Dari Edukasi ke Aksi: Mahasiswa UIN Jakarta Dampingi RW 04 Bambu Apus Deklarasikan RW Bebas TBC melalui Program GERTAS TBC

Dari Edukasi ke Aksi Mahasiswa UIN Jakarta Dampingi RW 04 Bambu Apus Deklarasikan RW Bebas TBC melalui Program GERTAS TBC

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) melalui program GERTAS TBC (Gerakan Tuntas TBC) di RW 04 Kelurahan Bambu Apus, Pamulang.

Program ini dilaksanakan berdasarkan hasil Survei Cepat Epidemiologi yang menunjukkan masih rendahnya penerimaan informasi terkait TBC serta perlunya penguatan promosi kesehatan di wilayah tersebut. RW 04 kemudian ditetapkan sebagai wilayah prioritas intervensi.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada Ketua RW, Ketua RT, dan kader kesehatan setempat guna menyampaikan kondisi TBC di wilayah tersebut serta membangun komitmen bersama dalam mendukung program RW Bebas TBC.

Pelatihan kader dilaksanakan pada 29 Januari 2026 di Balai Warga RW 04. Kader dibekali pemahaman mengenai penularan, pencegahan, deteksi dini, serta peran dalam pendampingan masyarakat. Untuk mendukung implementasi di lapangan, disusun pula petunjuk teknis kader sebagai panduan edukasi dan skrining.

Sebagai tindak lanjut, kader melaksanakan kegiatan roadshow pada 4–8 Februari 2026 di berbagai kelompok masyarakat, seperti pengajian, arisan, dan kegiatan senam. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dini apabila ditemukan gejala TBC.

Dari Edukasi ke Aksi Mahasiswa UIN Jakarta Dampingi RW 04 Bambu Apus Deklarasikan RW Bebas TBC melalui Program GERTAS TBC

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Deklarasi RW 04 sebagai RW Bebas TBC pada 12 Februari 2026. Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama antara masyarakat, kader, Puskesmas Bambu Apus, serta pihak kelurahan untuk terus menjalankan kegiatan edukasi, skrining, dan pendampingan secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan kader, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendukung percepatan eliminasi TBC di Kota Tangerang Selatan.

Penulis: Bagus Nur Purnomo
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Editor: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses