Dari Rekening ke Literasi: Wajah Baru BTN di Kampus ITS

Jajaran petinggi ITS bersama perwakilan BTN dalam acara Sambut Kenal Mahasiswa KIP-K dan ADiK
Jajaran petinggi ITS bersama perwakilan BTN dalam acara Sambut Kenal Mahasiswa KIP-K dan ADiK (Sumber: ITS News)

Bagi banyak mahasiswa, bank sering kali hanya dipahami sebagai tempat membuka rekening atau mencairkan bantuan pendidikan. Namun di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), peran Bank Tabungan Negara (BTN) perlahan bergerak ke arah yang berbeda. Tak lagi sekadar menyalurkan dana, BTN mulai hadir sebagai mitra yang memperkenalkan mahasiswa pada cara memahami dan mengelola keuangan sejak dini.

Perubahan itu sejalan dengan transformasi BTN yang mengusung tagline Beyond Mortgage. Sebuah penegasan bahwa BTN tidak lagi semata dikenal sebagai bank pembiayaan perumahan, tetapi sebagai penyedia layanan finansial yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Dari transaksi digital hingga program sosial, transformasi ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan generasi yang semakin akrab dengan teknologi dan tantangan finansial yang kompleks.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Di lingkungan kampus, wujud transformasi tersebut terasa nyata. Sejak 2024, BTN menjadi mitra penyalur Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di ITS. Kerja sama ini, menurut Kepala Sub-bagian Layanan Mahasiswa dan Kesejahteraan Mahasiswa ITS, Friana Ekawati, A.Md., dipilih karena BTN dinilai mampu memberikan manfaat lebih dari sekadar layanan perbankan.

Friana menambahkan BTN juga dikenal responsif dalam menangani berbagai kendala perbankan mahasiswa, mulai dari akun terblokir hingga kasus kehilangan dana. Bahkan dalam beberapa situasi, pihak BTN turut mendampingi mahasiswa secara langsung hingga persoalan terselesaikan.

“Lebih dari itu, BTN tidak hanya menyalurkan dana KIP-K, tetapi juga memberikan dukungan pengembangan bagi 1.784 mahasiswa melalui kegiatan Sambut Kenal Mahasiswa KIP-K dan ADik,” ungkapnya.

Bagi mahasiswa, kendala perbankan bukan sekadar urusan administratif. Rekening yang bermasalah atau dana yang tertahan bisa berdampak langsung pada kelancaran studi. Oleh karena itu, pendekatan cepat dan solutif menjadi pengalaman penting yang dirasakan mahasiswa saat berhadapan dengan layanan BTN di kampus. Di titik inilah layanan perbankan tak lagi terasa kaku, tetapi lebih dekat dan manusiawi.

Menurut Sub Branch Head BTN KCP ITS, Radeya Dewayana, transformasi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan karakter nasabah yang semakin beragam, terutama generasi muda. Ia meyakini, pelayanan yang cepat dan adaptif menjadi kunci, terutama ketika mahasiswa menghadapi kendala transaksi yang berpotensi mengganggu aktivitas akademik.

“BTN bertransformasi dari bank KPR menjadi bank yang melayani kebutuhan finansial nasabah secara lebih luas dengan tagline Beyond Mortgage,” jelasnya.

Transformasi BTN di kampus tidak berhenti pada layanan dasar. Upaya membangun literasi keuangan mahasiswa juga menjadi perhatian. Salah satunya melalui program Bale Race by BTN, sebuah program yang mengajak mahasiswa belajar mengelola keuangan secara aplikatif. Selain itu, BTN menghadirkan produk deposito mahasiswa dengan setoran awal terjangkau, mulai dari satu juta rupiah, sebagai sarana belajar menabung dan merencanakan keuangan sejak dini.

Program tersebut dirasakan langsung oleh Samuel, mahasiswa ITS sekaligus pemenang Bale Race by BTN periode 2025. Baginya, program ini bukan sekadar challenge, melainkan ruang belajar yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Bantuan SPP yang menjadi bagian dari program juga menjadi dorongan baginya untuk mengikuti Bale Race secara maksimal.

“Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk pandai mengelola uang saku dan kebutuhan kuliah sehingga saya termotivasi mengikuti program ini sebagai upaya untuk memahami cara mengatur keuangan,” tuturnya.

Dari program itu, Samuel memperoleh kesadaran baru tentang pentingnya disiplin finansial. Ia mulai memahami bahwa mengelola uang bukan hanya soal menabung, tetapi juga merencanakan pengeluaran serta membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebiasaan kecil seperti mencatat pengeluaran dan menetapkan target tabungan kini menjadi rutinitas yang ia jalani.

“Dulu saya sering menggunakan uang tanpa perencanaan, setelah mengikuti program Bale Race by BTN saya menjadi lebih selektif dan selalu menyisihkan sebagian untuk tabungan terlebih dahulu,” ujarnya.

Pengalaman berinteraksi dengan BTN selama mengikuti program juga ia nilai positif. Informasi disampaikan dengan jelas dan komunikasi mudah dipahami mahasiswa. Menurutnya, BTN tidak hanya menggelar program, tetapi benar-benar mendampingi peserta agar memperoleh pemahaman keuangan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran BTN di lingkungan kampus menunjukkan bahwa transformasi tidak selalu harus hadir dalam bentuk produk besar seperti pembiayaan perumahan. Justru terasa lebih dekat ketika hadir  dalam hal-hal sederhana seperti ketika mahasiswa mulai mencatat pengeluaran, menyisihkan uang untuk tabungan, dan memahami arti merencanakan masa depan.

Melalui layanan terintegrasi dari penyaluran KIP-K hingga program Bale Race, BTN menghadirkan wujud nyata komitmen melayani negeri dari ruang-ruang kecil seperti kampus. Di tangan mahasiswa, transformasi BTN tak berhenti sebagai slogan. Ia tumbuh menjadi kebiasaan: belajar bijak mengelola uang hari ini, sebagai latihan mengelola kehidupan di masa depan.

Reporter: Istianatul Latifah
Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Editor: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses