahasiswa tetap perlu memperhatikan jumlah kafein yang dikonsumsi dan menjadikan air putih sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan.

Hal yang sama berlaku untuk minuman berpemanis. Minuman tersebut sebaiknya dikonsumsi secara terbatas, bukan dijadikan pengganti air putih sepanjang hari.

Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Mahasiswa?

Angka delapan gelas atau sekitar dua liter air per hari sering digunakan sebagai panduan umum.

Namun, kebutuhan cairan setiap orang tidak selalu sama. Jumlah yang dibutuhkan dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik, suhu lingkungan, kondisi kesehatan, makanan, serta jumlah cairan yang hilang melalui keringat.

Mahasiswa yang banyak beraktivitas di luar ruangan dan berkeringat tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan mahasiswa yang sebagian besar waktunya berada di ruang ber-AC.

Karena itu, jangan memaksakan jumlah tertentu hanya untuk memenuhi target. Gunakan panduan umum tersebut sebagai acuan dan sesuaikan dengan kondisi tubuh serta aktivitas sehari-hari.

Pada kondisi kesehatan tertentu, seseorang bahkan dapat memiliki anjuran khusus mengenai jumlah cairan yang perlu dikonsumsi. Jika memiliki kondisi medis tertentu, ikuti rekomendasi tenaga kesehatan.

Kapan Dehidrasi Perlu Mendapat Perhatian?

Dehidrasi ringan umumnya dapat ditangani dengan meningkatkan asupan cairan. Namun, tidak semua kondisi kekurangan cairan dapat diselesaikan hanya dengan minum air putih.

Kehilangan cairan akibat muntah atau diare yang berat, misalnya, dapat disertai kehilangan elektrolit. Dalam kondisi seperti ini, seseorang mungkin membutuhkan larutan rehidrasi oral dan penanganan yang sesuai.

Segera mencari pertolongan medis juga penting jika muncul tanda dehidrasi berat, seperti penurunan kesadaran, kelemahan yang berat, atau kondisi tubuh yang semakin memburuk.

Mahasiswa juga sebaiknya tidak mengabaikan dehidrasi yang berulang. Jika sering mengalami pusing, sangat haus, atau perubahan pola buang air kecil, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.

Kesimpulan

Menghindari dehidrasi saat kuliah seharian tidak membutuhkan aturan yang rumit. Mulailah dari kebiasaan sederhana, seperti membawa botol air minum, minum secara berkala, mengenali tanda dehidrasi, serta menyesuaikan asupan cairan dengan aktivitas dan cuaca.

Air putih dapat dijadikan minuman utama, sementara buah dan sayuran dapat membantu memberikan cairan sekaligus zat gizi. Konsumsi minuman berpemanis dan berkafein juga sebaiknya diperhatikan agar tidak berlebihan.

Yang terpenting, kebutuhan cairan setiap mahasiswa tidak selalu sama. Perhatikan kondisi tubuh, aktivitas, dan lingkungan agar hidrasi tetap terjaga selama menjalani rutinitas perkuliahan.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses