Sinergi Unud dan IDB Angkat Garam Palungan Kusamba: Penguatan Identitas Warisan Lokal melalui Inovasi Kemasan dan Digitalisasi

petani garam kusamba
Sinergi Unud dan IDB Angkat Garam Palungan Kusamba: Penguatan Identitas Warisan Lokal melalui Inovasi Kemasan dan Digitalisasi. Sumber: Penulis.

Klungkung, Bali — Tim akademisi Universitas Udayana (Unud) bersinergi dengan Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, sebagai upaya penguatan identitas produk garam palungan melalui inovasi kemasan dan edukasi branding yang adaptif terhadap kondisi petani.

Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) dalam skema Hibah BIMA Tahun 2025.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Desa Kusamba dikenal sebagai sentra garam tradisional Bali yang mempertahankan metode palungan sebagai warisan lokal bernilai tinggi.

Baca Juga: Keindahan Pulau Nusa Penida

Namun, sebagian besar petani masih berusia lanjut dan menjalankan usaha secara konvensional, sehingga pemahaman terhadap kemasan modern, identitas produk, dan pemasaran digital masih terbatas.

Bahkan, penggunaan telepon pintar dalam kelompok masih didominasi oleh ketua kelompok, sehingga pendekatan edukasi perlu disesuaikan dengan karakteristik mitra.

Program pengabdian difokuskan pada edukasi sederhana dan aplikatif, meliputi pemahaman fungsi kemasan sebagai pelindung sekaligus daya tarik produk, pentingnya label dan identitas merek, serta pencatatan usaha menggunakan buku kas dan stok secara manual.

Tim IDB memberikan pendampingan terkait desain label dan visual kemasan yang tetap menonjolkan nilai tradisi garam palungan, sedangkan tim Unud menekankan penguatan manajemen usaha sederhana agar petani lebih memahami nilai jual produk mereka.

Baca Juga: Perlukah Impor Garam Dilakukan?

Selain itu, peserta diperkenalkan penggunaan alat vacuum sealer untuk meningkatkan kualitas tampilan kemasan, serta pelatihan pengambilan foto produk menggunakan gawai secara sederhana oleh perwakilan kelompok. Pendekatan ini dilakukan secara bertahap dan komunikatif agar mudah dipahami oleh petani lanjut usia.


Penulis:
1. Sri Handayani Nofiyanti, S.T., M.Si.
2. Ir. I Gusti Ketut Arya Arthawan, M.Fd.Eng.
3. I Putu Gede Budisanjaya, S.TP., M.T.
Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Udayana


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses