Kriteria Mencintai Rasulullah: Kewajiban Mencintai Nabi Muhammad SAW

Islam
Ilustrasi: istockphoto

Mencintai Rasulullah Muhammad SAW merupakan salah satu prinsip yang sangat penting dalam agama Islam. Rasulullah adalah utusan Allah yang diutus untuk membawa petunjuk-Nya kepada umat manusia.

Mencintai Rasulullah bukanlah sekadar perasaan yang muncul secara spontan, tetapi merupakan suatu kriteria yang perlu dipahami dan diamalkan oleh setiap muslim. Dalam Islam, mencintai Rasulullah adalah wajib bagi setiap muslim. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Al-Imran ayat 31.

 قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Bacaan Lainnya
DONASI

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”

Ayat ini menunjukkan bahwa mencintai  Allah dan Rasul-Nya saling terkait dan merupakan bagian integral dari keyakinan seorang muslim. Ayat ini juga memberikan penjelasan yang sangat kuat untuk mematahkan pengakuan orang-orang yang mengakui mencintai Allah SWT sepanjang waktu, sedangkan amal perbuatannya berlawanan dengan ucapan-ucapan itu.

Maka bagaimana bisa seseorang mengaku cinta kepada Allah SWT dan pada saat yang sama seseorang itu telah membelakangi perintah-Nya. Siapa yang telah mencintai Allah SWT, tapi tidak mengikuti jalan dan petunjuk Rasulullah, maka pengakuan cinta itu palsu dan dusta.

Rasulullah bersabda: “Siapa melakukan perbuatan tidak berdasarkan perintah kami maka perbuatan itu ditolak.” (Riwayat Al-Bukhari).

Mencintai Rasulullah SAW merupakan sumber kebahagiaan di dunia dan di akhirat, atau sumber kekuatan di dalam hati yang biasanya disebut the power of love atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi “kekuatan cinta”.

Kalau kita mencintai Rasulullah SAW maka harus mengikuti perkataan, perbuatan, serta ketetapan Rasulullah SAW. Contoh salah satu cara mencinta Rasulullah SAW dan bentuk peneladanan karakter yang baik adalah dengan cara membaca sholawat, karena sholawat juga bisa dapat dijadikan wasilah mendapat syafaat beliau dengan sebagai rasa penghormatan terhadap beliau.

Bagaimana kita dapat mencintai Rasulullah? Terdapat beberapa kriteria yang perlu dipahami dan diamalkan sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada beliau:

  1. Pertama, kita harus mengenal Rasulullah dengan sebaik-baiknya. Mempelajari dan memahami riwayat hidup, akhlak, ajaran, dan sunnah beliau merupakan cara yang efektif untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah.
  2. Kedua, kita perlu meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Beliau adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah maupun hubungan dengan sesama manusia. Menerapkan akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah dalam tindakan, perkataan, dan perilaku merupakan wujud konkrit dari cinta kepada beliau.
  3. Ketiga, kita harus menghormati dan menyebarkan ajaran Rasulullah kepada orang lain. Menghormati beliau berarti menjaga nama baik beliau, tidak menghina atau mencela, dan selalu berusaha untuk mengamalkan ajaran-ajaran beliau dengan sepenuh hati. Menyebarkan ajaran beliau berarti berusaha untuk mengedukasi orang lain tentang Islam dengan cara yang baik dan santun.
  4. Terakhir, cinta kepada Rasulullah juga tercermin dalam kecintaan kita terhadap umat muslim. Rasulullah adalah rahmat bagi seluruh alam, dan cinta kepada beliau seharusnya menginspirasi kita untuk mencintai, membantu, dan saling berkasih sayang dengan sesama muslim.

Dalam sejarah umat manusia, hanya ada beberapa individu yang memancarkan cahaya kebenaran dan kebaikan yang begitu kuat hingga mempengaruhi ribuan atau bahkan juataan jiwa.

Di antara mereka semua, tidak ada sosok yang bisa menandingkan keagungan dan kebaikan Rasulullah Muhammad SAW. Mencintai Rasulullah adalah bukan tugas yang sulit, karena beliau adalah teladan yang sempurna bagi umat manusia.

Dalam kitab Nurul Mubin fi Mahabbati Sayyidil Mursalin, K.H. Hasyim Asy’ari telah menjelaskan beberapa poin-poin penting yang berkaitan dengan kewajiban mencintai Rasulullah. Pembahasan mengenai mencintai Rasulullah, telah ditemukan sebanyak tiga hadist sebagai berikut:

  1. Dari Anas berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya dari pada orang tuanya, anaknya, dan dari manusia seluruhnya.” (Shahih Al-Bukhari).
  2. Dari Anas bin Malik dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka.” (Shahih Al-Bukhari).
  3. Telah menceritakan kepadaku Abu Uqail Zuhra bin Ma’bad bahwasanya ia mendengar kakeknya, Abdullah bin Hisyam menuturkan; kami pernah bersama Nabi Muhammad SAW yang saat itu beliau menggandeng tangan Umar bin Khattab, kemudian Umar berujar, “Ya Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala-galanya selain diriku sendiri.” Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Maka Umar berujar, “Sekarang demi Allah, engkau lebih aku cintai daripada diriku.” Maka Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sekarang (baru benar) wahai Umar.”

Kesimpulan

Mencintai Rasulullah merupakan kriteria yang perlu dimiliki oleh setiap muslim. Cinta kepada beliau bukanlah perasaan semata, tetapi harus tercermin dalam tindakan, akhlak, dan pengamalan ajaran beliau.

Dengan mencintai Rasulullah, kita menjalin hubungan yang kuat dengan Allah SWT dan berusaha untuk menjadi hamba yang lebih baik dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Penulis: Erycha Febyana Dila Puspita
Mahasiswa Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Referensi

Arrizqi, M. Y. (2022). Mahabbah Kepada Rasulullah Perspektif Hadis (Analisis Hadis dalam Kitab Nurul Mubin fi Mahabbati Sayyidil Mursalin Karya K.H Hasyim Asy’ari).

Warantika, D. A. (2021). Upaya penumbuhan karakter cinta Nabi SAW bagi santri melalui kegiatan diba’ dipondok pesantren Al Rosyid Kendal Dander Bojonegoro.

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI