Kemelut Perang di Timur Tengah 2023, Bagaimana Situasi Ekonomi Kawasannya?

ekonomi Israel-Palestina
Ilustrasi: istockphoto

Kawasan Timur Tengah telah lama menjadi fokus perhatian global, terutama mengingat ketegangan dan konflik politik yang sedang berlangsung. Di tengah kondisi tersebut, perkembangan ekonomi Timur Tengah juga mendapat sorotan.

Dengan beberapa konfrontasi yang sedang berlangsung, termasuk yang terbaru antara Hamas dan Israel, situasi ekonomi di kawasan ini menjadi genting. Timur Tengah memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dan sumber daya alam, khususnya minyak dan gas.

Namun, pertumbuhan ekonomi kawasan terhambat oleh kondisi politik dan keamanan yang tidak stabil. Konflik bersenjata, sanksi ekonomi, dan konflik antar negara menjadi elemen utama yang berdampak pada pembangunan ekonomi kawasan Timur Tengah.

Bacaan Lainnya
DONASI

Selain itu, pandemi Covid-19 juga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perekonomian kawasan tersebut. Menurunnya permintaan minyak dan gas dunia, serta menyusutnya aktivitas pariwisata dan komersial, telah mengakibatkan kemerosotan perekonomian di berbagai negara di kawasan.

Meskipun demikian, negara-negara tertentu, termasuk UEA dan Arab Saudi, terus menerapkan reformasi ekonomi untuk mendiversifikasi sumber pendapatan dan meminimalkan ketergantungan pada sektor minyak bumi. Ketegangan politik dan konflik mematikan di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap masyarakat.

Jutaan orang di wilayah ini terpaksa pindah akibat konflik bersenjata, sementara angka pengangguran dan kemiskinan terus meningkat. Selain itu, akibat konflik yang berkepanjangan, kondisi kesehatan dan pendidikan di kawasan ini terus memburuk. Kawasan Timur Tengah memainkan peran penting dalam geopolitik global, khususnya dalam hal pasokan energi dan keamanan regional.

Ketersediaan sumber daya minyak bumi di Timur Tengah adalah salah satu alasan utama besarnya pengaruh kawasan ini terhadap geopolitik global. Krisis Timur Tengah berpotensi menimbulkan ketidakstabilan perekonomian global karena banyak negara yang bergantung pada pasokan minyak dari kawasan ini, khususnya kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Selain itu, kawasan Timur Tengah juga menjadi fokus kepentingan internasional, khususnya antara negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok. Ketegangan politik dan konflik kekerasan di kawasan telah menjadi variabel penting yang membentuk hubungan internasional global.

Instabilitas Perekonomian Global sebagai Akibat dari Adanya Konflik di Timur Tengah

Konflik Timur Tengah antara Palestina dan Israel diperkirakan akan menimbulkan ketidakpastian yang signifikan dalam perekonomian global. Lambatnya pemulihan ekonomi global, seiring dengan invasi Rusia ke Ukraina, telah menimbulkan ketidakstabilan pada harga minyak dan pangan global.

Dimulainya konflik antara Israel dan Palestina telah menyebabkan gangguan di seluruh kawasan, serta kekhawatiran terhadap pasar minyak global. Kenaikan harga minyak mungkin memberikan tekanan pada bank sentral untuk terus menaikkan suku bunga, yang akan merugikan kemajuan ekonomi global.

Perang Timur Tengah juga berdampak pada Indonesia. Meskipun begitu, perekonomian Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan yang solid pada triwulan III-2023. Perekonomian Indonesia masih unggul dibandingkan beberapa negara lain.

Namun resesi ekonomi global, perubahan iklim, dan krisis geopolitik Timur Tengah masih menjadi kekhawatiran Indonesia. Krisis Timur Tengah mungkin juga berdampak pada perekonomian manufaktur dalam negeri, yang bergantung pada minyak dan gas sebagai bahan mentah.

Pertarungan ini diperkirakan akan berdampak pada permasalahan energi negara sehingga menyebabkan operasional manufaktur terganggu. Krisis di Timur Tengah kemungkinan besar akan menyebabkan lonjakan harga energi, khususnya minyak dan gas alam.

Imbas Konflik Israel-Palestina pada Perekonomian Kawasan

Salah satu titik fokus baru-baru ini, konflik Israel-Palestina, juga menjadi salah satu komponen ketidakamanan ekonomi di kawasan ini. Di Israel, Kementerian Keuangan Israel melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi negara tersebut akan sebesar 2% pada tahun 2023, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,7%.

Penurunan ini dianggap disebabkan oleh konflik antara Israel dan Hamas. Kementerian memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,6% pada tahun 2024, dan prediksi tersebut sebagian besar bergantung pada kelanjutan perang sepanjang tahun.

Meskipun pertempuran paling sengit kemungkinan akan berakhir pada kuartal pertama, sebagian besar pertempuran terkonsentrasi di perbatasan selatan Gaza.

Menurut laporan tersebut, masalah terbesar yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi adalah sentimen konsumen yang negatif, yang diperkirakan akan merugikan belanja swasta, salah satu pendorong utama pertumbuhan Israel. Sementara ekspor diperkirakan turun 0,6% pada tahun ini.

Pada tahun 2022, PDB Israel diperkirakan meningkat sebesar 6,5%. Selain itu, perekonomian Palestina akan terkena dampak perang Israel-Palestina pada tahun 2023. Konflik ini telah menghambat pertumbuhan ekonomi Palestina dan memperburuk kondisi perekonomian negara yang sudah memprihatinkan.

Menurut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Palestina akan sebesar 1,5% pada tahun 2023, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,5%. Selain itu, tingkat pengangguran di Palestina diperkirakan akan meningkat menjadi 33% pada tahun 2023.

Dari isu tersebut, diperlukan langkah nyata dari berbagai pihak untuk mengatasi kondisi sulit di kawasan Timur Tengah. Salah satu pendekatannya adalah dengan meningkatkan upaya perdamaian dan rekonsiliasi di kawasan, serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada jutaan orang yang terkena dampak konflik.

Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk mendorong reformasi ekonomi dan diversifikasi sumber pendapatan di kawasan, serta memperkuat kerja sama regional dan internasional, guna membangun stabilitas dan kemakmuran di Timur Tengah.

Kesulitan ini membawa pada kesimpulan bahwa situasi perekonomian kawasan Timur Tengah pada tahun 2023, di tengah ketegangan masa perang, merupakan tugas yang kompleks, namun juga menawarkan potensi transformasi konstruktif. Diharapkan dengan upaya yang tepat, kawasan Timur Tengah dapat mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.

Penulis: Rosania Laoli
Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI