Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 41 UMBY Latih Pembuatan Silase dan Kenalkan Mesin Pencacah Pakan Ternak

Pembuatan Silase dan Kenalkan Mesin Pencacah Pakan Ternak.
Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 41 UMBY Latih Pembuatan Silase dan Kenalkan Mesin Pencacah Pakan Ternak.

Bantul, MMI — Kelompok 41 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang bertugas di Padukuhan Kanigoro melaksanakan salah satu program kerja unggulan, yaitu sosialisasi pembuatan silase dan mesin pencacah pakan ternak.

Kegiatan ini dilakukan di rumah kepala dukuh, Bapak Samidi di Dusun Kanigoro, Kal. Mangunan, Kec. Dlingo, Kab. Bantul pada Senin (04/08/2025).

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Selain itu, kegiatan sosialisasi dan pemaparan mesin pencacah pakan ternak ini juga kembali dilaksanakan untuk kedua kalinya pada 17 Agustus 2025 malam di rumah Ibu Rina, selaku Ketua RT 33, agar semakin banyak warga yang dapat mengikuti dan memperoleh manfaat dari kegiatan ini.

Menurut Adit Seka Prasetyo dan Rizky Maulana, mahasiswa Prodi Peternakan, Fakultas Agroindustri UMBY, kegiatan ini berawal dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi para peternak di Dusun Kanigoro ialah kesulitan mencari pakan ternak terutama di musim kemarau karena minimnya lahan hijau.

Rumput gajah dan hijauan sebagai sumber utama pakan sering mengering, sehingga ketersediaannya terbatas. Selain itu, para peternak masih mengolah pakan ternak secara manual.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, kami memperkenalkan metode pembuatan silase sebagai alternatif pakan yang dapat disimpan dalam jangka panjang tanpa kehilangan nilai gizi, serta menghadirkan mesin pencacah pakan ternak untuk mempermudah proses pengolahan bahan pakan.

Ketua KKN 41 UMBY, Muhammad Irfan Ramadhan mengungkapkan bahwa sosialisasi ini selain mengimplementasikan ilmu yang dimiliki, diharapkan warga menjadi lebih paham mengenai cara pembuatan silase dan penggunaan mesin pencacah pakan ternak.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Adit Seka Prasetyo dan Rizky Maulana mengenai silase meliputi manfaat, bahan yang dibutuhkan, dan langkah pembuatannya. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung yang diikuti oleh 20 orang peserta.

Peserta kegiatan terlihat begitu antusias dengan adanya kegiatan ini karena dapat belajar mengenai pembuatan silase dan mesin pencacah pakan ternak.

Silase merupakan pakan ternak yang diawetkan dengan bahan utama hijauan yang dicampur dengan EM4 dan molase (tetes tebu) yang kemudian disimpan di dalam tempat yang kedap udara. Dalam silase ini membutuhkan bakteri-bakteri ataupun mikroba untuk membantu proses fermentasi pakan ternak.

Baca Juga: Pelatihan Goal Setting untuk Remaja Padukuhan Salam: Mahasiswa KKN-PPM UMBY Dorong Pemberdayaan Remaja lewat Metode SMART

Silase dapat menjadi solusi saat terjadi kesulitan mendapatkan pakan ternak saat musim kemarau dan melimpahnya pakan saat musim penghujan. Sedangkan untuk mesin pencacah pakan ternak berguna untuk mempermudah dan mempercepat peternak dalam mencacah pakan ternak.

Mesin ini menggunakan dinamo listrik sebagai tenaga penggerak utama. Untuk pencacahnya menggunakan pisau yang terpasang pada dinamo yang akan bergerak cepat untuk mencacah bahan pakan menjadi ukuran yang lebih kecil dan lembut sehingga mudah dicerna oleh ternak.

Salah satu peserta sosialisasi, Ibu Sugiyatmi, memberikan tanggapan positif setelah mencoba hasil pembuatan silase. Ia menyampaikan, “Kemarin saya ikut pembuat silase di tempat Pak Dukuh. Ternyata saya uji coba bahwa, sedikit saya bagi pada teman-teman sampel yang saya bawa dari sosialisasi pertama. Itu saya campurkan untuk ngombor. Ngombor itu cuman sedikit-sedikit. Ini bisa menghabiskan air banyak daripada kemarin-kemarin yang tidak pakai silase. Ternyata hasilnya lebih baik dan lebih bagus.”

Dengan adanya sosialisasi mengenai pembuatan silase dan mesin pencacah pakan ternak, kami berharap warga memiliki bekal pengetahuan sekaligus sarana yang memadai untuk menyediakan pakan ternak secara efisien, bergizi, dan tahan lama.

Selain itu, kami berharap para peternak dapat terus menggunakan dan mengembangkan mesin pencacah pakan ternak ini dalam skala besar.

Apresiasi dari warga menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat, dan semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi KKN selanjutnya untuk terus berinovasi dalam menjawab tantangan pertanian dan peternakan di masyarakat.

Penulis:
1. Tiara Sastianing Maharani
2. Stefani Nadya
Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses